Bullying A – Z

Pengertian Bullying

Bullying adalah sebuah situasi di mana terjadinya penyalahgunaan kekuatan/kekuasaan yang diakukan oleh seseorang/kelompok, baik yang dilakukan sesekali ataupun terus menerus. (Sejiwa, 2008). Bullying dilihat dari perspektif korban, bukan tujuan dari pelaku. Artinya, kalau seandainya pelaku mengejek temannya bertujuan “hanya bercanda” saja, tetapi korban merasa sakit hati, maka hal ini dapat dikatakan bullying. Apabila orang yang diduga terkena bully menganggap perilaku orang lain terhadap dirinya belum mengganggu dirinya, maka itu belum dapat diartikan bullying.  Tapi kita harus hati-hati, karena korban kerap kali menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya.

Jenis Bullying

  1. Bullying verbal :Yang termasuk dalam bentuk ini adalah mengejek, menghina, mengolok-olok, ancaman kekerasan, penghinaan ras dan lain-lain.
  2. Bullying fisik : Yang termasuk dalam bentuk ini adalah menonjok, menampar, memukul, mendorong atau melakukan sesuatu melibatkan fisik. Selain itu, merusak pakaian atau properti seseorang juga merupakan bullying fisik.
  3. Psikologis : Yang termasuk dalam bentuk ini adalah memfitnah, mempermalukan, menakut-nakuti, menolak seseorang untuk berteman, mendiamkan, dan lainnya
  4. Cyberbullying : Cyberbullying merupakan tindakan berupa ancaman, pelecehan, intimidasi, mempermalukan, menghina yang dilakukan seseorang terhadap orang lainnya mengguanakan perantara media elektronik, baik di internet ataupun lewat telepon.

 

Penyebab terjadinya Bullying pada Anak

  1. Rasa Permusuhan dan cemburu terhadap orang lain
  2. Kurang percaya diri, sehingga butuh pengakuan dari orang lain dengan mengintimidasi. Atau seseorang anak yang kurang percaya diri sehingga menjadi korban bullying
  3. Cari perhatian dan pengakuan
  4. Merasa lebih hebat
  5. Perasaan dendam
  6. Contoh negatif dari lingkungan, seperti tontonan yang berbau kekerasan atau hal yang dia pelajari dari orangtua yang melakukan kekerasan juga
  7. Tak tahu cara untuk berteman dan berinteraksi dengan orang lain secara positif
  8. Masalah dalam keluarga, sehingga anak ingin meluapkan kemarahannya
  9. Anak yang sering menjadi korban biasanya anak yang dinilai orang lain “berbeda”, misalnya secara fisik lebih hitam, pendek atau gendut. Selain itu, korban bullying biasanya tidak percaya diri dan pendiam.

 

Gejala-Gejala Telah Terjadinya Tindakan Bullying Di Sekolah

  1. Adanya penurunan pada penampilan akademisnya
  2. Adanya penurunan pada kehadirannya di sekolah
  3. Hilangnya minat pada pekerjaan sekolah/PR
  4. Sulit konsentrasi pada pekerjaan sekolah
  5. Berkurangnya minat pada kegiatan-kegiatan sekolah
  6. Drop out dari kegiatan yang tadinya dia sukai.

 

Gejala-Gejala Telah Terjadi Bullying Dalam Pergaulan

  1. Menarik diri
  2. Keterampilan interpersonal yang lemah
  3. Punya sedikit sekali teman, tak populer, sering jadi bulan-bulanan yang lain
  4. Kurangnya rasa humor atau menggunakan humor yang tak tepat
  5. Sering diejek, ditertawakan
  6. Kadang dipukul,didorong, ditendang, tanpa mampu membela diri
  7. Bahasa tubuhnya lemah, tak ada eye contact, menekuk kepalanya, membungkuk

 

Dampak Bullying Bagi Korban

  1. Secara akademis : Prestasi belajar buruk, sulit konsentrasi dalam belajar, tidak semangat ke sekolah hingga phobia sekolah
  2. Secara sosial : Pemalu, mengucilkan diri, pasif, tidak percaya diri dan sulit bergaul
  3. Secara psikologis : Murung, depresi, ingin melarikan diri bahkan bunuh diri.
  4. Secara fisik : Sakit-sakitan, mudah cemas, tampak tidak sehat, menghindari kontak mata, bahasa tubuh menunjukkan ketidak percayaan diri.
  5. Terhadap masa depannya
  • Jika korban tidak cepat bangkit, bisa terus merasa menderita karena hidup dalam trauma
  • Pada pelaku, jika terbiasa dengan kekerasan, maka mungkin saja menjadi pelaku criminal di masa mendatang 

Hal yang Umum Dilakukan Anak Ketika Terjadi Bullying

  1. Komunikasi Pasif – anak cenderung diam saja, tidak melawan karena takut dan akhirnya terus menerus menjadi korban
  2. Komunikasi Agresif – anak yang merespon dengan kemarahan. Misalnya, jika dia dipukul akan balas pukul, diejek akan membalas dengan ejekan dan begitu seterusnya
  3. Komunikasi Asertif – anak yang dapat mengkomunikasikan rasa tidak sukanya dengan baik, tetap menghargai lawan bicara dan tetap percaya diri. Asertif inilah yang terbaik.

Apa yang Harus Dilakukan Dengan Bullying

  1. Bantulah Korban – Jangan diam saja (Jangan Menjadi Penonton). Apabila kamu menemukan bullying di sekitar kamu, jangan diam. Ambil tindakan untuk mengurangi perilaku bullying. Misalnya kamu dapat membela korban, menemaninya, atau melaporkan kepada guru dan orangtua.
  2. Minta si pelaku untuk menghentikan aksinya (SPEAK UP AGAINST BULLYING). Minta kepada para pelaku bullying untuk menghentikan perilaku bullyingny dengan asertif.
  3. Laporkan kepada pihak sekolah (guru, psikolog atau konselor sekolah, penjaga sekolah). Jangan ragu melaporkan ke pihak yang dapat membantu meredakan situasi bullying apabila sudah melewati batas. Lindungi dirimu sebagai anak.
  4. Libatkan orang tua siswa untuk membantu. Keterlibatan orangtua sangat penting dalam menyelesaikan bullying di lingkungan pergaulan anak.