Uncategorized

ASEAN Regional Children’s Consultation on Online Child Protection

Tidak bisa dipungkiri bahwa dunia digital kini sudah mengambil peranan penting dalam kehidupan manusia. Bagi kita yang hidup di era digital ini, amat banyak dampak yang bisa kita rasakan dari berkembangnya dunia digital ini, baik itu dampak positif ataupun dampak negatif. Hal ini tentunya jika tidak disikapi dengan bijak akan berdampak buruk bagi kehidupan manusia. Dunia kini menaruh perhatian pada hal tersebut, dimana hampir semua manusia kini terhubung dan bersentuhan dengan dunia digital, tidak peduli orang dewasa ataupun anak-anak. Tentunya terkait dengan anak-anak, mereka sangatlah rentan terhadap berbagai hal negatif yang terdapat di dunia digital. Oleh karena itu peran anak-anak terkait perlindungan mereka di dunia digital amatlah penting.

5 orang anak delegasi Yayasan Sejiwa untuk Indonesia

Tanggal 4-8 Februari 2018, Yayasan Sejiwa bersama 5 orang anak terpilih sebagai perwakilan dari Indonesia mengikuti ASEAN Regional Children’s Consultation on Online Child Protection yang diadakan oleh CRCASIA. Acara ini bertujuan untuk mengetahui saran serta gagasan anak mengenai dunia digital dan perlindungan untuk mereka di dunia online. Output dari acara ini ialah gagasan serta pendapat anak-anak mengenai apa yang harus dilakukan oleh diri mereka dan pihak-pihak yang bertugas untuk melindungi mereka di dunia digital.

Anak-anak dari berbagai negara dikumpulkan untuk saling bertukar informasi dan ide mengenai pandangan mereka terhadap dunia digital. Acara berlangsung pada hari pertama ialah pemberian materi kepada anak-anak tentang dunia digital. Anak-anak diberikan pemahaman terlebih dahulu tentang apa yang mereka lakukan dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi di dunia digital. Proses pemberian pengetahuan ini berjalan dengan tokoh utamanya adalah anak-anak itu sendiri. Fasilitator pada acara ini, Ibu Diena (Sejiwa), dan Bapak Jaelani memberikan ruang bagi anak-anak untuk dapat aktif memberikan ide serta pemikiran mereka terhadap dunia digital dan perlindungan untuk mereka.

Ibu Diena memfasilitasi diskusi

Anggota kelompok yang berasal dari negara yang berbeda-beda membuat banyak informasi yang didapatkan oleh anak-anak ini, yang sebelumnya bahkan mereka tidak tahu sama sekali. Namun dengan bersama di dalam kelompok dan berdiskusi, mereka mendapatkan banyak ilmu serta pengetahuan baru. hal inilah yang membuat anak-anak dalam acara ini menjadi semakin tertarik untuk lebih mendalami berbagai hal terkait dunia digital.

Pada hari kedua, anak-anak diajak untuk membuat dan merumuskan ide-ide mereka untuk dapat ditampilkan dihadapan orang-orang yang mempunyai kewenangan untuk membuat regulasi dan menjalankan perlindungan terhadap anak di dunia digital. Kelompok tersebut dibagi menjadi 2, yaitu kelompok yang mempresentasikan ide mereka dalam bentuk kreatif (drama), dan kelompok yang mempresentasikan ide mereka dalam bentuk formal.

Anak-anak mempresentasikan gagasan mereka

Puncak acara dilaksanakan pada hari ketiga. Anak-anak dengan hebatnya menampilkan presentasi mereka mengenai pandangan mereka terhadap perlindungan anak di dunia digital. Baik kelompok presentasi kreatif ataupun formal, keduanya dapat menampilkan ide-ide mereka dengan amat baik dan jelas.

Dari acara ini kita dapat lihat bahwa anak-anak meman