BINCANG SEJIWA EPISODE 22: “RUMAH HARAPAN MENGANGKAT MASA DEPAN”

BINCANG SEJIWA EPISODE 22
“Rumah Harapan Mengangkat Masa Depan”
Minggu, 25 Oktober 2020

Narasumber:

  • Putu Ayu Novitry (Pendiri Yayasan Cipta Mandiri)
  • Ronatal Siahaan (Alumni Yayasan Cipta Mandiri)
  • Diena Haryana (Pendiri Yayasan SEJIWA)
  • Doni Koesoema A (Pakar Pendidikan Karakter)

Dipandu oleh Andika Zakiy (Program Koordinator Yayasan SEJIWA)

Yayasan Cipta Mandiri didirikan oleh Ibu Putu dan Ibu Nitzschke dari Jerman pada tahun 2002. Pada awalnya Yayasan Cipta Mandiri didirikan untuk mengumpulkan anak-anak muda agar mereka bisa belajar skill dan menguatkan karakter mereka. Ibu Putu percaya bahwa ketika kita punya mimpi dan ada pertolongan dari luar mimpi-mimpi tersebut, maka hal tersebut akan membantu setiap orang untuk mengembangkan dirinya. Ibu Putu percaya bahwa anak-anak dan remaja hanya perlu tempat, perlindungan, dan pendampingan untuk menjadi sesuai dengan mimpi-mimpi mereka.

Awal pendirian YCM, Ibu Putu dan tim melakukan sharing dari apa yang bisa mereka dilakukan. Kebetulan Ibu Putu suka memotivasi diri sendiri melalui motivasi terhadap orang lain. Saat itu Bu Putu menyadari bahwa sekolah di Indonesia pada saat itu terlalu banyak teori dan ketika anak ingin bisa berbahasa inggris, mereka harus pergi ke tempat kursus bahasa inggris, dan itu tidak murah. Dari hal tersebut, Bu Putu tertarik untuk membagikan kemampuan bahasa inggrisnya kepada anak-anak di YCM. Ketika proses pengajaran tersebut, Bu Putu melihat bahwa anak-anak memiliki beragam mimpi yang perlu didorong dan diarahkan. Itu lah awal mengapa program-program yang ada di YCM bukan hanya sekedar belajar bahasa inggris dan pelajaran sekolah saja, tapi juga program-program berdasarkan mimpi-mimpi anak disana.

YCM Di Mata Alumninya

Mas Ronal sebagai alumni YCM bercerita bahwa ketika ia mulai bergabung di YCM ia semakin menjadi ambisius. Selain memberikan pembelajaran mengenai hard skill, YCM juga memberikan soft skill yang sangat berguna untuk masa depan anak-anaknya. YCM membangun anak-anaknya untuk menjadi anak yang disiplin dan memiliki kepercayaan diri. Hal itu lah yang membuat Mas Ronal percaya akan mimpinya, padahal sebelumnya Mas Ronal merasa pesimis dengan dirinya sendiri. Secara tidak langsung YCM membuatnya berani untuk bermimpi tinggi.

Mas Ronal bercerita bahwa ketika ia masuk ke YCM ia berjanji pada diri sendiri untuk berubah, dan membuktikan kepada YCM bahwa ia layak untuk dibantu. Setelah masuk YCM, wawasan Mas Ronal semakin luas dan memiliki koneksi yang lebih luas. Ada kegiatan di awal tahun dimana para tutor mengajak anak-anak untuk menuliskan resolusi yang akan dipajang di tembok kelas. Saat itu Mas Ronal menuliskan resolusinya untuk melanjutkan S2 di University of Melbourne, dan saat ini mimpinya tersebut telah menjadi kenyataan.

Pembentukan Karakter Melalui Penerimaan Akan Masa Lalu

Menurut Mas Doni, pengalaman yang dibagikan oleh Ibu Putu dan Mas Ronal merupakan berbasis kenyataan. Ketika menjadi pendamping anak-anak, kita harus memperhatikan kondisi anak, lalu melihat seberapa jauh ia bisa berjalan. Ini lah yang menjadi dasar pembentukan karakter. Pembentukan karakter tidak akan mungkin membentuk individu yang berintegritas jika individu tersebut mengingkari masa lalunya. Individu sering kali memandang masa lalunya sebagai hal yang tidak baik dan tidak mau diterima. Masing-masing individu punya masa lalunya yang pahit, namun tidak semua orang mampu menerima masa lalu tersebut dan mengolahnya menjadi suatu pandangan dan cita-cita ke depan. Apa yang dilakukan YCM sangat membangun dari akar pengalaman dan mendekatkan anak-anak kepada pemilik hidup.

Perjalanan Mas Ronal Hingga Bisa Sampai Ke Melbourne

Saat tahun 2007, setelah lulus SMP Mas Ronal sempat putus sekolah. Saat itu ia memiliki masalah keluarga dan diusir dari rumah. Keluarganya saat itu tidak mau membiayai pendidikan SMAnya. Pada saat itu ada tetangga Mas Ronal yang sedang bergabung dengan YCM dan memberikan info tentang YCM. Akhirnya Mas Ronal bergabung dengan YCM. Saat itu keluarga menyangka Mas Ronal hanya main-main saja di yayasan. Hubungan Mas Ronal dan keluarga memburuk, dan akhirnya ia diusir dari rumah. Mas Ronal akhirnya tinggal di yayasan dan selama satu tahun tidak mengenyam pendidikan formal. Saat itu Mas Ronal menyadari bahwa ia harus berubah menjadi pribadi yang positif. Mas Ronal menjadi semakin rajin belajar dan yayasan melihat ia serius di bidang pendidikan. Sehingga pada tahun 2008 ia mendapat beasiswa dari American Women Association yang membuat ia bisa melanjutkan sekolah di SMK. Pada tahun 2011, ia mendapat beasiswa dari salah satu volunteer yayasan dari Brisbane untuk biaya kuliah selama 4 tahun. Ia mengambil jurusan Sastra Inggris di Universitas Pakuan. Sambil kuliah ia membantu yayasan mengajar bahasa inggris. Sebelum lulus kuliah ia juga mendapatkan pekerjaan di British Institute sebagai pengajar. Pada 2017 ia mulai mendaftar beasiswa untuk lanjut S2. Percobaan pertamanya gagal  dan baru diterima di percobaan kedua. Pada tahun 2018 Mas Ronal akhirnya bisa berangkat ke Australia untuk melanjutkan pendidikannya.

Tips Agar Anak Memiliki Kekuatan untuk Berjuang Mengejar Mimpinya

Menurut Mba Diena, tugas kita semua untuk mengangkat spirit anak untuk berjuang dan untuk mempunyai mimpi. Orang dewasa harus bisa menguatkan mimpi-mimpi anak dan memberikan atmosfer untuk bisa membangkitkan sebuah harapan dan cita-cita. YCM berhasil menciptakan keinginan anak-anak untuk bisa menjadi sesuatu. Hal yang membuat YCM berhasil menguatkan mimpi anak adalah YCM mengajarkan anak untuk mandiri. Orang dewasa harus bisa membakar semangat anak-anak dan membuat mimpi-mimpi tersebut terarah sehingga anak tau apa yang harus dilakukan untuk mencapai mimpi tersebut.

Cara YCM Mengatasi Hambatan yang Dihadapi

Saat ini YCM sudah 18 tahun berdiri. Tantangan utama yang dihadapi adalah komitmen. Menurut Bu Putu, komitmen itu tanpa batas. Bu Putu berkomitmen untuk bisa mengurus yayasan hingga akhir hayat. Ada titik-titik di dalam perjalanan itu yang membuat ia ingin menyerah. Namun ketika melihat kebelakang dan melihat success story yayasan, Bu Putu melihat bahwa di luar sana banyak anak-anak yang butuh untuk dibantu. Yang perlu dipikirkan lainnya juga adalah mengenai regenerasi, siapa yang bisa melanjutkan perjalanan YCM nantinya. Sejak 2007 YCM sudah mulai melakukan regenerasi. Saat ini pengurus YCM adalah mantan murid-murid YCM. Mereka bekerja sama untuk menjaga keutuhan dan jalannya yayasan ini.

Tips Untuk Mengadopsi Konsep YCM di Masyarakat

Menurut Mas Doni, hal yang bisa diduplikasi dari YCM adalah metodenya. Masing-masing individu mempunyai pengalaman yang bisa direfleksikan menjadi komitmen dan cita-cita agar bisa bertahan saat menghadapi tantangan. Hal ini tidak mudah karena tidak semua orang mampu merefleksikan pengalaman yang menjadi sebuah komitmen yang direalisasikan menjadi tindakan. Dari YCM akan banyak orang bisa terinspirasi, namun bentuk-bentuknya mungkin akan berbeda-beda. Dasarnya adalah kemampuan individu dalam merefleksikan pengalamannya dengan ditambah dari dimensi spiritual. Dengan kedua hal tersebut, hambatan seperti apapun akan bisa dilalui oleh individu.

 

Untuk menyaksikan kisah dari Bu Putu dan Mas Ronal di Yayasan Cipta Mandiri secara lebih lengkap, silakan saksikan pada link berikut ini:

Salam Damai,

Yayasan SEJIWA

 

Service for Peace