BINCANG SEJIWA EPISODE 28: “STRATEGI SEKOLAH MENDORONG REMAJA KREATIF DI MASA PANDEMI SMAN 7 PEKANBARU”

BINCANG SEJIWA EPISODE 28: “STRATEGI SEKOLAH MENDORONG REMAJA KREATIF DI MASA PANDEMI SMAN 7 PEKANBARU”
Minggu, 06 Desember 2020

Narasumber:

  • Nurhafni (Kepala Sekolah SMAN 7 Pekanbaru)
  • Muhammad Yahya (Perwakilan Siswa)
  • Diena Haryana (Pendiri Yayasan SEJIWA)
  • Doni Koesoema A (Pakar Pendidikan Karakter)

Dipandu oleh Andika Zakiy (Program Koordinator Yayasan SEJIWA)

 

Kegiatan Pembelajaran dalam Masa Pandemi di SMAN 7 Pekanbaru

Keadaan pandemi membuat segala aktivitas dijalani di rumah, termasuk dunia pendidikan yang saat ini “dirumahkan”. Dunia pendidikan berusaha untuk membuat kondisi ini tetap berjalan dengan baik. SMAN 7 Pekanbaru melaksanakan pembelajaran memlalui daring secara rutin dan terjadwal. Namun, tidak semua siswa dapat mengikuti pembelajaran secara daring tatap muka, sekolah juga menyediakan dengan cara lain yaitu dengan cara luring. Cara luring ini dilakukan dengan menyediakan kotak di sekolah agar siswa dapat mengambil materi dan soal yang sudah dibuat oleh guru dan kemudian mengumpulkannya kembali di sekolah (dengan memperhatikan protokol kesehatan). Cara daring dilakukan dengan melalui virtual tatap muka yang dimulai dengan kegiatan mengaji, kegiatan literasi selama 15 menit yakni membaca buku di luar buku pelajaran, berdoa, dan kemudian siswa dibagi ke dalam tiga room secara bergantian untuk proses belajar. Beberapa kegiatan yang seharusnya dilakukan secara offline (17 Agustus dan Hari Guru) tetap dilakukan. Kegiatan-kegiatan ini juga tetap diawasi dan dipantau oleh Bapak/Ibu Guru walaupun dilakukan di rumah masing-masing siswa, seperti dalam memperingati Hari Guru, sekolah mengadakan lomba puisi yang dilakukan secara virtual.

Adanya pandemi juga tidak membuat hilangnya komunikasi antara sekolah dengan seluruh warga sekolah. Komunikasi adalah kunci dalam pembelajaran guru. Guru sekolah terus semangat dalam memberikan kontribusi kepada sekolah dan mempunyai grup khusus untuk rapat dan membahas sistem pembelajaran. Sekolah mempunyai beberapa grup yang berisi orang tua murid, siswa sekolah secara keseluruhan, grup siswa di masing-masing kelas sehingga terjalin komunikasi dan silaturahmi yang baik walaupun terhalang jarak.

Kondisi Siswa di Masa Pandemi Menurut Yahya

Yahya merasa bahwa sekolah di masa pandemi juga menyenangkan. Ia mengatakan bahwa management waktu sangat diperlukan dalam kondisi saat ini agar semua waktu tidak terbuang sia-sia. Kegiatan dan fasilitas yang diberikan oleh SMAN 7 Pekanbaru merupakan kegiatan yang menyenangkan, seperti kegiatan belajar online walau dilakukan secara virtual, guru dan siswa masih dapat terhubung satu sama lain dengan penuh semangat. Yahya merasa bahwa tugas sekolah yang diberikan semasa pandemi mungkin jauh lebih berat, namun hal itu yang justru menjadikan Yahya lebih raji, kreatif, dan bagaimana bisa menjadi orang yang lebih berguna di masa pandemi. SMAN 7 Pekanbaru juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkreatifitas, seperti membuat video kreatif, video tentang makanan, budaya, dsb. Siswa diberikan kreatifitas walaupun berada di rumah.

Kegiatan Bersama Siswa di Tengah Kondisi Pandemi Versi SMAN 7 Pekanbaru

“Jadikanlah lingkungan sebagai sumber belajar”, seperti yang disampaikan oleh Ibu Nurhafni. Pandemi tidak menghalangi seluruh warga sekolah SMAN 7 Pekanbaru untuk terus berkreasi. SMAN 7 Pekanbaru juga mempunyai kegiatan yang dilakan selama pandemi, salah satunya adalah literasi sebagai obor kewirausahaan. Literasi sebagai obor kewirausahaan berarti anak-anak yang mempunyai hobi, potensi, minat, dan bakat didata oleh guru BK dan wali kelas kerja sama melalui daring dan kemudian dibantu untuk meningkatkan potensi dan bakat peserta didik. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah membuat kelas tata boga atau kuliner dengan mengundang narasumber dan lima sekolah imbas. Siswa yang mengikuti tata boga ini merupakan siswa yang memiliki hobi tata boga atau kuliner yang kemudian dihadirkan ke sekolah atas izin Dinas Pendidikan dan orang tua anak dan melakasanakan protokol kesehatan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini sangat luar biasa, anak-anak dapat membuat makanan yang hebat serta memiliki mimpi untuk mengembangkan usaha makanan tersebut. Selain itu, karya lain yang dihasilkan siswa SMAN 7 Pekanbaru adalah alarm anti-maling yang dibuat siswa melalui kerja sama dengan universitas. Menurut Ibu Nurhafni, anak-anak mempunyai potensi dan bakat yang apabila hal tersebut digali, dikembangkan, dan dibina anak akan menjadi semakin kreatif.

Video Karya Yahya mengenai “Waktu”

Sebagai salah satu siswa di SMAN 7 Pekanbaru, Yahya juga membuat salah satu karya yang mengesankan. Ia membuat video yang menerangkan tentang “waktu”. Video tersebut beri kata-kata yang disusun dengan baik dan dipadukan dengan pengambilan video yang bagus membuat karya Yahya menjadi sangat mengesankan. Proses pembuatan video dimulai dengan menyusun skenario pembuatan video, menyusun kata-kata yang akan dimuat dalam video, dan proses editing. Salah satu adegan lari yang diperankan mengandung makna bahwa sebuah cita-cita harus diperjuangkan dan sejauh mana kita mengejarnya. Selain itu, video yang dibuat Yahya juga untuk mengenang bagaimana perjuangan pejuang sehingga bangsa merdeka.

Menurut Mas Doni, video yang buat oleh Yahya mengandung simbol-simbol yang sarat makna. Dalam konteks pendidikan karakter, Mas Doni mengatakan bahwa dalam arus ruang dan waktu, kita membentuk diri dan identitas. Dalam video yang dibuat Yahya, terdapat refleksi masa lalu terkait dengan semangat bangsa juang dan saat ini waktu digenggam oleh generasi masa kini yang artinya kita perlu belajar, bekerja sama, dan bersyukur, kemudian dalam arus waktu inilah yang akan menentukan “siapa kita kedepannya”: Apakah kita akan mengisi apa yang sudah dimulai oleh para pendahulu atau yasudah kita melewatkan waktu. Video Yahya menghasilkan spirit luar biasa dalam konteks video pendek menurut Mas Doni dimana berisikan hal reflektif, penuh makna, dan simbolnya mengena.

Anak Tetap Bersemangat di Masa Pandemi

Menurut Mba Diena, respon dan sikap dari lingkungan merupakan hal penting yang menentukan bagaimana anak menghadapi pandemi. SMAN 7 Pekanbaru memberikan salah satu contoh bagaimana menghadapi kondisi pandemi kepada anak. Adanya inovasi dan bagaimana sekolah memberikan wadah untuk anak berkarya dan berkreativitas merupakan hal yang perlu ditiru. Mba Diena juga mengingatkan bahwa anak-anak perlu untuk menguatkan life skils mereka (keterampilan untuk hidup) dimana anak harus selalu berjuang untuk menghidupi dirinya; anak terus menciptakan sesuatu dan terampil dalam kehidupan. Kemudian, hal lainnya adalah social skills yaitu keterampilan untuk bergaul atau berkoneksi satu sama lain. Ketiga adalah study skills yaitu terampil dalam belajar, yang mana tidak hanya belajar di sekolah namun pelajaran tentang kehidupan dan diri mereka. Peranan orang tua dalam masa saat ini juga sangat diperlukan dimana orang tua dapat mendukung anak untuk terus berkreativitas.

Sekolah dalam Menyikapi Pandemi

Kita tidak bisa menunggu sampai pandemi berakhir, baru kemudian membuat suatu karya. Hal yang menjadi penting adalah bagaimana mengisi waktu yang ada dengan hal-hal kreatif. Kegiatan yang dilakukan di masa pandemi bisa dimaksimalkan, misalnya dengan mengaitkan seluruh materi pembelajaran dengan pengalaman pribadi anak dan konteks lingkungan sekitarnya, sehingga bisa menghasilkan kreativitas seperti yang dilakukan oleh SMAN 7 Pekanbaru. Hal yang bisa dilakukan adalah melihat kreasi apa yang bisa dibuat dan pembelajaran autentik apa yang bisa dilakukan di era saat ini dan dengan kondisi yang ada. Masa pandemi bisa menjadi sebuh tantangan sekaligus menghasilkan banyak orang menjadi kreatif. Tantangannya adalah bagaimana kondisi saat ini bisa menjadikan kita bisa tetap survive, bertahan hidup, dan membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan lebih autentik.

“Situasi pandemi covid tetap memungkinkan kita melakukan sesuatu yang produktif: Bagaimana para Bapak/Ibu guru memberikan ruang bagi kreasi, ada inovasi dimana mereka diberikan kemerdekaan untuk menghasilkan produk-produk di dalam proses pembelajaran, kita perlu melihat apa yang terjadi di lingkungan kita sehingga nanti kita menghadampi proses pembelajaran kedepannya, kita sungguh-sungguh memperhatikan keselamatan, kesehatan, dan kita pergunakan akal budi kita  dan niat baik kita untuk mendidik anak-anak bangsa sebagai bagian dari kinerja yang bagus di masa depan.”  (Doni Koesoema A)

Untuk melihat kisah inspiratif dan video yang dibuat oleh Yahya dari SMAN 7 Pekanbaru, Sahabat SEJIWA dapat menyaksikannya pada link di bawah ini:

Yayasan SEJIWA

 

“Service for Peace”.