BINCANG SEJIWA EPISODE 41: MEMANFAATKAN DUNIA DIGITAL UNTUK MENDIDIK PERDAMAIAN DAN MENCEGAH KONFLIK

BINCANG SEJIWA EPISODE 41:
MEMANFAATKAN DUNIA DIGITAL UNTUK MENDIDIK PERDAMAIAN DAN MENCEGAH KONFLIK
MINGGU, 07 MARET 2021

Narasumber :

  • Irfan Amalee (Co-Founder PeaceGen)
  • Nenden Vinna Mutiara Ulfa (Inner Peace Coordinator PeaceGen)
  • Diena Haryana (Pendiri Yayasan SEJIWA)
  • Doni Koesoema A (Pakar Pendidikan Karakter)

Dipandu oleh Andika Zaky (Koordinator Program)

 

Bincang SEJIWA Episode 41 menghadirkan narasumber Irfan Amalee selaku Co-Founder PeaceGen dan Nenden Vinna Mutiara Ulfa selaku Inner Peace Coordinator PeaceGen. Peace Generation Indonesia, atau PeaceGen merupakan lembaga yang bergerak di bidang pendidikan perdamaian. PeaceGen berfokus pada pelatihan pengembangan pendidikan perdamaian, pengembangan media pembelajaran perdamaian, kampanye dan mengaktifkan konten perdamaian. PeaceGen berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian melalui media yang kreatif dan menyenangkan.

Latar Belakang Terbentuknya PeaceGen

PeaceGen dibentuk pada tahun 2007 oleh Irfan Amalee seorang Muslim Indonesia, yang telah terlibat dalam pembuatan dan penerbitan media (penulis buku anak) selama sepuluh tahun, dan Eric Lincoln, seorang Kristen Amerika, yang telah menjadi guru dan konselor pencegahan narkoba di Chicago AS selama bertahun-tahun. Awal mula PeaceGen dibentuk yaitu dari bertemunya Mas Irfan dan Mas Eric yang saat itu berstatus sebagai guru dan murid. Saat itu Mas Irfan sebagai murid dan Mas Eric sebagai guru bahasa inggrisnya. Setelah pertemuan itu, Mas Irfan dan Mas Eric menulis buku bersama dengan judul 12 Nilai Perdamaian. Terlepas dari latar belakang Mas Irfan dan Mas Eric yang berbeda, tetapi mereka memiliki minat yang sama dalam mempromosikan perdamaian dan menjembatani kesenjangan antara komunitas yang berbeda melalui hubungan damai di antara generasi muda karena banyak konflik kekerasan dimulai melalui kurangnya pemahaman. Mas Irfan dan Mas Eric memiliki pemikiran bahwa untuk mencapai perdamaian, maka ajarkanlah perdamaian.

Awal Mula Tercetusnya Media Pembelajaran Yang Playfull

Bekerja selama 17 tahun diindustri buku anak membuat Mas Irfan sedikit tahu bagaimana membuat sesuatu yang menarik untuk anak. Selain itu, Mas Irfan mempunyai masa lalu dimana Mas Irfan tidak menyukai pembelajaran Pendidikan Pancasila karena merasa bukunya tidak menarik, sehingga hal tersebut mendorong Mas Irfan untuk membuat media pembelajaran yang lebih menarik. Menurut Mas Irfan, dengan tampilan buku pembelajaran yang lebih menarik kita dapat menyampaikan suatu informasi yang berat menjadi lebih ringan untuk dibaca dan dipelajari oleh anak.

Peran Mba Nenden di PeaceGen

Mba Nenden mempunyai tugas di PeaceGen sebagai pembuat konten untuk media agar orang-orang dapat belajar mengenai perdamaian dengan sangat menyenangkan dan peacefull. Tugas lainnya yaitu memastikan teman-teman yang bekerja di PeaceGen dapat menemukan inner peacenya. Menurut Mbak Nenden,  ia percaya bahwa kedamaian bukanlah sebuah tujuan tetapi sebuah proses yang setiap harinya harus tetap dielaborasi. Selain itu, untuk mengajarkan perdamaian dan toleransi hal tersebut perlu dimulai dari diri kita masing-masing.

Kesulitan Dalam Mengajarkan Perdamaian Di Indonesia

Mbak Nenden menjadikan semua kesulitan sebagai kekuatan dan untuk meningkatkan kreativitas. Salah satu kesulitannya yaitu lokasi geografis, dimana banyak anak yang tinggal di daerah gunung, pantai dan pedalaman yang menyulitkan agent of peace karena kendaraan yang sulit dan tidak adanya sinyal. Selain itu, ada beberapa lembaga dan masyarakat yang berpendapat bahwa ide perdamaian ini merupakan ide yang baru, sehingga membutuhkan kesabaran dan usaha yang lebih untuk bisa memperkenalkan ide tersebut kepada masyarakat dengan lebih welas asih sehingga apa yang disampaikan dan berikan lebih tepat sasaran.

Pemanfaatan Ruang Digital Saat Masa Pandemi

PeaceGen memanfaatkan semua platform untuk melayani masyarakat yang ingin mempelajari tentang perdamaian melalui platform Youtube, Kahoot, Zoom, Instagram, dan WhatsApp. Selain itu, PeaceGen melaksanakan training melalui platform Zoom dan juga melaksanakan training melalui platform WhatsApp yang sangat menarik dan penuh dengan permainan. PeaceGen juga mempunyai podcast, video-video animasi dan adegan yang dapat menginspirasi serta materi perdamaian yang tersedia di website yang dapat di download dan dipelajari. Menurut PeaceGen, kondisi pandemi COVID19 ini tidak terlalu berpengaruh untuk berjalannya kegiatan PeaceGen.

Faktor Yang Paling Dominan Terjadinya Konflik Di Indonesia

Faktor utama yaitu tidak bisa menerima diri, dimana jika kita tidak dapat menerima diri/berdamai dengan diri sendiri maka kita tidak dapat berdamai dengan orang lain. Kedua yaitu banyaknya balon prasangka, dimana kita tidak terbiasa bereksperimen dan memiliki pengalaman dengan orang berbeda seperti prasangka agama Islam kepada agama Kristen.

Hal Yang Harus Dilakukan Orang Tua Untuk Mengajarkan Perdamaian Kepada Anak

Menurut Mbak Diena Haryana, hal utama yang perlu dilakukan untuk mengajarkan perdamaian pada anak yaitu orang tua perlu memiliki kesadaran pada diri sendiri untuk dapat menularkan perdamaian kepada orang lain. Orang tua juga perlu merefleksi diri apakah selama ini mereka menanamkan stereotip kepada anak dan apakah orang tua mengajarkan kepada anak bahwa setiap orang mempunyai perbedaan dan persamaan. Orang tua dapat mengajarkan kepada anak tentang menghargai sesama, mengucapkan maaf, dan mengucapkan terima kasih. Dengan hal kecil seperti ini, orang tua dapat mengajarkan rasa menghormati (respect) terhadap orang lain pada anak untuk menciptakan kedamaian. Orang tua juga perlu mengajarkan anak untuk menerima diri sendiri dan memaafkan orang lain yang telah menyakitinya.

Lembaga Pendidikan Menyampaikan Perdamaian Di Sekolah

“Saat dilahirkan manusia mempunyai kapasitas untuk mencintai tetapi dalam proses pendidikan, rasa kebencian masih diajarkan melalui tindakan, bahasa dan kata-kata. Dimana untuk mengembalikannya harus membalikkan makna kata-kata tersebut menjadi bahasa yang baik” ucap Mas Doni Koesoema selaku Pakar Pendidikan Karakter. Damai selalu identik dengan kata selamat dan memiliki konotasi keselamatan, kehidupan dan rasa cinta, dimana orang yang mencintai kehidupan maka akan selamat. Damai di dalam proses pendidikan merupakan hal yang penting. Di Indonesia, kata damai menjadi pewarta damai atau agen-agen perdamaian di dunia merupakan amanat dari preambule UUD 1945, bahwa penindasan di muka bumi tidak diperbolehkan dan wajib ikut serta dalam usaha memajukan usaha perdamaian di muka bangsa. Dalam proses pendidikan, Indonesia merupakan bangsa yang beriman, bertakwa dan akhlah mulia sehingga sekolah atau lembaga pendidikan dalam hal agama perlu mengajarkan perdamaian yang membawa keselamatan.

 

Untuk menyaksikan lebih lanjut mengenai PeaceGen, Sahabat SEJIWA dapat menyaksikan kisah lengkapnya melalui:

 

Sumber:

Bincang SEJIWA Episode 41: Memanfaatkan Dunia Digital Untuk Mendidik Perdamaian Dan Mencegah Konflik. Diakses dari https://s.id/BincangSEJIWAeps41. Diakses pada 07/03/2021

Peace Generation. Diakses dari https://peacegen.id/en/about/. Diakses pada 07/03/2021

 

Yayasan SEJIWA

Service for Peace