BINCANG SEJIWA EPISODE 49: KARAKTER ANAK DIBANGUN LEWAT KAMPANYE “SALING BUKAN SILANG”

BINCANG SEJIWA EPISODE 49
KARAKTER ANAK DIBANGUN LEWAT KAMPANYE “SALING BUKAN SILANG”
MINGGU, 23 MEI 2021

 

Narasumber :

  • Farhanah Fitria Mustari (Managing Director Yayasan Teman Saling Berbagi)
  • Mustika Ramadyanti (Senior Trainer Yayasan Teman Saling Berbagi)
  • Diena Haryana (Pendiri Yayasan SEJIWA)
  • Doni Koesoema A (Pakar Pendidikan Karakter)

Dipandu oleh Andika Zakiy (Koordinator Program)

 

Latar Belakang Berdirinya Yayasan Teman Saling Berbagi

Yayasan Teman Saling Berbagi (YTSB) merupakan organisasi nirlaba di kota Bandung yang bergerak dalam bidang pendidikan untuk menyediakan sarana untuk saling berbagi kebaikan. Secara ruh, YTSB sudah berdiri sejak 2018, dimana saat itu belum berbentuk sebagai yayasan, dan masih disebut sebagai Komunitas Teman Berbagi. Sebelum dibentuk, Mba Hanna selaku founder sudah mempunyai gambaran mengenai komunitas yang ingin ia bentuk. Saat itu ia mengajak sahabatnya sejak SMA, Mba Silmi, untuk membentuk komunitas ini. Mba Hana merasa akan cocok untuk membangun komunitas bersama Mba Silmi.

Pada tahun 2018, Mba Hana selaku founder dan Mba Silvi, selaku co founder, merintis Komunitas Teman Berbagi dengan visi misi untuk memberdayakan ekosistem di panti asuhan. Setelah terbentuk, Komunitas Teman Berbagi membuka program Berbagi Kebaikan, dan mengundang teman sebaya untuk menjadi volunteer di program tersebut sebagai mentor di panti asuhan.  Seiring berjalannya waktu, adanya komunitas ini mendapatkan antusiasme dan dukungan dari berbagai pihak, sehingga pada tahun 2020 Komunitas Teman Berbagi bertransformasi menjadi Yayasan Teman Saling Berbagi. Mba Hana tertarik membentuk organisasi nirlaba karena Mba Hana merasa bahwa dengan merintis organisasi nirlaba ia punya kesempatan untuk bisa menjadi wadah kebaikan kepada semua orang.

YTSB memilih panti asuhan sebagai sasaran kegiatannya karena awalnya tercetus bagaimana jika mereka bisa membantu anak-anak di panti asuhan dengan memberikan pendampingan karakter, afeksi, menciptakan sistem dukungan sosial dsb. Dengan dilakukannya hal tersebut, maka diharapkan anak-anak di panti asuhan bisa lebih berdaya dan sejahtera baik secara pola pikir maupun perilaku.

 

Awal Mula Mba Chika Bergabung di YTSB

Mba Mustika atau yang biasa dipanggil dengan Mba Chika merupakan seorang senior trainer di Yayasan Teman Saling Berbagi. Awal mula Mba Chika memulai karir di YTSB adalah dengan bergabung sebagai mentor di Komunitas Teman Berbagi pada program Berbagi Kebaikan di tahun 2019. Mba Chika merupakan teman satu kampus Mba Silmi,  yang merupakan co founder YTSB. Awal mulanya Mba Chika mendapatkan info mengenai YTSB dari Mba Silmi, sehingga saat itu ia memutuskan untuk mendaftar sebagai mentor. Seiring berjalannya waktu, Mba Chika banyak belajar dari berbagai kegiatan yang ia jalani di YTSB. Hingga akhirnya karirnya di YTSB merambah sampai sekarang menjadi senior trainer.

 

Lahirnya Prinsip “Saling Bukan Silang”

Menurut Mba Hana, setiap orang butuh sosok/lingkungan yang bisa saling mendukung. Pada dasarnya untuk menjadikan hidup sejahtera, kita membutuhkan relasi yang baik dan bermakna, baik pada diri sendiri maupun pada sesama. Perkataan saling meruapkan sesuatu yang sifatnya terkoneksi satu sama lain, dan silang merupakan lawan katanya. Prinsip “Saling Bukan Silang” ini bisa direfleksikan apakah hidup kita sudah saling, atau mungkin silang. Prinsip “Saling Bukan Silang”  terus berjalan seiring mendapatkan banyak pengalaman melatih di panti asuhan. Kegiatan yang dilakukan di panti asuhan merupakan intisari dari prinsip “Saling Bukan Silang”.

Prinsip saling bukan silang memiliki tiga turunan:

  1. Saling menguatkan

Prinsip saling menguatkan akarnya dari program Berbagi Kebaikan. Program ini melibatkan anak-anak di panti asuhan, dimana salah satunya adalah dengan sesi mentoring. Saat sesi mentoring, YTSB memberikan penguatan satu sama lain. Dari situlah tercetus prinsip saling menguatkan. Saling menguatkan adalah bagaimana kita sebagai individu mampu menerima diri sepenuhnya sehingga bisa kita menciptakan lingkungan yang saling memberdayaan. Yang dipelajari dalam prinsip saling menguatkan ini adalah afirmasi positif, optimisme, dan self confidence.

  1. Saling bicara baik

Prinsp saling bicara baik berakar dari bagaimana kita hidup bersosialisasi dengan orang lain. Pada prinsip ini, anak-anak belajar untuk bertatakrama, yang kaitannya dengan komunikasi yang sehat, asertif, dan saling berempati.

  1. Saling mencintai lebih baik

Saling mencintai lebih baik adalah bagaimana kita merajut relasi kepada diri sendri maupun orang lain dengan cara yang lebih hangat dan kekeluargaan. Di dalam prinisp ini diajarkan mengenai 5 bahasa cinta, science of love, dan bagaimana berwelas asih kepada diri sendiri maupun orang lain.

 

Pemanfaat Ruang Digital Oleh YTSB

Pada masa awal pandemi di tahun 2020, YTSB harus menghentikan sementara kegiatan mereka di panti asuhan dan baru bisa beraktifitas secara normal pada 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan yang lengkap. Kondisi pandemi ini juga membuat YTSB harus memikirkan inovasi yang bisa mereka lakukan untuk bisa tetap menyebarkan pesan-pesan yang mereka bawa kepada masyarakat. Oleh karena itu YTSB mulai beralih ke kegiatan online dengan mengkampanyekan prinsip “Saling Bukan Silang” melalui kampanye rubrik berbagi di media sosial. Selain itu, YTSB juga melakukan kersama dengan perusahaan learning management system untuk memasukan konten-konten “Saling Bukan Silang” dalam bentuk microlearning. Melalui website tersebut, semua orang bisa mengakses konten “Saling Bukan Silang” secara gratis dengan bergabung bersama learning management system yang bekerjasama dengan YTSB.

 

Mengurangi Potensi Kecanduan Gadget Melalui Aktifitas Menyenangkan

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan YTSB di panti asuhan merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Sebisa mungkin para mentor menyampaikan materi dan penguatan dengan cara-cara yang disukai oleh anak-anak. Hal ini menjadikan anak-anak panti asuhan merasa senang ketika kakak-kakak dari YTSB berkunjung ke panti asuhan. Hal ini tetunya selain membentuk karkter pada anak, juga memberikan kebutuhan-kebutuhan anak akan afeksi, perhatian, dan kehangatan. Ketika anak-anak berada di lingkungan yang menarik, penuh kebahagiaan dan kehangatan, maka anak-anak akan tidak tertarik dengan gadget mereka. Apa yang dilakukan oleh YTSB kepada anak-anak sangat memberikan kebutuhan anak-anak akan hal tersebut. Anak diajak untuk terlibat dalam kegiatan sehingga anak akan merasa bahagia, diterima, dan memiliki harga diri. Melalui hal seperti ini, anak akan dengan sendirinya tune in pada kegiatan di dunia nyata dan tidak begitu terganggu oleh gawainya.

 

Untuk menyaksikan cerita lengkap mengenai Yayasan Teman Saling Berbagi, Sahabat SEJIWA dapat menyaksikannya melalui link berikut:

 

Yayasan SEJIWA

“Service for Peace”