Uncategorized

Cara Orang Tua Menangani Hidup Di Era Digital

Hidup di era digital menjadi tantangan baru bagi para orangtua. Orangtua tidak bisa lagi berdiam diri ketika melihat anaknya bermain gawai, seperti yang digambarkan di film pendek SEJIWA yang berjudul Pelarian. Orangtua juga tidak boleh menjadikan gawai sebagai guru bagi anak. Kini orangtua memiliki peran ekstra untuk mendampingi dan membimbing anak ketika anak bermain dengan gawainya. Apa yang bisa dilakukan orangtua? Menurut Family Online Safety Institute (www.fosi.org), terdapat 7 langkah untuk menjadi orangtua yang baik di era digital antara lain :
1)  BICARALAH DENGAN ANAK
• Berbicara dengan tenang
• Terbuka dan bicaralah secara langsung

 

2)  EDUKASI DIRI ANDA
• Cari tahu tentang apa yang tidak anda mengerti di dunia online
• Cobalah aplikasi, website, dan game oleh diri anda sendiri

 

3)  GUNAKAN “PARENTAL CONTROLS”
• Aktifkan system keamanan di game, mesin pencarian, dan aplikasi lainnya
• Caritahu apa yang anak anda lakukan saat menggunakan “screen time” mereka

 

4)  BUATLAH ATURAN DAN HUKUMAN DALAM PENGGUNAAN GAWAI

• Setujui dan tanda tangani aturan yang telah dibuat

• Buat peraturan tentang tempat dan waktu dalam penggunaan gawai

• Laksanakan hukuman ketika pelanggaran terjadi

 

5)  BERTEMAN DI SOSMED TAPI TETAP MENGHARGAI ANAK
• Jadilah teman dengan anak anda di media sosial
• Berikan ruang bagi anak anda diruang online
• Ajak anak untuk membuat rekam jejak digital yang baik
6)  MENGEKSPLORASI DAN BERBAGI BERSAMA ANAK
• Online lah bersama anak dan cari tahu apa yang dia sukai di dunia online
• Jadikan dunia online sebagai keuntungan untuk berkomunikasi dengan anak
• Belajarlah bersama mereka dan bersenang-senang bersama

 

7)  JADILAH CONTOH YANG BAIK BAGI ANAK DI DUNIA DIGITAL
• Tunjukan pada anak anda bagaimana cara untuk menjadi baik di dunia digital

 

Tujuh poin diatas adalah poin-poin penting dalam pengasuhan di era digital yang dapat dilakukan orangtua kepada anak. SEJIWA yakin para orangtua dapat melakukan tujuh poin penting diatas dengan konsisten. Karena kalau bukan kita yang peduli terhadap masa depan anak, siapa lagi yang harus mengambil peran sebagai orangtua. Ayo kita ubah pola pengasuhan kita kepada anak menjadi lebih baik.