<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SEJIWA Foundation</title>
	<atom:link href="http://sejiwa.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sejiwa.org</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 01:08:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Anak Nasional 2010 di Aceh Besar</title>
		<link>http://sejiwa.org/peringatan-hari-anak-nasional-2010-di-aceh-besar/</link>
		<comments>http://sejiwa.org/peringatan-hari-anak-nasional-2010-di-aceh-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 01:08:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sejiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejiwa.org/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[<p><strong>Anak Aceh Bisa Sehat, Berpendidikan, Kreatif dan Sejahtera!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Lhoknga, 29 Juli 2010<strong> </strong>– <strong>P</strong><strong>eringatan Hari Anak Nasional 2010 di Aceh Besar dilakukan dalam serangkaian kegiatan anak yang memadukan kreativitas, seni dan kecerdasan dalam acara</strong> “<strong>Pameran Seni dan Budaya</strong>&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Anak Aceh Bisa Sehat, Berpendidikan, Kreatif dan Sejahtera!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Lhoknga, 29 Juli 2010<strong> </strong>– <strong>P</strong><strong>eringatan Hari Anak Nasional 2010 di Aceh Besar dilakukan dalam serangkaian kegiatan anak yang memadukan kreativitas, seni dan kecerdasan dalam acara</strong> “<strong>Pameran Seni dan Budaya Anak Aceh Besar.” Kegiatan ini dilangsungkan oleh World Vision Indonesia pada tanggal 29-31 Juli 2010 bertempat di</strong> <strong>Lapangan Desa Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Kab Aceh Besar. Dengan mengambil tema ”Lihat Aku, Aku Bisa” diharapkan agar melalui kegiatan ini dapat memberikan ruang agar anak mampu mengekspresikan kreatifitas sekaligus bermain dan belajar.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Pameran Seni dan Budaya Anak Aceh Besar yang sarat informasi ini dibuka dengan pembacaan Hak-hak Anak oleh Cut Maisarah, siswi kelas 1 SMA 1 Lhoknga dan Muhibbur Akbar siswa kelas 1 MsTN Meuraksa. Keduanya dengan lantang mengingatkan kembali semua pihak akan Hak-hak Anak yang tercantum dalam Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia melalui Kepres No. 36 tahun 1990. Sekitar 300 anak terlibat dalam perlombaan kreativitas dan seni seperti baca puisi, tarian, pidato dan cerdas cermat maupun tersedianya stan-stan pameran edukatif di bidang pendidikan, kesehatan dan peningkatan ekonomi.</p>
<p>World Vision Indonesia sebagai organisasi yang berfokus pada anak, berkomitmen dalam mendukung pemenuhan hak-hak anak, baik itu untuk mendapatkan pendidikan yang layak, akses terhadap fasilitas kesehatan, hidup secara layak dan terjamin, maupun hak untuk bermain dan berkreasi. “Kegiatan perayaan HAN 2010 hari ini dan 2 hari kedepan merupakan sarana untuk memberikan ruang kreatifitas pada anak yang merupakan hak anak, disamping untuk menumbuhkan rasa percaya diri, semangat berkompetisi dan keberanian pada anak untuk tampil dan berekspresi melalui perlombaan dan kreatifitas seni budaya,” ujar Nurliza sebagai Area Development Program Manager Aceh Besar, World Vision Indonesia.</p>
<p>Di dalam sambutannya, Liza juga menjelaskan bahwa perayaan ini merupakan rangkaian dari tiga sektor yang menjadi fokus kegiatan World Vision dalam pendampingan masyarakat di Aceh Besar, yaitu bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Ketiganya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak Aceh Besar.</p>
<p>Perdamen Sagala, Regional Operation Manager World Vision Indonesia wilayah Sumatera mengingatkan semua komponen masyarakat, tentang pentingnya pemenuhan hak anak-anak Aceh Besar akan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak. “Berdasarkan data kesehatan Aceh tahun 2005, hanya 9%  bayi di bawah 6 bulan yang mendapatkan ASI ekskusif. Hal ini disebabkan masih berkembangnya kepercayaan di masyarakat bahwa pisang dan madulah yang paling cocok untuk bayi dibandingkan ASI ekslusif.” Pardamen juga menambahkan di pedesaan masih sedikit ibu-ibu yang membawa anak mereka ke Posyandu untuk diimunisasi dan mengutip Laporan UN Office for Recovery Coordination 2007 dimana hanya 49% anak di bawah 1 tahun yang menerima paket imunisasi lengkap.</p>
<p>Untuk kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat, dalam pameran ini disediakan sudut sehat dimana terdapat pelayanan gratis bagi ibu hamil dan balita, mobil pelayanan kesehatan dan konsultasi KB serta layanan kesehatan gigi yang bekerjasama dengan Yayasan Cinta Madani. Sebuah program “Logam untuk Gizi Anakku” diluncurkan untuk mengajak ibu-ibu menyisihkan sebagian uang mereka dan menabung untuk peningkatan asupan gizi. Program ini dimaksudnya untuk meningkatkan kemandirian masyarakat untuk lebih peduli dengan kesehatan dan dimulai dari hal-hal kecil. Tak lupa diputar film “IBU SEHAT GENERASI KUAT” yang diharapkan dapat mengedukasi masyarakat menuju masyarakat yang sehat dan kuat.</p>
<p>Dibidang pendidikan juga tersedia sudut baca yang dilengkapi dengan perpustakaan keliling dari Pemerintah Aceh Besar. Diharapkan keberadaan sudut  baca ini dapat digunakan oleh anak-anak untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan minat baca. Dibidang ekonomi tersedia ruang bagi Kelompok Swadaya Masyarakat dampingan untuk memamerkan dan mempromosikan produk unggulannnya. Dengan adanya kelompok-kelompok industri rumah tangga ini diharapkan akan berdampak dalam meningkatkan perekonomian keluarga terutama bagi pemenuhan pendidikan dan kesehatan anak.</p>
<p>Peringatan Hari Anak Nasional harus dimaknai sebagai tekad seluruh bangsa Indonesia, secara nyata mengupayakan perlindungan dan pemenuhan hak- hak anak untuk tumbuh dan berkembang sebagai insani yang utuh. Komitmen nyata dan dukungan kita semua akan membuat terwujudnya anak Aceh yang sejahtera dan berkualitas. Anak-anak sudah seharusnya mendapat tempat dan menjadi prioritas utama dalam kehidupan bangsa.[]</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-caring-old">
<ul class="socials">
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://sejiwa.org/peringatan-hari-anak-nasional-2010-di-aceh-besar/&amp;t=Peringatan+Hari+Anak+Nasional+2010+di+Aceh+Besar" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Peringatan+Hari+Anak+Nasional+2010+di+Aceh+Besar+-+http://b2l.me/admqpj&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://sejiwa.org/peringatan-hari-anak-nasional-2010-di-aceh-besar/&amp;n=Peringatan+Hari+Anak+Nasional+2010+di+Aceh+Besar&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Peringatan+Hari+Anak+Nasional+2010+di+Aceh+Besar&amp;body=Link: http://sejiwa.org/peringatan-hari-anak-nasional-2010-di-aceh-besar/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Anak%20Aceh%20Bisa%20Sehat%2C%20Berpendidikan%2C%20Kreatif%20dan%20Sejahtera%21%0D%0A%0D%0A%20%0D%0A%0D%0ALhoknga%2C%2029%20Juli%202010%20%E2%80%93%20Peringatan%20Hari%20Anak%20Nasional%202010%20di%20Aceh%20Besar%20dilakukan%20dalam%20serangkaian%20kegiatan%20anak%20yang%20memadukan%20kreativitas%2C%20seni%20dan%20kecerdasan%20dalam%20acara%20%E2%80%9CPameran%20Seni%20dan%20Budaya%20Anak%20Aceh%20Besar.%E2%80%9D%20Kegiatan" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-tumblr">
			<a href="http://www.tumblr.com/share?v=3&amp;u=http%3A%2F%2Fsejiwa.org%2Fperingatan-hari-anak-nasional-2010-di-aceh-besar%2F&amp;t=Peringatan+Hari+Anak+Nasional+2010+di+Aceh+Besar" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Tumblr">Share this on Tumblr</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://sejiwa.org/peringatan-hari-anak-nasional-2010-di-aceh-besar/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Peringatan+Hari+Anak+Nasional+2010+di+Aceh+Besar+-+http://sejiwa.org/peringatan-hari-anak-nasional-2010-di-aceh-besar/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejiwa.org/peringatan-hari-anak-nasional-2010-di-aceh-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seruan Direktur Nasional World Vision Indonesia menyambut Hari Anak Nasional 2010</title>
		<link>http://sejiwa.org/seruan-direktur-nasional-world-vision-indonesia-menyambut-hari-anak-nasional-2010/</link>
		<comments>http://sejiwa.org/seruan-direktur-nasional-world-vision-indonesia-menyambut-hari-anak-nasional-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 09:28:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sejiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejiwa.org/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[<p><span style="font-family: Gill Sans MT; color: #e26200; font-size: large;"><strong>Anak Indonesia yang Sehat, Berpendidikan dan Sejahtera adalah Potret Kemakmuran Indonesia di Masa  Depan ! </strong></span></p>
<p><span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: small;">Hari Anak Nasional sepatutnya digunakan sebagai momentum untuk mengingatkan semua komponen masyarakat akan pentingnya pemenuhan hak anak-anak Indonesia akan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan</span>&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Gill Sans MT; color: #e26200; font-size: large;"><strong>Anak Indonesia yang Sehat, Berpendidikan dan Sejahtera adalah Potret Kemakmuran Indonesia di Masa  Depan ! </strong></span></p>
<p><span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: small;">Hari Anak Nasional sepatutnya digunakan sebagai momentum untuk mengingatkan semua komponen masyarakat akan pentingnya pemenuhan hak anak-anak Indonesia akan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak. Tekad Pemerintah Indonesia untuk memenuhi hak anak diwujudkan dengan meratifikasi Konvensi Hak Anak pada tahun 1990. Bahkan lebih dari itu, beberapa undang-undang yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak telah disahkan. Namun kita semua menyadari, jalan panjang menuju cita-cita luhur tersebut masih terbentang dan menantang dihadapan kita. </span></p>
<p><span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: small;">Kemiskinan menjadi salah satu masalah yang paling sulit untuk dipecahkan. Dari 74.481.000 anak di Indonesia, 32 juta anak tinggal dalam keluarga miskin. Kondisi seperti ini berpengaruh terhadap beberapa aspek kehidupan anak. Banyak anak dari keluarga miskin sulit mengakses pelayanan kesehatan serta pendidikan yang memadai. </span></p>
<p><span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: small;">Setiap tahun 13 juta anak Indonesia mengalami malnutrisi. Sekitar 7,6 juta anak di bawah umur 5 tahun &#8211; atau 1 dari 3 anak &#8211; terhambat pertumbuhannya yang kemudian dapat mengganggu perkembangan mereka. Yang membuat kita prihatin, lebih dari 500 anak Indonesia meninggal setiap harinya sebelum mencapai usia lima tahun akibat kasus yang dapat dicegah, seperti diantaranya komplikasi saat kelahiran dan kehamilan, radang paru akut serta diare.</span> <span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: small;">Dampak buruk dialami juga oleh anak-anak Indonesia dalam proses pendidikannya. Sebanyak </span><span style="font-family: Gill Sans MT; color: #2f2f2f; font-size: small;">2,5 juta anak berusia 7 &#8211; 15 tahun tidak memperoleh hak untuk pendidikan dasar 9 tahun karena berbagai alasan <em>( sumber KomNas PA &#8211; catatan 2009), </em>dan </span><span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: small;">486.426 anak putus sekolah pada jenjang pendidikan SD/MI. <em>(Depdiknas, 2007)</em></span></p>
<p><span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: small;">Beberapa ancaman lain terhadap kehidupan anak, diantaranya lewat tindakan kekerasan terhadap anak. Sebanyak 2,3 juta anak menjadi korban kekerasan, bahkan 61,4% pelaku kekerasan terhadap anak adalah orangtuanya. Perlakuan terhadap anak seperti ini, akan meninggalkan trauma dan mengganggu perkembangan kepribadian anak. Ancaman lain yang mungkin luput dari pengamatan kita, adalah ancaman HIV dan AIDS terhadap anak. Ribuan kasus AIDS pada usia 18-25 tahun, </span><span style="font-family: Gill Sans MT; color: #2f2f2f; font-size: small;">membuktikan bahwa penularan sudah terjadi pada masa anak-anak dan remaja. Suatu fakta yang tentunya mengejutkan kita.</span></p>
<p><span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: small;">Mari kita renungkan sejenak beberapa fakta kehidupan anak-anak Indonesia, generasi penerus bangsa tercinta ini. Harus kita akui, pemenuhan hak anak Indonesia masih terpinggirkan dan kehidupannya masih jauh dari sejahtera. Padahal apabila kita tidak menginvestasikan waktu, tenaga, dan uang kita bagi kesehatan, pendidikan dan perlindungan mereka, kita sedang membahayakan potensi bangsa ini untuk menjadi bangsa yang makmur. Anak Indonesia yang sehat, berpendidikan dan sejahtera adalah potret kemakmuran Indonesia di masa depan. Oleh sebab itu sudah selayaknya Hari Anak Nasional tidak hanya diperingati secara seremonial bahkan ritual semata. </span></p>
<p><span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: small;">Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2010 harus  dimaknai sebagai tekad seluruh bangsa Indonesia, secara nyata mengupayakan perlindungan dan pemenuhan hak- hak anak untuk tumbuh dan berkembang sebagai insani yang utuh. Saat ini, lebih dari 100.000 orang dari 19 negara secara aktif melalui World Vision berkontribusi untuk menjadikan anak Indonesia lebih sejahtera. Ini adalah panggilan bagi kita sebagai bangsa untuk mengupayakan kesejahteraan anak-anak kita sebelum orang lain mengambil bagian.</span><span style="font-family: sans-serif; font-size: x-small;"> </span><span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: small;">Jadikan mereka generasi penerus yang tangguh dan berkualitas dengan karakteristik sehat, jujur, cerdas, berprestasi, serta berakhlak mulia.</span></p>
<p><span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: small;">Di tengah situasi yang sulit ini, semangat juang bangsa Indonesia semakin teruji untuk menciptakan kehidupan sejahtera bagi anak-anak Indonesia. </span><span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: x-small;">Situasi yang sulit justru memaksimalkan kreatifitas akan keterlibatan kita mulai dari hal-hal yang kecil sesuai kapasitas yang kita miliki. </span></p>
<p><span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: x-small;">Setiap kita memiliki peluang untuk berperan nyata sesuai dengan bidang dan potensi kehidupan yang kita miliki, untuk meningkatan kehidupan yang lebih baik bagi anak Indonesia. Tidak hanya ketika kita memperingati Hari Anak Nasional, tetapi disetiap kesempatan yang kita miliki. Hanya dibutuhkan sedikit waktu untuk menjadi relawan dan membagikan ilmu bagi anak-anak yang tidak dapat mengecap pendidikan formal serta mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk meningkatkan status kesehatannya. Hanya perlu sedikit kepedulian untuk menyisihkan buku, pakaian, makanan serta obat-obatan yang kita miliki untuk anak-anak yang membutuhkan. Hanya dibutuhkan sedikit kesabaran untuk memperlakukan anak-anak tanpa kekerasan dan menempa mereka dengan ajaran perilaku dasar yang sarat akan nilai-nilai kejujuran dan berakhlak mulia.</span></p>
<p><span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: x-small;">Komitmen nyata dan dukungan kita semua akan membuat terwujudnya anak Indonesia yang sejahtera dan berkualitas bukan hanya sekedar angan saja. Anak Indonesia</span><span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: small;"> harus mendapat tempat dan menjadi prioritas utama dalam kehidupan bangsa.</span><span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: x-small;"> </span></p>
<p><span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: x-small;">Maju terus anak-anak Indonesia. </span><span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: small;">! Jadilah anak Indonesia yang sehat, berpendidikan dan sejahtera demi kemakmuran Indonesia di masa depan !</span></p>
<p><span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: small;">Jakarta, 23 Juli 2010</span></p>
<p><span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: small;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Amelia Merrick</span></strong></span><br />
<span style="font-family: Gill Sans MT; font-size: small;">Pejabat Direktur Nasional World Vision Indonesia</span></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-caring-old">
<ul class="socials">
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://sejiwa.org/seruan-direktur-nasional-world-vision-indonesia-menyambut-hari-anak-nasional-2010/&amp;t=Seruan+Direktur+Nasional+World+Vision+Indonesia+menyambut+Hari+Anak+Nasional+2010+" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Seruan+Direktur+Nasional+World+Vision+Indonesia+menyambut+Hari+Anak+Nasional+201%5B..%5D+-+http://b2l.me/abtkfd&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://sejiwa.org/seruan-direktur-nasional-world-vision-indonesia-menyambut-hari-anak-nasional-2010/&amp;n=Seruan+Direktur+Nasional+World+Vision+Indonesia+menyambut+Hari+Anak+Nasional+2010+&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Seruan+Direktur+Nasional+World+Vision+Indonesia+menyambut+Hari+Anak+Nasional+2010+&amp;body=Link: http://sejiwa.org/seruan-direktur-nasional-world-vision-indonesia-menyambut-hari-anak-nasional-2010/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Anak%20Indonesia%20yang%20Sehat%2C%20Berpendidikan%20dan%20Sejahtera%20adalah%20Potret%20Kemakmuran%20Indonesia%20di%20Masa%20%C2%A0Depan%20%21%20%0D%0A%0D%0AHari%20Anak%20Nasional%20sepatutnya%20digunakan%20sebagai%20momentum%20untuk%20mengingatkan%20semua%20komponen%20masyarakat%20akan%20pentingnya%20pemenuhan%20hak%20anak-anak%20Indonesia%20akan%20pendidikan%2C%20kesehatan%2C%20gizi%2C%20pe" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-tumblr">
			<a href="http://www.tumblr.com/share?v=3&amp;u=http%3A%2F%2Fsejiwa.org%2Fseruan-direktur-nasional-world-vision-indonesia-menyambut-hari-anak-nasional-2010%2F&amp;t=Seruan+Direktur+Nasional+World+Vision+Indonesia+menyambut+Hari+Anak+Nasional+2010+" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Tumblr">Share this on Tumblr</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://sejiwa.org/seruan-direktur-nasional-world-vision-indonesia-menyambut-hari-anak-nasional-2010/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Seruan+Direktur+Nasional+World+Vision+Indonesia+menyambut+Hari+Anak+Nasional+2010++-+http://sejiwa.org/seruan-direktur-nasional-world-vision-indonesia-menyambut-hari-anak-nasional-2010/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejiwa.org/seruan-direktur-nasional-world-vision-indonesia-menyambut-hari-anak-nasional-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Deklarasi Anak Indonesia, Forum Pemimpin Muda Nasional 2010</title>
		<link>http://sejiwa.org/deklarasi-anak-indonesia-forum-pemimpin-muda-nasional-2010/</link>
		<comments>http://sejiwa.org/deklarasi-anak-indonesia-forum-pemimpin-muda-nasional-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 06:10:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sejiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejiwa.org/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[<p>Deklarasi Anak Indonesia untuk Indonesia yang Ramah Anak</p>
<p>Kami anak-anak Indonesia dari 10 propinsi yang mengikuti Forum Pemimpin Muda Nasional 2010 menyerukan kepada Negara Indonesia dan para pemangku kewajiban di sekitar kami untuk:</p>
<ol>
<li>Melihat dan mendengarkan kami, anak-anak Indonesia,</li></ol><p>&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Deklarasi Anak Indonesia untuk Indonesia yang Ramah Anak</p>
<p>Kami anak-anak Indonesia dari 10 propinsi yang mengikuti Forum Pemimpin Muda Nasional 2010 menyerukan kepada Negara Indonesia dan para pemangku kewajiban di sekitar kami untuk:</p>
<ol>
<li>Melihat dan mendengarkan kami, anak-anak Indonesia, sebagai manusia yang memiliki hak asasi. Melibatkan kami dan mempertimbangkan pendapat kami dalam setiap keputusan yang berkaitan dengan hidup kami, baik di dalam rumah, di sekolah, di kampung, dan di pemerintahan.</li>
<li>Menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak kami untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk semua anak Indonesia, termasuk anak-anak yang tinggal di desa-desa, gunung-gunung, dan pulau-pulau terpencil.</li>
<li>Membuat peraturan dan kebijakan tentang sarana kesehatan, tenaga kesehatan, standar pelayanan kesehatan minimal dan anggaran kesehatan tidak boleh mendiskriminasikan anak-anak dari keluarga miskin, anak yang memiliki kebutuhan khusus, dan kelompok anak-anak rentan lainnya.</li>
<li>Membuat sistem jaminan sosial dan jaminan kesehatan harus dapat diakses oleh semua anak Indonesia tanpa terkecuali, termasuk oleh anak-anak dari keluarga-keluarga rentan dan yang termarginalkan.</li>
<li>Tidak mendiskriminasi anak-anak penyandang cacat dengan cara memberi kesempatan dan layanan yang setara kepada mereka atas hak-hak anak termasuk hak atas kesehatan, pendidikan, dan pelayanan sosial.</li>
<li>Menjamin terpenuhinya hak semua anak untuk mendapatkan pendidikan dasar yang gratis dan membangun keterampilan anak untuk menghormati hak asasi manusia, perdamaian, lingkungan hidup.</li>
<li>Membuat peraturan dan kebijakan tentang sarana pendidikan, tenaga guru yang berkualitas, standar pendidikan nasional, akses pendidikan dan anggaran pendidikan tidak boleh mendiskriminasikan anak-anak dari keluarga miskin, anak yang memiliki kebutuhan khusus dan kelompok anak-anak rentan lainnya.</li>
<li>Membangun lingkungan pembelajaran di sekolah yang menghormati hak asasi manusia dan tanpa kekerasan. Melarang hukuman fisik di sekolah dan membangun sistem agar sekolah dan proses belajar ramah terhadap anak.</li>
<li>Melindungi kami dari ancaman kekerasan dan eksploitasi dengan membuat kebijakan dan pelaksanaan program pencegahan kekerasan dan eksploitasi oleh pihak mana pun juga.</li>
<li>Membangun kesadaran tentang hak anak kepada semua orang mulai dari tingkat keluarga, kampung, lembaga pendidikan, lembaga pemerintah, pihak swasta, dan media.</li>
</ol>
<p>Kami anak Indonesia bertekad akan terus berperan aktif untuk menyuarakan hak anak dan ikut serta membangun Indonesia yang ramah untuk anak, menghargai hak asasi manusia, menghargai perbedaan, cinta perdamaian, dan lingkungan hidup.</p>
<p>Jakarta, 10 Juli 2010</p>
<p>Duta Pemimpin Muda Indonesia</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-caring-old">
<ul class="socials">
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://sejiwa.org/deklarasi-anak-indonesia-forum-pemimpin-muda-nasional-2010/&amp;t=Deklarasi+Anak+Indonesia%2C+Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Deklarasi+Anak+Indonesia%2C+Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010+-+http://b2l.me/aaa7wj&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://sejiwa.org/deklarasi-anak-indonesia-forum-pemimpin-muda-nasional-2010/&amp;n=Deklarasi+Anak+Indonesia%2C+Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Deklarasi+Anak+Indonesia%2C+Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010&amp;body=Link: http://sejiwa.org/deklarasi-anak-indonesia-forum-pemimpin-muda-nasional-2010/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Deklarasi%20Anak%20Indonesia%20untuk%20Indonesia%20yang%20Ramah%20Anak%0D%0A%0D%0AKami%20anak-anak%20Indonesia%20dari%2010%20propinsi%20yang%20mengikuti%20Forum%20Pemimpin%20Muda%20Nasional%202010%20menyerukan%20kepada%20Negara%20Indonesia%20dan%20para%20pemangku%20kewajiban%20di%20sekitar%20kami%20untuk%3A%0D%0A%0D%0A%09Melihat%20dan%20mendengarkan%20kami%2C%20anak-anak%20Indonesia%2C%20sebagai" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-tumblr">
			<a href="http://www.tumblr.com/share?v=3&amp;u=http%3A%2F%2Fsejiwa.org%2Fdeklarasi-anak-indonesia-forum-pemimpin-muda-nasional-2010%2F&amp;t=Deklarasi+Anak+Indonesia%2C+Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Tumblr">Share this on Tumblr</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://sejiwa.org/deklarasi-anak-indonesia-forum-pemimpin-muda-nasional-2010/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Deklarasi+Anak+Indonesia%2C+Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010+-+http://sejiwa.org/deklarasi-anak-indonesia-forum-pemimpin-muda-nasional-2010/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejiwa.org/deklarasi-anak-indonesia-forum-pemimpin-muda-nasional-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Festival Layang-Layang Forum Pemimpin Muda Nasional 2010 Pantai Jimbaran, Taman Inpian Jaya Ancol</title>
		<link>http://sejiwa.org/festival-layang-layang-forum-pemimpin-muda-nasional-2010-pantai-jimbaran-taman-inpian-jaya-ancol/</link>
		<comments>http://sejiwa.org/festival-layang-layang-forum-pemimpin-muda-nasional-2010-pantai-jimbaran-taman-inpian-jaya-ancol/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 17:44:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sejiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejiwa.org/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[<p>Wisma Kinasih, 9 Juli 2010—Puluhan layang-layang model kupu-kupu dengan ukuran rata-rata 2 x 2 meter menghiasi langit Jimbaran, Jumat 9 Juli 2010 jam 10.00 – 11.00. Selain dihias dengan lukisan warna-warni, layang-layang tersebut juga memuat pesan-pesan dan pengharapan para peserta&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wisma Kinasih, 9 Juli 2010—Puluhan layang-layang model kupu-kupu dengan ukuran rata-rata 2 x 2 meter menghiasi langit Jimbaran, Jumat 9 Juli 2010 jam 10.00 – 11.00. Selain dihias dengan lukisan warna-warni, layang-layang tersebut juga memuat pesan-pesan dan pengharapan para peserta Forum Pemimpin Muda Nasional 2010 duta anak dari 40 kabupaten di 10 propinsi wilayah layanan World Vision Indonesia dan mitra utamanya, Wahana Visi Indonesia, yang membawa suara teman-teman sebayanya lewat layang-layang yang mereka terbangkan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sedari Senin 5 Juli hingga Sabtu 10 Juli 2010, anak-anak ini berkumpul dan saling bertukar pengalaman tentang permasalahan yang mereka dan teman-teman dari seluruh Indonesia alami di sekolah, keluarga, ataupun lingkungan masing-masing dalam Forum Pemimpin Muda Nasional 2010, yang mengambil tema: <strong>‘Saya anak Indonesia. Saya bisa menjadi pemimpin dunia!’</strong> Tak sekadar mencari akar permasalahan, mereka juga mencoba mencari solusi sederhana untuk mengatasi persoalan mereka sendiri dan menuangkan pendapat mereka lewat berbagai media.</p>
<p>Salah satu media yang mereka gunakan untuk menyampaikan aspirasi dan pesan pengharapan dalam hal pemenuhan hak-hak mereka, dilakukan lewat pembuatan layang-layang yang diterbangkan di Pantai Jimbaran. Semua peserta berusaha membuat layang-layang sesuai kemampuan dan kreatifitasnya, demi menyalurkan pesan pengharapannya.</p>
<p>Pembuatan layang-layang itu dilakukan sehari sebelum diterbangkan dengan bimbingan para instruktur dari Museum Layang-Layang Indonesia di Wisma Kinasih, Cibinong, sedang proses menghias dan pewarnaannya dilakukan di Pantai Jimbaran, dua jam sebelum diterbangkan. Para peserta sangat antusias dan penuh ceria berekspresi lewat lukisan dan penggunaan warna, kemudian menuliskan pesan-pesan dan harapan mereka untuk hari depan yang lebih baik serta Indonesia yang lebih ramah anak pada layang-layang yang mereka buat.</p>
<p>”Kesempatan membuat layang-layang menjadi suatu pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak, di saat yang sama mereka belajar melakukan advokasi lewat media sederhana, cara positif untuk berekspresi dan berkarya,” tulis Pitoyo dalam press releasenya.</p>
<p>Agus Satriandi (13) perwakilan anak dari Pontianak dengan ceria menjelaskan gambar-gambar yang dilukiskannya di layang-layangnya. ”Layang-layangku mungkin tidak bagus-bagus amat Kak, tapi ada maknanya,”ujarnya sambil menunjukkan hasil karyanya. ”Aku ingin hak-hakku sebagai anak dipenuhi, makanya kugambar anak-anak bergandengan tangan, supaya kita saling melindungi.” tambah Agus penuh filosofi. Demikian juga Misael (16) yang berasal dari Papua juga merasa senang bisa membuat dan menerbangkan layang-layang buatannya sendiri. ”Baru kali ini saya membuat layang-layang sebesar ini,” sahut Misael bangga sambil mencoba menerbangkan layang-layangnya.</p>
<p>Setalah puas menerbangkan layang-layang dan menyantap masakan Bali di Resto Jimbaran, 200 duta anak dengan didampingi para pendampingnya dari masing-masing daerah beserta panitia FPMN ini kemudian bergembira di Wahana Dunia Fantasi Taman Impian Jaya Ancol, hingga saat acara makan malam digelar di tempat yang sama.[dj]<a href="http://sejiwa.org/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0213.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-293" title="Festival Layang-Layang" src="http://sejiwa.org/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0213-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-caring-old">
<ul class="socials">
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://sejiwa.org/festival-layang-layang-forum-pemimpin-muda-nasional-2010-pantai-jimbaran-taman-inpian-jaya-ancol/&amp;t=Festival+Layang-Layang+Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010+Pantai+Jimbaran%2C+Taman+Inpian+Jaya+Ancol" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Festival+Layang-Layang+Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010+Pantai+Jimbaran%2C+Taman+%5B..%5D+-+http://b2l.me/9ye2v&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://sejiwa.org/festival-layang-layang-forum-pemimpin-muda-nasional-2010-pantai-jimbaran-taman-inpian-jaya-ancol/&amp;n=Festival+Layang-Layang+Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010+Pantai+Jimbaran%2C+Taman+Inpian+Jaya+Ancol&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Festival+Layang-Layang+Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010+Pantai+Jimbaran%2C+Taman+Inpian+Jaya+Ancol&amp;body=Link: http://sejiwa.org/festival-layang-layang-forum-pemimpin-muda-nasional-2010-pantai-jimbaran-taman-inpian-jaya-ancol/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Wisma%20Kinasih%2C%209%20Juli%202010%E2%80%94Puluhan%20layang-layang%20model%20kupu-kupu%20dengan%20ukuran%20rata-rata%202%20x%202%20meter%20menghiasi%20langit%20Jimbaran%2C%20Jumat%209%20Juli%202010%20jam%2010.00%20%E2%80%93%2011.00.%20Selain%20dihias%20dengan%20lukisan%20warna-warni%2C%20layang-layang%20tersebut%20juga%20memuat%20pesan-pesan%20dan%20pengharapan%20para%20peserta%20Forum%20Pemimpi" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-tumblr">
			<a href="http://www.tumblr.com/share?v=3&amp;u=http%3A%2F%2Fsejiwa.org%2Ffestival-layang-layang-forum-pemimpin-muda-nasional-2010-pantai-jimbaran-taman-inpian-jaya-ancol%2F&amp;t=Festival+Layang-Layang+Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010+Pantai+Jimbaran%2C+Taman+Inpian+Jaya+Ancol" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Tumblr">Share this on Tumblr</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://sejiwa.org/festival-layang-layang-forum-pemimpin-muda-nasional-2010-pantai-jimbaran-taman-inpian-jaya-ancol/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Festival+Layang-Layang+Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010+Pantai+Jimbaran%2C+Taman+Inpian+Jaya+Ancol+-+http://sejiwa.org/festival-layang-layang-forum-pemimpin-muda-nasional-2010-pantai-jimbaran-taman-inpian-jaya-ancol/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejiwa.org/festival-layang-layang-forum-pemimpin-muda-nasional-2010-pantai-jimbaran-taman-inpian-jaya-ancol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Liputan SEJIWA, Forum Pemimpin Muda Nasional 2010</title>
		<link>http://sejiwa.org/liputan-sejiwa-forum-pemimpin-muda-nasional-2010/</link>
		<comments>http://sejiwa.org/liputan-sejiwa-forum-pemimpin-muda-nasional-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 09:44:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sejiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejiwa.org/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[<p>Penyampaian Aspirasi Anak kepada Pengelola Negara</p>
<p><em><a href="http://sejiwa.org/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0038.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-282" title="Dialog Duta FPMN" src="http://sejiwa.org/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0038-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></em></p>
<p><em>“Berbicara masalah fasilitas kesehatan, jangankan di daerah luar Jawa, sedang di daerah saya, Muara Angke, yang termasuk wilayah DKI, fasilitas kesehatan kurang memadai. Bahkan kalau saya boleh jujur, di daerah Muara Angke tidak</em>&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penyampaian Aspirasi Anak kepada Pengelola Negara</p>
<p><em><a href="http://sejiwa.org/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0038.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-282" title="Dialog Duta FPMN" src="http://sejiwa.org/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0038-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></em></p>
<p><em>“Berbicara masalah fasilitas kesehatan, jangankan di daerah luar Jawa, sedang di daerah saya, Muara Angke, yang termasuk wilayah DKI, fasilitas kesehatan kurang memadai. Bahkan kalau saya boleh jujur, di daerah Muara Angke tidak ada fasilitas kesehatan. Ini yang ingin saya sampaikan kepada Menteri Kesehatan,” kata seorang pesertas FPMN duta DKI dalam diskusi persiapan jumpa pengelola negara di Aula Wisma Kinasih, Cibinong yang diselenggarakan oleh World Vision Indonesia dan mitra utamanya, Wahana Visi Indonesia.<br />
</em></p>
<p>Wisma Kinasih, 8 Juli 2010—Setelah para duta FPMN (Forum Pemimpin Muda Nasional) mendapatkan pembekalan dari para narasumber seputar perlindungan dan pengembangan potensi anak selama 3 hari, tibalah saatnya menyampaikan aspirasi mereka kepada para pengelola negara. Agar aspirasi mereka serempak didengar, 200 duta dengan didampingi para pendamping masing-masing daerah memecah diri menjadi 6 kelompok untuk bertemu dengan lembaga negara yang berhubungan dengan anak secara paralel.</p>
<p>Apa yang mereka sampaikan bukan hanya mewakili daereh masing-masing, apalagi sekadar kepentingan pribadi, namun para duta ini menyampaikan permasalahan seputar perlindungan dan pengembangan potensi anak secara nasional. Aspirasi yang mereka sampaikan adalah hasil perumusan dari diskusi 200 duta FPMN yang mewakili 10 provinsi di wilayah pelayanan Wahana Visi Indonesia, meliputi Aceh, Nias, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, NTT, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua.</p>
<p>Rumusan aspirasi tersebut disampaikan di empat kementerian negara, yaitu Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Aspirasi ini juga disampaikan kepada lembaga negara perlindungan anak, KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), juga pada Komisi DPR yang menangani tenaga kerja dan transmigrasi, kependudukan dan kesehatan, yaitu Komisi IX DPR.</p>
<p>Dalam penyampaian aspirasi tersebut, tiap kelompok diwakili oleh 2 juru bicara yang secara bergantian mempresentasikan hasil diskusi di depan menteri beserta stafnya. Setalah mendapat tanggapan langsung dari menteri atau yang mewakili, para duta juga diberi kesempatan untuk berdiskusi.</p>
<p>Tanggapan dari lembaga kementerian sungguh luar biasa. Dengan bangga dan ramah, para pemangku lembaga negara ini menyambut kunjungan para duta. Para duta menangkap kesan ini misalnya dari penyambutan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dalam kesempatan ini, Ibu Linda Amalia Sari sebagai menteri di lembagai ini secara langsung menyambut, menerima aspirasi, berdialog, dan menyempatkan bercengkerama serta berfoto ria dengan para duta.</p>
<p>Setelah para duta melakukan kunjungan ke beberapa lembaga negara tersebut, mereka pun harus kembali ke Wisma Kinasih, Cibinong untuk berbagi pengalaman masing-masing kelompok kepada seluruh peserta FPMN serta merumuskan tindak lanjutnya.[dj]<a href="http://sejiwa.org/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0098.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-288" title="foto bersama meneg pp" src="http://sejiwa.org/wp-content/uploads/2010/07/IMG_0098-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-caring-old">
<ul class="socials">
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://sejiwa.org/liputan-sejiwa-forum-pemimpin-muda-nasional-2010/&amp;t=Liputan+SEJIWA%2C+Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Liputan+SEJIWA%2C+Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010+-+http://b2l.me/9n5bk&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://sejiwa.org/liputan-sejiwa-forum-pemimpin-muda-nasional-2010/&amp;n=Liputan+SEJIWA%2C+Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Liputan+SEJIWA%2C+Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010&amp;body=Link: http://sejiwa.org/liputan-sejiwa-forum-pemimpin-muda-nasional-2010/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Penyampaian%20Aspirasi%20Anak%20kepada%20Pengelola%20Negara%0D%0A%0D%0A%0D%0A%0D%0A%E2%80%9CBerbicara%20masalah%20fasilitas%20kesehatan%2C%20jangankan%20di%20daerah%20luar%20Jawa%2C%20sedang%20di%20daerah%20saya%2C%20Muara%20Angke%2C%20yang%20termasuk%20wilayah%20DKI%2C%20fasilitas%20kesehatan%20kurang%20memadai.%20Bahkan%20kalau%20saya%20boleh%20jujur%2C%20di%20daerah%20Muara%20Angke%20tidak%20ada%20fasilita" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-tumblr">
			<a href="http://www.tumblr.com/share?v=3&amp;u=http%3A%2F%2Fsejiwa.org%2Fliputan-sejiwa-forum-pemimpin-muda-nasional-2010%2F&amp;t=Liputan+SEJIWA%2C+Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Tumblr">Share this on Tumblr</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://sejiwa.org/liputan-sejiwa-forum-pemimpin-muda-nasional-2010/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Liputan+SEJIWA%2C+Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010+-+http://sejiwa.org/liputan-sejiwa-forum-pemimpin-muda-nasional-2010/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejiwa.org/liputan-sejiwa-forum-pemimpin-muda-nasional-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Forum Pemimpin Muda Nasional 2010</title>
		<link>http://sejiwa.org/forum-pemimpin-muda-nasional-2010/</link>
		<comments>http://sejiwa.org/forum-pemimpin-muda-nasional-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 15:12:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sejiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejiwa.org/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://sejiwa.org/wp-content/uploads/2010/07/IMG_9655.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-279" title="Pembukaan FPMN" src="http://sejiwa.org/wp-content/uploads/2010/07/IMG_9655-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>“SAYA ANAK INDONESIA. SAYA BISA MENJADI PEMIMPIN DUNIA!&#8221;</p>
<p>Wisma Kinasih, 05 Juli 2010—Musik adalah ungkapan jiwa, jauh sebelum manusia mengenal bahasa. Ketika nada-nada terangkai dalam kesatuan irama, ia akan mampu menggetarkan serabut-serabut syaraf manusia. Pada detik awal, mungkin kita akan&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sejiwa.org/wp-content/uploads/2010/07/IMG_9655.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-279" title="Pembukaan FPMN" src="http://sejiwa.org/wp-content/uploads/2010/07/IMG_9655-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>“SAYA ANAK INDONESIA. SAYA BISA MENJADI PEMIMPIN DUNIA!&#8221;</p>
<p>Wisma Kinasih, 05 Juli 2010—Musik adalah ungkapan jiwa, jauh sebelum manusia mengenal bahasa. Ketika nada-nada terangkai dalam kesatuan irama, ia akan mampu menggetarkan serabut-serabut syaraf manusia. Pada detik awal, mungkin kita akan manggut-manggut, detik berikut tubuh kita perlahan menggeliat, hingga akhirnya bergoyang mengikuti irama. Bayangkan jika hal ini terjadi pada lebih dari 200 orang dalam satu ruangan. Sangat meriah.</p>
<p>Begitulah gambaran singkat acara pembukaan Forum Pemimpin Muda Nasional (FPMN) di Wisma Kinasih, Cibinong, Jawa Barat yang diselenggarakan oleh World Vision Indonesia dan mitra kerja utamanya Wahana Visi Indonesia. Dua ratus anak dengan didampingi para pendamping World Vision Indonesia masing-masing daerah, mewakili 40 kabupaten di 10 provinsi berkumpul dan berpartisipasi pada forum ini. Mereka didorong untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan, serta difasilitasi untuk terus mengelola potensi diri dan berani menyuarakan hak-haknya. Acara ini diperuntukkan dalam rangka perayaan 50 tahun pelayanan World Vision di Indonesia juga untuk menyongsong peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 23 Juli mendatang.</p>
<p>Antusiasme peserta demikian menggelora, tak terbendung keinginan untuk segera menampilkan berbagai kesenian daerahnya masing-masing, mulai dari musik, tari-tarian, puisi, dan berpantun ria. Dengan bangga mereka memakai pakaian adat lengkap dengan aksesoris khas daerahnya. Pembukaan acara pun dimulai pada pukul 16.00 – 18.00 WIB.</p>
<p>FPMN ini adalah yang kelima kalinya diselenggarakan sejak tahun 2000 oleh Worl Vision Indonesia. Tema yang diambil dalam FPMN kali ini adalah, “Saya anak Indonesia. Saya bisa menjadi pemimpin dunia!” Selain diharapkan memberi manfaat terbesar bagi anak-anak, forum ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman dan peningkatan komitmen bersama dalam mengupayakan pemenuhan hak anak kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat luas.</p>
<p>“Dalam Forum ini, para pemimpin muda akan difasilitasi untuk mengetahui, memahami, menyajikan dan membagi keberhasilan dan tantangan pemenuhan hak anak dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka juga akan bertemu dengan berbagai tokoh-tokoh nasional yang melakukan terobosan dalam bidang masing-masing, baik dalam pemerintahan, pendidikan, pertanian, maupun budaya,” ujar Direktur Nasional World Vision Indonesia, Trihadi Saptoadi, di sela-sela acara pembukaan.</p>
<p>Tiap peserta dalam forum ini telah mengikuti proses seleksi intensif di 40 wilayah program kerja World Vision Indonesia dan Wahana Visi Indonesia. Mereka menjadi Duta Pemimpin Muda dari daerahnya masing-masing. Para duta ini dipilih oleh sesama anak di wilayahnya karena mereka aktif menyuarakan aspirasi dan hak-hak anak di lingkungan mereka, seperti di sekolah dan di kampung.</p>
<p>Acara yang direncanakan berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 5-10 Juli 2010 ini diikuti oleh anak-anak dengan rentang usia 12-17 tahun, dan berasal dari berbagai provinsi mulai dari Aceh, Nias, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, NTT, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, hingga Papua. Mereka akan saling berinteraksi, berbagi pengalaman lewat diskusi dan kegiatan-kegiatan pengembangan potensi, serta kegiatan yang mendorong pemahaman hak-hak anak dan tanggung jawab atas diri sendiri, keluarga, masyarakat, juga negara.</p>
<p>Ketua Panitia, Pitoyo Susanto, dalam kata sambutannya mengatakan, “Selama enam hari berkumpul di sini, adik-adik duta pemimpin muda akan saling berbagi cerita dan bertukar pengalaman tentang kegiatan-kegiatanmu bersama dengan kelompok atau organisasimu, berpendapat tentang kondisi anak-anak di daerahmu masing-masing, belajar bersama untuk menyampaikan cerita kepemimpinan remaja, dan harapan-harapanmu kepada anggota DPR, kementrian kabinet yang bidangnya berhubungan dengan anak.”</p>
<p>“Dan yang paling penting dari semuanya, ekspresikan dirimu dan ceritamu dan teman-temanmu dengan senang dan bergembira,” ujar Pitoyo lebih lanjut.</p>
<p>Setalah makan malam, acara dilanjutkan dengan latihan teater bagi anak-anak peserta yang dipandu oleh seniman teater kondang , Jose Rizal Manua, sedang di ruang terpisah para pendamping peserta mendapat pengarahan dari ketua panitia penyelenggara tentang tata tertib dan teknis acara. Jam 21.30 seluruh peserta harus masuk kamar untuk beristirahat dan bangun jam 05.00, karena acara dimulai jam 07.00 esok pagi.[dj]</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-caring-old">
<ul class="socials">
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://sejiwa.org/forum-pemimpin-muda-nasional-2010/&amp;t=Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010+-+http://b2l.me/8z3d8&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://sejiwa.org/forum-pemimpin-muda-nasional-2010/&amp;n=Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010&amp;body=Link: http://sejiwa.org/forum-pemimpin-muda-nasional-2010/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A %E2%80%9CSAYA%20ANAK%20INDONESIA.%20SAYA%20BISA%20MENJADI%20PEMIMPIN%20DUNIA%21%22%0D%0A%0D%0AWisma%20Kinasih%2C%2005%20Juli%202010%E2%80%94Musik%20adalah%20ungkapan%20jiwa%2C%20jauh%20sebelum%20manusia%20mengenal%20bahasa.%20Ketika%20nada-nada%20terangkai%20dalam%20kesatuan%20irama%2C%20ia%20akan%20mampu%20menggetarkan%20serabut-serabut%20syaraf%20manusia.%20Pada%20detik%20awal%2C%20mungkin%20kita%20akan" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-tumblr">
			<a href="http://www.tumblr.com/share?v=3&amp;u=http%3A%2F%2Fsejiwa.org%2Fforum-pemimpin-muda-nasional-2010%2F&amp;t=Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Tumblr">Share this on Tumblr</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://sejiwa.org/forum-pemimpin-muda-nasional-2010/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Forum+Pemimpin+Muda+Nasional+2010+-+http://sejiwa.org/forum-pemimpin-muda-nasional-2010/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejiwa.org/forum-pemimpin-muda-nasional-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Workshop Sehari Memperingati Hari Buku Nasional, Hari Jadi IKAPI ke-60, dan Hari Jadi Perpustakaan Nasional ke-30</title>
		<link>http://sejiwa.org/workshop-sehari-dalam-rangka-memperingati-hari-buku-nasional-hari-jadi-ikapi-ke-60-dan-hari-jadi-perpustakaan-nasional-ke-30/</link>
		<comments>http://sejiwa.org/workshop-sehari-dalam-rangka-memperingati-hari-buku-nasional-hari-jadi-ikapi-ke-60-dan-hari-jadi-perpustakaan-nasional-ke-30/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 09:33:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sejiwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[press]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejiwa.org/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>“Menata Pembinaan Karakter Luhur di Kalangan Siswa”</strong><strong></strong></p>
<p>Jakarta, 18 Mei 2010—Hakekat pendidikan adalah pembentukan sikap dan perilaku, serta pengembangan potensi sumber daya manusia yang bermanfaat bagi individu itu sendiri dan bangsa secara umum. Namun dalam pencapaiannya, dibutuhkan satu&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>“Menata Pembinaan Karakter Luhur di Kalangan Siswa”</strong><strong></strong></p>
<p>Jakarta, 18 Mei 2010—Hakekat pendidikan adalah pembentukan sikap dan perilaku, serta pengembangan potensi sumber daya manusia yang bermanfaat bagi individu itu sendiri dan bangsa secara umum. Namun dalam pencapaiannya, dibutuhkan satu sistem yang mampu menyatukan unsur-unsur pendidikan dalam satu visi dan rujukan secara nasional. Pemerintah, masyarakat, keluarga, sekolah, guru, siswa, para pemerhati pendidikan, adalah unsur-unsur sistem pendidikan, kekuatan besar yang apabila diintegrasikan akan menjadi satu kekuatan yang sangat besar untuk secara bersama-sama mencapai visi mencerdaskan kehidupan bangsa.</p>
<p>Persoalan-persoalan tentang pendidikan yang hingga kini masih menjadi polemik adalah menyangkut cara yang digunakan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Diperlukan suatu usaha yang holistik, intensif, dan berkesinambungan.</p>
<p>Karena semua orang berangkat dari keluarga, maka kunci untuk mengatasi persoalan di atas ada pada keluarga. Ada beberapa fungsi keluarga yang bersifat spiritual yang perlu ditegakkan, yaitu fungsi religius, pendidikan, sosialisasi, dan perlindungan. Keluarga adalah kelompok yang memberikan acuan bersikap dan bertingkah laku. Di sinilah perlunya model yang berdimensi fisik, sosial, maupun psikologis. Dalam hal ini, orangtua adalah model sekaligus penyedia energi positif yang diekspresikan dalam bentuk pemberian dukungan, semangat, bimbingan, dan penghargaan. Permasalahan yang kemudian timbul dari kondisi ini adalah “kesibukan” orangtua dalam penegakan fungsi ekonomi keluarga. Kondisi ini mengindikasikan diperlukannya lembaga-lembaga pendukung untuk menegakkan keseimbangan perwujudan peran fungsi-fungsi di atas.</p>
<p>Untuk menjawab tantangan tersebut, pada hari ulang tahun IKAPI ke-60 yang berbarengan dengan hari ulang tahun ke-30 Perpustakaan Nasional, dengan menggandeng SEJIWA sebagai pelaksana, menggelar workshop sehari dengan tema <strong>“Menata Pembinaan Karakter Luhur di Kalangan Siswa”</strong>. Dalam kata sambutannya, Ketua IKAPI Setia Dharma Madjid, berjanji mengajak semua penerbit di Indonesia untuk mencetak bubu-buku bermutu berkenaan dengan pembinaan karakter.</p>
<p>Workshop yang diselenggarakan di Aula Perpustakaan Nasional, Jl. Medan Merdeka Selatan no. 11 Jakarta Pusat itu dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai unsur pendidikan. Workshop ini sangat menyentuh seorang anggota komisi X DPRRI yang peduli pembentukan karakter, Venna Melinda. Dalam sambutannya Venna mengaku, “Selama menjabat anggota dewan, ini undangan pertama yang <em>meaningfull</em> bagi saya. Seharusnya acara seperti ini tidak hanya digelar dalam ulang tahun IKAPI dan Perpustaan Nasional saja, tapi diselenggarakan di tiap sekolah dan instansi pendidikan di Indonesia agar semua pihak terkait pendidikan sadar akan pentingnya pendidikan karakter dalam usaha membentuk kepribadian bangsa.”</p>
<p>Dalam pidatonya, pemerhati masalah-masalah berkaitan dengan pembentukan karakter luhur, Tjahyo Tamtomo, mengatakan, “Karakter yang baik tidak muncul secara otomatis; hal ini berkembang bersamaan dengan waktu melalui sebuah proses dari pengajaran bertahun-tahun dan juga <em>cognitive input</em> dari sekitarnya untuk menjadi praktek yang berkembang menjadi pendidikan karakter. Pendidikan Karakter sangat penting sekarang ini, karena anak-anak muda kita akan menghadapi banyak kesempatan tetapi juga banyak bahaya yang ‘tidak terdefinisikan’ oleh generasi-generasi sebelum mereka. Anak-anak kita sangat ter-<em>‘bombardir’</em> oleh banyak sekali pengaruh-pengaruh negatif yang datang dari media elektronika secara sangat kuat di peradaban moderen ini.”</p>
<p>Guru Besar Tetap FPsi Universitas Atmajaya, Prof. Irwanto, mengatakan bahwa setiap manusia secara alamiah dibekali dengan kondisi putih, namun dalam perjalanannya akan selalu dibayangi oleh kondisi hitam. Inilah tantangan bagi setiap manusia dalam mengaktualisasikan kondisi putih dalam dirinya.</p>
<p>“Kurangnya pengetahuan dan pemahaman pihak sekolah, orangtua, maupun siswa terhadap <em>bullying,</em> serta kurangnya kesempatan anak untuk belajar bersosialisasi dan berkomunikasi secara alamiah dengan keluarga adalah sebab mengapa permasalahan ini terjadi. Karena itulah nilai-nilai luhur harus kembali diaktifkan di rumah maupun di sekolah,” ujar dosen dan peneliti dari Universitas Indonesia, Ratna Djuwita.</p>
<p>Di lingkungan sekolah, guru adalah sosok teladan bagi siswa. Dirjen HAM Kemenhukham, Harkristuti Harkrisnowo, menaruh harapan besar kepada para guru dalam pembentukan karakter bangsa, “Orangtua cenderung menyerahkan pendidikan anaknya pada sekolah. Inilah tugas berat yang diemban seorang guru dan sekolah.”</p>
<p>Bagi konselor masalah keluarga dan pembentukan karakter, Rani Anggraeni Dewi, karakter luhur memiliki kekuatan membuka hati dan mengubah sifat manusia, sehingga kehidupan dipenuhi dengan perdamaian dan kerendahan hati. Dengan memberi kesempatan siswa/anak mengembangkan nilai-nilai dalam diri mereka, berarti kita menyiapkan mereka melangkah menuju dunia dengan penuh optimis. Dengan demikian, nampaknya kita benar-benar perlu meninjau ulang metode pendidikan yang selama ini digunakan, apakah sudah tepat guna agar memungkinkannya menghidupi nilai-nilai dalam setiap siswa.</p>
<p>Untuk kembali menghidupi karakter luhur, Ketua Yayasan SEJIWA Diena Haryana, berpendapat diperlukannya usaha menuju perubahan secara <em>systemic solution</em>, di mana semua unsur pendidikan secara <em>integrated</em> berjalan searah menuju pendidikan yang berbasiskan karakter dan kompetensi secara seimbang. Selama ini kita hanya menekankan pada pendidikan berbasiskan kompetensi. Menurut Diena, perubahan hanya bisa terjadi jika setiap unsur pendidikan memiliki <em>‘problem ownership’, </em>sehingga masing masing memperbaiki keadaan sesuai peran masing masing. Ia menambahkan “Tak mungkin perubahan di luar diri bisa kita lakukan, sebelum kita mampu mengubah diri sendiri. Semoga usaha ini dapat kita teruskan bersama ke depan hingga perubahan terjadi,” ujar Diena menutup pidatonya.[dj]</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-caring-old">
<ul class="socials">
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://sejiwa.org/workshop-sehari-dalam-rangka-memperingati-hari-buku-nasional-hari-jadi-ikapi-ke-60-dan-hari-jadi-perpustakaan-nasional-ke-30/&amp;t=Workshop+Sehari+Memperingati+Hari+Buku+Nasional%2C+Hari+Jadi+IKAPI+ke-60%2C+dan+Hari+Jadi+Perpustakaan+Nasional+ke-30" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Workshop+Sehari+Memperingati+Hari+Buku+Nasional%2C+Hari+Jadi+IKAPI+ke-60%2C+dan+Hari%5B..%5D+-+http://b2l.me/522dj&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://sejiwa.org/workshop-sehari-dalam-rangka-memperingati-hari-buku-nasional-hari-jadi-ikapi-ke-60-dan-hari-jadi-perpustakaan-nasional-ke-30/&amp;n=Workshop+Sehari+Memperingati+Hari+Buku+Nasional%2C+Hari+Jadi+IKAPI+ke-60%2C+dan+Hari+Jadi+Perpustakaan+Nasional+ke-30&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Workshop+Sehari+Memperingati+Hari+Buku+Nasional%2C+Hari+Jadi+IKAPI+ke-60%2C+dan+Hari+Jadi+Perpustakaan+Nasional+ke-30&amp;body=Link: http://sejiwa.org/workshop-sehari-dalam-rangka-memperingati-hari-buku-nasional-hari-jadi-ikapi-ke-60-dan-hari-jadi-perpustakaan-nasional-ke-30/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A %E2%80%9CMenata%20Pembinaan%20Karakter%20Luhur%20di%20Kalangan%20Siswa%E2%80%9D%0D%0AJakarta%2C%2018%20Mei%202010%E2%80%94Hakekat%20pendidikan%20adalah%20pembentukan%20sikap%20dan%20perilaku%2C%20serta%20pengembangan%20potensi%20sumber%20daya%20manusia%20yang%20bermanfaat%20bagi%20individu%20itu%20sendiri%20dan%20bangsa%20secara%20umum.%20Namun%20dalam%20pencapaiannya%2C%20dibutuhkan%20satu%20sistem" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-tumblr">
			<a href="http://www.tumblr.com/share?v=3&amp;u=http%3A%2F%2Fsejiwa.org%2Fworkshop-sehari-dalam-rangka-memperingati-hari-buku-nasional-hari-jadi-ikapi-ke-60-dan-hari-jadi-perpustakaan-nasional-ke-30%2F&amp;t=Workshop+Sehari+Memperingati+Hari+Buku+Nasional%2C+Hari+Jadi+IKAPI+ke-60%2C+dan+Hari+Jadi+Perpustakaan+Nasional+ke-30" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Tumblr">Share this on Tumblr</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://sejiwa.org/workshop-sehari-dalam-rangka-memperingati-hari-buku-nasional-hari-jadi-ikapi-ke-60-dan-hari-jadi-perpustakaan-nasional-ke-30/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Workshop+Sehari+Memperingati+Hari+Buku+Nasional%2C+Hari+Jadi+IKAPI+ke-60%2C+dan+Hari+Jadi+Perpustakaan+Nasional+ke-30+-+http://sejiwa.org/workshop-sehari-dalam-rangka-memperingati-hari-buku-nasional-hari-jadi-ikapi-ke-60-dan-hari-jadi-perpustakaan-nasional-ke-30/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejiwa.org/workshop-sehari-dalam-rangka-memperingati-hari-buku-nasional-hari-jadi-ikapi-ke-60-dan-hari-jadi-perpustakaan-nasional-ke-30/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Workshop Sehari</title>
		<link>http://sejiwa.org/workshop-sehari/</link>
		<comments>http://sejiwa.org/workshop-sehari/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 16:55:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[press]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejiwa.org/workshop-sehari/</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: large;">“</span></strong><strong><span style="font-size: large;">Menata Pembinaan Karakter Luhur di Kalangan Siswa</span></strong><strong><span style="font-size: large;">”</span></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: large;"> </span></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: small;">Dalam</span></strong> <strong><span style="font-size: small;">rangka</span></strong> <strong><span style="font-size: small;">memperingati</span></strong> <strong><span style="font-size: small;">Hari Buku Nasional</span></strong><strong><span style="font-size: small;">,</span></strong> <strong><span style="font-size: small;">Hari</span></strong><strong><span style="font-size: small;"> Jadi IKAPI ke 60, dan Hari Jadi Perpustakaan Nasional ke 30</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size: small;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size: small;"> </span></strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Jakarta, 17 Mei</span>&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: large;">“</span></strong><strong><span style="font-size: large;">Menata Pembinaan Karakter Luhur di Kalangan Siswa</span></strong><strong><span style="font-size: large;">”</span></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: large;"> </span></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: small;">Dalam</span></strong> <strong><span style="font-size: small;">rangka</span></strong> <strong><span style="font-size: small;">memperingati</span></strong> <strong><span style="font-size: small;">Hari Buku Nasional</span></strong><strong><span style="font-size: small;">,</span></strong> <strong><span style="font-size: small;">Hari</span></strong><strong><span style="font-size: small;"> Jadi IKAPI ke 60, dan Hari Jadi Perpustakaan Nasional ke 30</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size: small;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size: small;"> </span></strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Jakarta, 17 Mei 2010,—</span><span style="font-size: small;">Mendidik tidak hanya sebatas mentransfer ilmu, </span><span style="font-size: small;">mendidik</span> <span style="font-size: small;">adalah</span> <span style="font-size: small;">usaha</span> <span style="font-size: small;">berkesinambungan</span> <span style="font-size: small;">dalam</span> <span style="font-size: small;">membentuk karakter seseorang agar menjadi lebih baik, </span><span style="font-size: small;">lebih sopan dalam tataran etika</span><span style="font-size: small;">,</span><span style="font-size: small;"> estetika</span><span style="font-size: small;">,</span><span style="font-size: small;"> maupun perilaku dalam kehidupan sehari-hari.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Idealnya memang </span><span style="font-size: small;">demikian</span><span style="font-size: small;">,</span> <span style="font-size: small;">namun </span><span style="font-size: small;">apa yang terjadi di </span><span style="font-size: small;">ranah</span> <span style="font-size: small;">praktis</span><span style="font-size: small;">? Banyak kita jumpai perilaku anak didik yang </span><span style="font-size: small;">mengalami</span> <span style="font-size: small;">krisis</span> <span style="font-size: small;">karakter—melenceng</span> <span style="font-size: small;">nilai-nilai</span> <span style="font-size: small;">luhur</span><span style="font-size: small;">.</span> <span style="font-size: small;">Kit</span><span style="font-size: small;">a</span> <span style="font-size: small;">jumpai</span> <span style="font-size: small;">spektrum </span><span style="font-size: small;">dari krisis karakter </span><span style="font-size: small;">terjadi</span> <span style="font-size: small;">hampir</span> <span style="font-size: small;">di</span> <span style="font-size: small;">segala</span> <span style="font-size: small;">bidang</span> <span style="font-size: small;">kehidupan</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">semisal</span> <span style="font-size: small;">di bidang kepemimpinan, kesadaran bela negara, kebangsaan, sejarah b</span><span style="font-size: small;">angsa, spiritualisme, toleransi</span><span style="font-size: small;">, olah raga (sportivitas), ketahanan hidup</span><span style="font-size: small;">,</span><span style="font-size: small;"> dan kasih sayang.</span> <span style="font-size: small;">Fenomena</span> <span style="font-size: small;">ini tidak dapat </span><span style="font-size: small;">kita</span> <span style="font-size: small;">lepaskan</span> <span style="font-size: small;">dari</span> <span style="font-size: small;">arus</span> <span style="font-size: small;">perkembangan</span><span style="font-size: small;"> ilmu pengetahuan dan teknologi s</span><span style="font-size: small;">erta informasi yang mengglobal</span><span style="font-size: small;">—</span><span style="font-size: small;">bahkan</span> <span style="font-size: small;">sudah tidak mengenal batas-batas negara</span><span style="font-size: small;">—h</span><span style="font-size: small;">ingga</span> <span style="font-size: small;">mempengaruhi seluruh sendi kehidupan.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Apabila kita amati, pencapaian pendidikan nasional kita masih jauh </span><span style="font-size: small;">panggang</span> <span style="font-size: small;">dari</span> <span style="font-size: small;">api</span><span style="font-size: small;">, apalagi untuk mampu bersaing secara kompetitif dengan perkembangan pendidikan pada tingkat global. Baik secara kuantitatif maupun kualitatif, pendidikan nasional masih memiliki kelemahan mendasar. </span><span style="font-size: small;">Pendidikan </span><span style="font-size: small;">nasional, menurut banyak kalangan, bukan hanya belum berhasil meningkatkan kecerdasan dan keterampilan anak didik, melainkan gagal dalam membentuk karakter dan watak kepribadian, bahkan terjadi adanya degradasi moral.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Namun</span> <span style="font-size: small;">demikian</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">Ketua</span><span style="font-size: small;"> Yayasan SEJIWA, Diena Haryana </span><span style="font-size: small;">masih</span> <span style="font-size: small;">menaruh</span> <span style="font-size: small;">harapan</span> <span style="font-size: small;">pada</span> <span style="font-size: small;">sekolah</span> <span style="font-size: small;">sebagai</span> <span style="font-size: small;">agen</span> <span style="font-size: small;">pendidikan</span> <span style="font-size: small;">pembentukan</span> <span style="font-size: small;">karakter</span><span style="font-size: small;">.</span><span style="font-size: small;"> Diena </span><span style="font-size: small;">mengatakan</span><span style="font-size: small;">, ”</span><span style="font-size: small;">Kita </span><span style="font-size: small;">berharap</span> <span style="font-size: small;">banyak</span> <span style="font-size: small;">akan</span> <span style="font-size: small;">dunia</span> <span style="font-size: small;">pendidikan</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">di</span> <span style="font-size: small;">mana</span> <span style="font-size: small;">sekolah</span> <span style="font-size: small;">bisa</span> <span style="font-size: small;">menjadi</span> <span style="font-size: small;">tempat</span><span style="font-size: small;"> yang </span><span style="font-size: small;">aman</span> <span style="font-size: small;">dan</span> <span style="font-size: small;">menyenangkan</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">sehingga</span> <span style="font-size: small;">ma</span><span style="font-size: small;">mpu</span> <span style="font-size: small;">menyerap</span> <span style="font-size: small;">minat</span> <span style="font-size: small;">anak-</span><span style="font-size: small;">anak</span> <span style="font-size: small;">untuk</span> <span style="font-size: small;">beraktifitas</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">tumbuh</span> <span style="font-size: small;">dan</span> <span style="font-size: small;">berkembang</span> <span style="font-size: small;">di</span> <span style="font-size: small;">dalamnya</span><span style="font-size: small;">. </span><span style="font-size: small;">Permasalahannya</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">kita</span> <span style="font-size: small;">semua</span> <span style="font-size: small;">punya</span> <span style="font-size: small;">tanggung</span> <span style="font-size: small;">jawab</span> <span style="font-size: small;">untuk</span> <span style="font-size: small;">memicu</span> <span style="font-size: small;">perubahan</span> <span style="font-size: small;">positif</span> <span style="font-size: small;">ini</span> <span style="font-size: small;">untuk</span> <span style="font-size: small;">terjadi</span><span style="font-size: small;">.”</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Konselor</span> <span style="font-size: small;">masalah</span> <span style="font-size: small;">keluarga</span> <span style="font-size: small;">dan</span> <span style="font-size: small;">pembentukan</span> <span style="font-size: small;">karakter</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">Rani</span><span style="font-size: small;"> Anggraeni, </span><span style="font-size: small;">mengatakan</span><span style="font-size: small;">, “</span><span style="font-size: small;">Kami</span> <span style="font-size: small;">percaya</span><span style="font-size: small;">,</span> <span style="font-size: small;">secara</span><span style="font-size: small;"> spiritual </span><span style="font-size: small;">setiap</span> <span style="font-size: small;">manusia</span> <span style="font-size: small;">sudah</span> <span style="font-size: small;">dibekali</span> <span style="font-size: small;">nilai-nilai</span> <span style="font-size: small;">luhur</span> <span style="font-size: small;">di</span> <span style="font-size: small;">dalam</span> <span style="font-size: small;">dirinya</span><span style="font-size: small;">.</span> <span style="font-size: small;">Namun</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">diperlukan</span> <span style="font-size: small;">pendidikan</span> <span style="font-size: small;">berbasiskan</span> <span style="font-size: small;">nilai</span> <span style="font-size: small;">untuk</span> <span style="font-size: small;">mengaktualisasikan</span> <span style="font-size: small;">karakter</span> <span style="font-size: small;">luhur</span> <span style="font-size: small;">itu</span><span style="font-size: small;">?</span><span style="font-size: small;">”</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Kita harus sadar, bahwa pembentukan karakter sangat penting, bahkan sangat mendesak dan mutlak adanya. Hal ini cukup beralasan</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">mengingat</span> <span style="font-size: small;">desakan</span> <span style="font-size: small;">krisis yang terus berkelanjutan melanda negara kita sampai saat ini belum ada solusi secara jelas dan tegas.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Menanggapi</span> <span style="font-size: small;">fenomena</span> <span style="font-size: small;">ini</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">pemerhati</span> <span style="font-size: small;">masalah-masalah</span> <span style="font-size: small;">berkaitan</span> <span style="font-size: small;">dengan</span> <span style="font-size: small;">pembentukan</span> <span style="font-size: small;">karakter</span> <span style="font-size: small;">luhur</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">Tjahyo Tamtomo MA, M-Phil</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">mengatakan</span><span style="font-size: small;">, “</span><span style="font-size: small;">Masih minimnya </span><em><span style="font-size: small;">‘leading by examples’</span></em><span style="font-size: small;"> yang diperlihatkan oleh para pemimpin, regulator dan para pembuat kebijakan, menyebabkan rakyat menjadi bingung dalam mencari panutan.</span><span style="font-size: small;"> Masih dilakukannya ‘pembiaran’ terhadap masalah-masalah </span><em><span style="font-size: small;">governing</span></em><span style="font-size: small;"> dan </span><em><span style="font-size: small;">acts of commissions</span></em><span style="font-size: small;"> menyebabkan rakyat mencari solusi dengan melakukan </span><em><span style="font-size: small;">self-organizing actions</span></em><span style="font-size: small;"> yang mendasarkan kepada nilai-nilai keadilan di masyarakat</span><span style="font-size: small;">. </span><span style="font-size: small;">I</span><span style="font-size: small;">nilah yang menjadi karakter rakyat pada saat ini.</span><span style="font-size: small;">”</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p><span style="font-size: small;">“</span><span style="font-size: small;">Dalam</span> <span style="font-size: small;">usaha</span> <span style="font-size: small;">melahirkan</span> <span style="font-size: small;">generasi</span><span style="font-size: small;"> yang </span><span style="font-size: small;">mampu</span> <span style="font-size: small;">mengaktualisasikan</span> <span style="font-size: small;">diri</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">semua</span> <span style="font-size: small;">pihak</span> <span style="font-size: small;">terkait</span> <span style="font-size: small;">pendidikan</span> <span style="font-size: small;">harus</span> <span style="font-size: small;">menemukan</span> <span style="font-size: small;">beberapa</span> <span style="font-size: small;">hal</span> <span style="font-size: small;">terkait</span> <span style="font-size: small;">pendidikan</span> <span style="font-size: small;">pembentukan</span> <span style="font-size: small;">karakter</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">antara</span><span style="font-size: small;"> lain: </span><span style="font-size: small;">menentukan </span><em><span style="font-size: small;">problems identification</span></em><span style="font-size: small;"> &amp; </span><span style="font-size: small;">defini</span><span style="font-size: small;">si</span><span style="font-size: small;"> dari masalah </span><span style="font-size: small;">pendidikan</span> <span style="font-size: small;">karakter; mendefinisikan kebutuhan-kebutuhan </span><em><span style="font-size: small;">real</span></em><span style="font-size: small;"> y</span><span style="font-size: small;">ang</span><span style="font-size: small;"> d</span><span style="font-size: small;">iperlukan untuk </span><em><span style="font-size: small;">problem solving</span></em><span style="font-size: small;">; dan menentukan solusi dalam bentuk program </span><em><span style="font-size: small;">real</span></em><span style="font-size: small;"> di aspek-asp</span><span style="font-size: small;">ek implementasi kualitatif dan </span><span style="font-size: small;">k</span><span style="font-size: small;">uantitatif</span><span style="font-size: small;">,” </span><span style="font-size: small;">papar</span> <span style="font-size: small;">Tjahyo</span><span style="font-size: small;"> Tamtomo </span><span style="font-size: small;">lebih</span> <span style="font-size: small;">lanjut</span><span style="font-size: small;">.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Kita </span><span style="font-size: small;">juga</span> <span style="font-size: small;">harus</span> <span style="font-size: small;">menyadari</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">bahwa</span> <span style="font-size: small;">pendidikan </span><span style="font-size: small;">karakter merupakan upaya yang harus melibatkan semua pihak</span><span style="font-size: small;">,</span><span style="font-size: small;"> baik keluarga, sekolah, </span><span style="font-size: small;">instansi</span> <span style="font-size: small;">pemerintah</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">penegak</span> <span style="font-size: small;">hukum</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">media </span><span style="font-size: small;">massa</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">penulis</span> <span style="font-size: small;">dan</span> <span style="font-size: small;">penerbit</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">LSM, </span><span style="font-size: small;">serta</span> <span style="font-size: small;">masyarakat luas. Oleh karena itu, perlu </span><span style="font-size: small;">diupayakan</span> <span style="font-size: small;">pe</span><span style="font-size: small;">nyambung</span><span style="font-size: small;">an</span><span style="font-size: small;"> hubungan dan </span><em><span style="font-size: small;">educational networks</span></em><span style="font-size: small;">. Pembentukan dan pendidikan karakter, tidak akan berhasil selama antar lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan dan keharmonisan.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Momentum </span><span style="font-size: small;">Hari Buku Nasional, </span><span style="font-size: small;">Hari Jadi </span><span style="font-size: small;">IKAPI ke 60, dan </span><span style="font-size: small;">Hari Jadi </span><span style="font-size: small;">Perpustakaan Nasional ke 30</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">sengaja</span> <span style="font-size: small;">diambil</span> <span style="font-size: small;">untuk</span> <span style="font-size: small;">menggelar</span><span style="font-size: small;"> workshop </span><span style="font-size: small;">dengan</span> <span style="font-size: small;">tema</span> <span style="font-size: small;">“Menata Pembinaan Karakter Luhur di Kalangan Siswa”</span> <span style="font-size: small;">diharapkan</span> <span style="font-size: small;">mampu</span> <span style="font-size: small;">menjadi</span> <span style="font-size: small;">pijakan</span> <span style="font-size: small;">para</span> <span style="font-size: small;">penulis</span> <span style="font-size: small;">dan</span> <span style="font-size: small;">penerbit</span> <span style="font-size: small;">dalam</span> <span style="font-size: small;">mengupayakan</span> <span style="font-size: small;">pendidikan</span> <span style="font-size: small;">pembentukan</span> <span style="font-size: small;">karakter</span><span style="font-size: small;">.</span> <span style="font-size: small;">“</span><span style="font-size: small;">Saya</span> <span style="font-size: small;">berharap</span><span style="font-size: small;"> workshop </span><span style="font-size: small;">ini</span> <span style="font-size: small;">bisa</span> <span style="font-size: small;">memacu</span> <span style="font-size: small;">penulis</span> <span style="font-size: small;">dan</span> <span style="font-size: small;">penerbit</span> <span style="font-size: small;">untuk</span> <span style="font-size: small;">melahirkan</span> <span style="font-size: small;">karya-karya</span><span style="font-size: small;"> yang </span><span style="font-size: small;">mengarah</span> <span style="font-size: small;">pada</span> <span style="font-size: small;">pembinaan</span> <span style="font-size: small;">karakter</span><span style="font-size: small;">, </span><span style="font-size: small;">sehingga</span> <span style="font-size: small;">mengurangi</span> <span style="font-size: small;">ke</span><span style="font-size: small;">kerasan</span><span style="font-size: small;"> yang </span><span style="font-size: small;">selama</span> <span style="font-size: small;">ini</span> <span style="font-size: small;">terjadi</span><span style="font-size: small;">,</span><span style="font-size: small;">” </span><span style="font-size: small;">harap</span> <span style="font-size: small;">Ketua</span><span style="font-size: small;"> IKAPI, </span><span style="font-size: small;">Setia</span><span style="font-size: small;"> Dharma </span><span style="font-size: small;">Madjid</span><span style="font-size: small;">.</span><span style="font-size: small;">[dj]</span></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-caring-old">
<ul class="socials">
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://sejiwa.org/workshop-sehari/&amp;t=Workshop+Sehari" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Workshop+Sehari+-+http://b2l.me/522dm&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://sejiwa.org/workshop-sehari/&amp;n=Workshop+Sehari&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Workshop+Sehari&amp;body=Link: http://sejiwa.org/workshop-sehari/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A %E2%80%9CMenata%20Pembinaan%20Karakter%20Luhur%20di%20Kalangan%20Siswa%E2%80%9D%0D%0A%20%0D%0ADalam%20rangka%20memperingati%20Hari%20Buku%20Nasional%2C%20Hari%20Jadi%20IKAPI%20ke%2060%2C%20dan%20Hari%20Jadi%20Perpustakaan%20Nasional%20ke%2030%0D%0A%20%0D%0A%0D%0A%20%0D%0A%0D%0AJakarta%2C%2017%20Mei%202010%2C%E2%80%94Mendidik%20tidak%20hanya%20sebatas%20mentransfer%20ilmu%2C%20mendidik%20adalah%20usaha%20berkesinambungan%20dalam%20me" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-tumblr">
			<a href="http://www.tumblr.com/share?v=3&amp;u=http%3A%2F%2Fsejiwa.org%2Fworkshop-sehari%2F&amp;t=Workshop+Sehari" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Tumblr">Share this on Tumblr</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://sejiwa.org/workshop-sehari/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Workshop+Sehari+-+http://sejiwa.org/workshop-sehari/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejiwa.org/workshop-sehari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Workshop IKAPI – Perpustakaan Nasional &#8211; SEJIWA</title>
		<link>http://sejiwa.org/workshop-ikapi-%e2%80%93-perpustakaan-nasional-sejiwa/</link>
		<comments>http://sejiwa.org/workshop-ikapi-%e2%80%93-perpustakaan-nasional-sejiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 00:44:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejiwa.org/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>Kerangka Acuan</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>“Menata Pembinaan Karakter Luhur di Kalangan Siswa”</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>Latar Belakang</strong><strong> </strong></p>
<p>Akhir akhir ini kita melihat begitu banyaknya perilaku yang amat jauh dari keluhuran yang ditunjukkan oleh sebagian siswa/i di sekolah sekolah. Diantaranya, perkelahian&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>Kerangka Acuan</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>“Menata Pembinaan Karakter Luhur di Kalangan Siswa”</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>Latar Belakang</strong><strong> </strong></p>
<p>Akhir akhir ini kita melihat begitu banyaknya perilaku yang amat jauh dari keluhuran yang ditunjukkan oleh sebagian siswa/i di sekolah sekolah. Diantaranya, perkelahian antar sekolah, pemukulan oleh kakak kelas kepada adik kelasnya, peristiwa peristiwa ketika MOS berlangsung yang masih sarat dengan kekerasan, bahkan berdampak pada kematian siswa (data SEJIWA, 2009: 4 siswa/ dan 2 calon mahasiswa tewas dalam MOS), dan berbagai perilaku kekerasan yang seolah-olah menjadi nada irama rutin yang diperdengarkan media massa akhir akhir ini.</p>
<p>Perilaku ini juga ditampilkan oleh sebagian dari pendidik kepada anak anak dalam bentuk bentuk yang memprihatinkan. Ada yang masih menggunakan rotan atau penggaris untuk memukul anak, bila kedapatan anak tersebut tidak patuh. Ada orangtua yang meminta guru memukul anaknya bila anak tersebut tidak patuh (penelitian SEJIWA di Maluku, 2010). Bentuk bentuk pendisiplinan dengan cara cara kekerasan pada anak masih sering terdengar dan masih cukup banyak para pendidik yang menganggap hal tersebut amatlah wajar dan bukan masalah yang perlu diprihatinkan.</p>
<p>SEJIWA mengadakan pendataan tentang jumlah siswa/calon mahasiswa yang menjadi korban perilaku tak luhur di dunia pendidikan, dan mendapati data yang memiriskan. Dari data yang terhimpun mulai akhir 2005 sampai akhir 2007, didapati sejumlah 30 anak berusia 9 s/d 15 tahun yang telah bunuh diri maupun meninggal karena perilaku tak luhur tersebut, diantaranya pengeroyokan, pelecehan, pemukulan, penggencetan, yang membuat korban merasa tak berdaya dan kehilangan harapan hidup yang layak dan bermartabat. Ketika harapan harapan ini hilang, mereka mengakhiri hidup dengan cara cara yang mengenaskan.</p>
<p>Perilaku yang ditunjukkan anak tak lepas dari perilaku yang mereka serap sehari hari dari orang orang dan lingkungannya. Pola asuh orang tua yang keras dan kurang berempati berdampak kepada anak anak yang keras dan kurang berempati pula, atau sebaliknya, anak anak yang pasif dan kehilangan kepercayaan dirinya. Apa yang mereka lihat dan dengar di media masa, film dan game permainan di internet yang sarat dengan ketidakpantasan (keras, atau pornografi) menambah kuatnya penanaman nilai nilai anti keluhuran yang selanjutnya berdampak kepada anak anak yang menganggap apa yang setiap saat tersaji dalam kehidupan mereka menjadi kewajaran dan layak pula mereka ikuti.</p>
<p>Saat ini Pesantren Suralaya dipenuhi tidak saja para korban narkotika, tetapi juga anak anak yang kecanduan menggunakan internet, sehingga mereka tak mampu lagi mengatur waktu mereka dengan baik untuk belajar dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Mereka menjadi tak peduli terhadap dirinya maupun lingkungannya. Mereka kehilangan empati, tanggung jawab terhadap hidupnya dan lingkungannya, serta tak peduli terhadap apapun yang terjadi di lingkungannya. Mereka kehilangan potensi diri mereka untuk menjadi manusia utuh yang penuh kreativitas dan antusiasme. Kemajuan teknologi telah menelan sebagian dari anak anak kita untuk tak berkembang.</p>
<p>Kehidupan yang penuh dengan konsumerisme, dimana mall mall bertumbuhan dimana mana, mengurangi ruang gerak anak di alam terbuka, memaksa mereka hidup sebagai manusia yang tergantung pada tempat tempat tersebut. Mereka beraktifitas disana, bertemu teman temannya, bergaul, bergaya, bermimpi, di tengah tengah dunia konsumerisme yang membius mereka menjadi materialistis dan konsumtif. Mereka bukan saja jauh dari alam terbuka, bahkan dari dirinya sendiri. Kreatifitas mereka bisa jadi terancam, potensi potensi mereka bisa jadi pula terhambat untuk berkembang pesat. Mereka menjadi “generasi kafe” yang tumbuh dengan ketergantungan kepada kehidupan yang hingar bingar, membentuk mereka jadi kurang peduli dan berempati kepada lingkungan mereka di luar sana, yang masih berada di bawah garis kemiskinan.</p>
<p>Selain bullying, sekolah sekolah juga menghadapi adanya korban korban miras serta narkoba diantara siswa siswa kita, yang telah membuat anak anak tersebut hidup dalam ketergantungan yang menghancurkan kehidupan mereka. Mereka menjadi apatis, tak memiliki harapan, terbenam didalam kenistaan. Bila korban korban ini berasal dari keluarga tak mampu, maka sulit bagi anak anak tersebut untuk keluar dari kondisi buruk ini.</p>
<p>Semua yang tergambar di atas hanyalah sebagian kecil ilustrasi kehidupan yang terjadi pada sebagian anak anak didik kita. Semua perilaku tersebut di atas menggambarkan lemahnya nilai nilai luhur yang tertanam pada jiwa jiwa mereka. Bagi anak anak seperti ini, lingkungan dimana mereka tumbuh, bisa jadi miskin dari kesuri tauladanan, kering dari empati, kepedulian dan respek, membuat mereka tak memiliki contoh untuk berbuat baik. Nilai nilai luhur mereka pudar dan terbenam dalam sikap sikap yang egoistis, asosial maupun asusila. Kehidupan mereka mengalir liar tanpa arah, kehilangan kesempatan untuk menjadi yang terbaik dari diri diri mereka.</p>
<p>Dunia pendidikan dapat menjadi tempat yang strategis untuk membangun karakter luhur anak. Pihak sekolah  dapat menyentuh dan mendorong para siswa untuk mengembangkan perilaku luhur ini. Para guru juga perlu lebih mencari upaya agar melalui kesuritauladanan, mereka mampu mempengaruhi anak didik sedemikian rupa, sehingga mereka menjadi panutan dan pilar yang mampu membangkitkan anak anak untuk saling menghargai, peduli, melakukan kerjasama, berkreasi, dan membangun kedamaian. Kita berharap banyak akan dunia pendidikan kita, dimana sekolah bisa menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi anak anak kita, sehingga mampu menyerap minat anak anak kita untuk beraktifitas, tumbuh dan berkembang di dalamnya. Permasalahannya, kita semua punya tanggung jawab untuk memicu perubahan positif ini untuk terjadi.</p>
<p>Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional, hari jadi IKAPI ke 60, dan hari jadi Perpustakaan Nasional ke 30 dan, SEJIWA bekerjasama dengan IKAPI dan Perpustakaan Nasional untuk mengadakan sebuah workshop yang mengangkat tema “Menata Pembinaan Karakter Luhur di Kalangan Siswa”. Didorong kesamaan pandang dalam melihat permasalahan sosial dan pendidikan khususnya, yang berkaitan dengan karakter luhur ini, maka kami mengangkat tema workshop “Menata Pembinaan Karakter Luhur di Kalangan Siswa”, mengingat sekolah adalah lahan yang paling strategis untuk membuat sebuah kesadaran terjadi. Sebagai “the future generation”, bila anak anak didik kita dikuatkan dalam pembentukan nilai nilai luhur mereka, maka kita bisa berharap generasi mendatang akan mampu membangun sebuah budaya damai dan kreatif yang akan mengangkat bangsa ini dari keterpurukan.</p>
<p>Workshop ini bermaksud mengajak seluruh pihak dalam masyarakat kita untuk bekerjasama mendorong terjadinya sebuah kesadaran luas akan pentingnya berperilaku luhur di segala bidang. Selain usaha usaha keras untuk meningkatkan kualitas sekolah sekolah kita dalam membina karakter luhur siswa, diperlukan pula usaha usaha lainnya. Para penulis buku dan penerbit, peneliti, wartawan, tokoh-tokoh masyarakat, LSM, serta semua pihak dalam dunia pendidikan kita perlu mencari peluang-peluang pada disiplin masing-masing dalam menanggulangi fenomena penumpulan terhadap perilaku luhur pada sebagian dari anak didik kita. Dikhawatirkan bahwa tanpa upaya yang memadai dari berbagai pihak, kondisi ini akan memburuk dan semakin sulit untuk diatasi. Bila hal ini terjadi, maka bangsa kita akan terpuruk menjadi bangsa yang semakin lemah, tak berdaya dan miskin makna kehidupan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tujuan Workshop</strong><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Mengajak pihak pihak sekolah untuk berupaya mengatasi gejala gejala pudarnya nilai nilai luhur pada sebagian anak anak didik kita, dengan meningkatkan kemampuan para guru untuk  mempengaruhi anak didik melalui kesuritauladanan mereka.</li>
<li>Mendorong para penulis, penerbit dan media masa untuk menghasilkan karya karya penulisan yang menginspirasi masyarakat, dan menjadikan “Pembinaan Karakter” ini sebagai tema utama karya karya mereka untuk mengajak masyarakat berpikir, berkata dan berperilaku luhur di segala lini kehidupan.</li>
<li>Mendorong para guru, orang tua dan para pendidik secara luas untuk terus mencari cara cara dalam mengarahkan anak didik agar mereka tumbuh sebagai anak anak yang berkarakter luhur, sehingga mampu berperilaku luhur dalam kehidupan mereka.</li>
<li>Menyadarkan masyarakat akan terjadinya penumpulan terhadap karakter luhur  pada berbagai bentuk kehidupan kita saat ini, sehingga membangkitkan semangat untuk mengatasinya, khususnya melalui ranah pendidikan.</li>
<li>Mendorong terjadinya jaringan “Peduli Penataan Pembentukan Karakter Luhur pada Anak Didik Kita” yang luas di Indonesia melibatkan sekolah sekolah, pemerintah, psikolog, peneliti, media masa, LSM-LSM, para penulis, penerbit, polisi, dan para tokoh masyarakat.</li>
</ul>
<p><strong>Diselenggarakan:</strong> IKAPI dan Perpustakaan Nasional</p>
<p><strong>Didukung oleh:</strong> Direktorat Pendidikan Menengah Provinsi DKI Jakarta   ***** (mohon approvalnya, Pak Taufik Yudi… with thanks, diena)</p>
<p><strong>Dilaksanakan oleh</strong>: Yayasan SEJIWA (keterangan di bawah)</p>
<p><strong>Pelaksanaan Workshop:</strong></p>
<p>Tanggal                :  17 Mei 2010</p>
<p>Tempat                :   Perpustakaan Nasional, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat</p>
<p>Waktu                   :  Jam 8.30 s/d 15.30</p>
<p>Peserta                 :  250 orang terdiri dari:</p>
<ul>
<li>Menteri Pendidikan Nasional: Prof Dr Ir H. Mohammad Nuh, DEA/</li>
</ul>
<p>Bapak Fasli Djalal</p>
<ul>
<li>Direktur Pendidikan Menengah Prov DKI Jakarta: Bapak Taufik Yudi Mulyanto</li>
<li>Anggota DPR Komisi X peduli Pembinaan Karakter Luhur: Ibu Venna Melinda dan Ibu Theresia Pardede (TeRe)</li>
<li>Jaringan penerbit dan distributor buku di Indonesia</li>
<li>Jaringan penulis dan seniman</li>
<li>Orangtua dan guru</li>
<li>Para jurnalis</li>
<li>LSM nasional dan internasional</li>
<li>Volunteers dan panitia</li>
<li>Para pembicara</li>
</ul>
<p><strong>Pelaksana Workshop: </strong></p>
<p><strong>Yayasan Semai Jiwa Amini (SEJIWA)</strong></p>
<p>Sebuah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan. Beranggotakan psikolog, para pendidik dan profesionals, SEJIWA bertekad memainkan perannya dalam membantu meningkatkan mutu pelajar yang dihasilkan oleh sistem pendidikan kita, yang sehat, toleran, peduli, memiliki respek pada orang lain dan bersahaja.</p>
<p>Alamat SEJIWA:</p>
<p>Jl. Rawa Bambu 14C, Pasar Minggu, Jakarta 12520</p>
<p>Telp: 78843283, 70601060; fax: 7811058</p>
<p>Email address: antibullying@sejiwa.org; Website: <a href="http://www.sejiwa.org/">www.SEJIWA.org</a></p>
<p>Contact Person:  Emilia Bassar: 0816-1904994; Nurhuda Astari: 0813-7175200</p>
<p><strong>Pembicara:</strong><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Welcoming speech: Bapak Agus Pambagio (SEJIWA)</li>
</ul>
<p>Sambutan 1: Bp. Setia Dharma Madjid</p>
<p>Sambutan 2: Ibu Venna Melinda atau Ibu Theresia Pardede</p>
<ul>
<li>Key Note Speaker:</li>
</ul>
<p>Menteri Pendidikan Nasional atau Wakil</p>
<ul>
<li>Profesor Harkristuti Harkrisnowo, SH, MA, PhD; Direktur Jend Departemen HAM</li>
<li>Bapak Taufik Yudi Mulyanto: Direktur Pendidikan Menengah Provinsi DKI Jakarta
<ul>
<li>Professor Irwanto, PhD, Guru Besar Tetap FPsi Univ Atmajaya, Direktur Penelitian dan Pengembangan Masyarakat, Universitas Atmajaya</li>
<li>Bapak Tommy Tamtama: pemerhati masalah masalah berkaitan dengan pembentukan karakter luhur</li>
<li>Bapak Sudijo: Program Manager, Plan Indonesia</li>
<li>Ratna Djuwita: Dosen dan peneliti dari Universitas Indonesia, pendukung SEJIWA dalam kajian dan penanggulangan masalah-masalah bullying</li>
<li>Diena Haryana: Ketua LSM SEJIWA</li>
<li>Hiburan:  siswa/i pendukung kegiatan antibullying</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><strong>Moderator:</strong></p>
<p>Debra Yatim: Pemerhati Masalah Pendidikan, Penulis, Penyair</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Jadwal Workshop:</strong></p>
<p>8.30 – 9.00:         Registrasi</p>
<p>9.00 – 9.05:         Film pendek menampilkan kasus-kasus kekerasan di sekolah</p>
<p>9.05 – 9.15:         Puisi ‘Stop Bullying’ oleh: Ferinda</p>
<p>9.15 – 9.40:         Welcoming Speech: SEJIWA, Bp Agus Pambagio</p>
<p>Pidato Sambutan 1: Ketua Umum IKAPI</p>
<p>Pidato Sambutan 2: Anggota DPR, Komisi X: Ibu Venna Melinda atau Ibu Theresia Pardede (TeRe)</p>
<p>9.40 – 10.00:       Key Note Speech : Bapak Menteri Diknas atau Wakil</p>
<p>10.00 – 10.30:     Penampilan Group Band Falset, Juara Nasional Musik Anti Kekerasan Pada “Young Hearts Project” (Plan Indonesia-SEJIWA), dan mewakili Indonesia dalam “Youth Gathering on Anti Violence” di Thailand, 2009.</p>
<p>10.30 – 12.00:     “Mengapa Perlu Menata Pembinaan Karakter Luhur di Kalangan Siswa?”</p>
<p>Profesor Harkristuti Harkrisnowo,</p>
<p>Profesor Irwanto, PhD;</p>
<p>Bapak Sudijo;</p>
<p>Ibu Ratna Juwita. Moderator: Debra Yatim</p>
<p>Tanya Jawab</p>
<p>12.00 – 13.00:     Rehat makan siang</p>
<p>Potong tumpeng ulang tahun</p>
<p>Press Conference</p>
<p>13.00 – 13.30:     Survey terhadap peserta workshop:</p>
<p>1. Apakah anda akan turut melakukan sesuatu untuk menanggulangi masalah pemudaran terhadap pembentukan karakter luhur di kalangan siswa?</p>
<p>2. Apakah peranan anda yang dapat anda lakukan dalam rangka turut menanggulangi masalah ini?</p>
<p>3. Apakah selanjutnya yang perlu dilakukan SEJIWA ke depan?</p>
<p>13.30 – 16.00:     Adakah jalan keluarnya?</p>
<p>Bapak Taufik Yudi Mulyanto, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta</p>
<p>Bapak Tommy Tamtama, Pemerhati Pendidikan Karakter;</p>
<p>Diena Haryana, Ketua LSM SEJIWA.          Moderator: Ibu Debra Yatim</p>
<p>Tanya jawab; wrap up; penutupan</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-caring-old">
<ul class="socials">
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://sejiwa.org/workshop-ikapi-%e2%80%93-perpustakaan-nasional-sejiwa/&amp;t=Workshop+IKAPI+%E2%80%93+Perpustakaan+Nasional+-+SEJIWA" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Workshop+IKAPI+%E2%80%93+Perpustakaan+Nasional+-+SEJIWA+-+http://b2l.me/522dp&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://sejiwa.org/workshop-ikapi-%e2%80%93-perpustakaan-nasional-sejiwa/&amp;n=Workshop+IKAPI+%E2%80%93+Perpustakaan+Nasional+-+SEJIWA&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Workshop+IKAPI+%E2%80%93+Perpustakaan+Nasional+-+SEJIWA&amp;body=Link: http://sejiwa.org/workshop-ikapi-%e2%80%93-perpustakaan-nasional-sejiwa/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A Kerangka%20Acuan%0D%0A%E2%80%9CMenata%20Pembinaan%20Karakter%20Luhur%20di%20Kalangan%20Siswa%E2%80%9D%20%0D%0ALatar%20Belakang%20%0D%0A%0D%0AAkhir%20akhir%20ini%20kita%20melihat%20begitu%20banyaknya%20perilaku%20yang%20amat%20jauh%20dari%20keluhuran%20yang%20ditunjukkan%20oleh%20sebagian%20siswa%2Fi%20di%20sekolah%20sekolah.%20Diantaranya%2C%20perkelahian%20antar%20sekolah%2C%20pemukulan%20oleh%20kakak%20ke" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-tumblr">
			<a href="http://www.tumblr.com/share?v=3&amp;u=http%3A%2F%2Fsejiwa.org%2Fworkshop-ikapi-%25e2%2580%2593-perpustakaan-nasional-sejiwa%2F&amp;t=Workshop+IKAPI+%E2%80%93+Perpustakaan+Nasional+-+SEJIWA" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Tumblr">Share this on Tumblr</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://sejiwa.org/workshop-ikapi-–-perpustakaan-nasional-sejiwa/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Workshop+IKAPI+%E2%80%93+Perpustakaan+Nasional+-+SEJIWA+-+http://sejiwa.org/workshop-ikapi-%e2%80%93-perpustakaan-nasional-sejiwa/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejiwa.org/workshop-ikapi-%e2%80%93-perpustakaan-nasional-sejiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hasil Aksi Damai SEJIWA</title>
		<link>http://sejiwa.org/hasil-aksi-damai-sejiwa/</link>
		<comments>http://sejiwa.org/hasil-aksi-damai-sejiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 04:55:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[press]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejiwa.org/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>“Stop Ungkap Identitas Anak yang Berhadapan dengan Hukum di Media!”</strong></p>
<p>Jakarta, 4 Mei 2010, SEJIWA—Kenyataan dilapangan, masih banyak media massa yang menampilkan kasus anak secara vulgar, meskipun sudah ada UU Pers serta Kode Etik Jurnalistik. Dalam meliput kasus&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>“Stop Ungkap Identitas Anak yang Berhadapan dengan Hukum di Media!”</strong></p>
<p>Jakarta, 4 Mei 2010, SEJIWA—Kenyataan dilapangan, masih banyak media massa yang menampilkan kasus anak secara vulgar, meskipun sudah ada UU Pers serta Kode Etik Jurnalistik. Dalam meliput kasus anak yang berhadapan dengan hukum, media massa seringkali hanya memperhatikan aspek bisnis semata, tanpa menyeimbangkan dengan aspek edukasi, informasi, dan hiburan. Media massa lebih mengutamakan kepentingan pasar dan rating. Itulah kenapa berita tentang kriminal, konflik, dan seks begitu merebak. Jarang kita jumpai siaran yang menginspirasi anak, siaran yang mengandung edukasi bagi anak.</p>
<p>Berangkat dari keprihatinan inilah, SEJIWA menggunakan momentum Hari Kebebasan Pers untuk menyuarakan kepeduliannya terhadap hak-hak anak dengan harapan bisa menjadi instropeksi bagi insan pers, bahwa tidak selayaknya identitas anak yang berhadapan dengan hukum diungkap di media massa, kalau ingin memenuhi hak mereka sebagai anak.</p>
<blockquote><p>“Di dalam persprektif perlindungan anak, pelaku tindak kejahatan/tindak pidana adalah korban. Dia adalah korban dari lingkungan sosial, orangtua, pemerintah, dan sistem,” kata Ketua KPAI, Hadi Supeno. “Kita akan melakukan advokasi dengan media, karena ini bukan hanya kesalahan media saja, ini juga kesalahan KPAI yang belum mensosialisasikan prinsip-prinsip perlindungan anak, dalam hal ini bagaimana pemberitaan kasus anak. Tanpa disosialisasikan, siapapun tidak tahu bahwa hal itu melanggar undang-undang, melanggar prinsip-prinsip perlindungan anak,” tambahnya.</p></blockquote>
<p>Ketua Komnas Anak, Seto Mulyadi juga menyatakan keprihatinan yang sama meski dengan redaksi berbeda. Menanggapi fenomena ini, Kak Seto mengatakan, ”Apa yang dilakukan media melalui pemberitaannya sudah sangat bagus, tapi jangan sampai dicemari oleh pelanggaran hak anak dengan mengungkap identitas anak dan disiarkan pada publik. Kalau ada kasus-kasus seperti perkosaan, mohon tidak diserbu kamera, wawancara, dsb yang kadang-kadang masih berasa kurang berkenan bagi anak. Memang kayaknya hal itu diperlukan khalayak, tapi benarkah itu diperlukan oleh anak yang menjadi korban, yang menjadi sasaran investigasi?”</p>
<p>Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman masyarakat tentang prinsip-prinsip perlindungan anak berkaitan dengan pengungkapan identitas anak yang berhadapan dengan hukum, tim survey SEJIWA melakukan polling selama Aksi Damai di Bundaran HI, terhadap pejalan kaki dan peserta Aksi Damai. Dari survey tersebut diperoleh data:</p>
<ol>
<li> Pemahaman masyarakat tentang adanya undang-undang yang menjamin perlindungan identitas yang berhadapan dengan hukum di media massa: 48,35% ya, 45,05% tidak, 6,59% ragu-ragu.</li>
<li> Pemahaman masyarakat bahwa anak yang berhadapan dengan hukum harus dilindungi: 52,75% ya, 34,07% tidak, 13,19 ragu-ragu.</li>
<li>Pengalaman masyarakat mengenai pemberitaan identitas anak yang berhadapan dengan hukum di media massa: 72,53% ya, 23,08% tidak, 4,40% ragu-ragu.</li>
<li>Dukungan masyarakat tentang perlindungan identitas anak yang berhadapan dengan hukum di media massa: 71,43% ya, 23,08% tidak, 5,49% ragu-ragu.</li>
<li>Pemahaman masyarakat bahwa pemberitaan identitas anak yang berhadapan dengan hukum di media massa mempunyai dampak negatif: 82,42% ya, 10,99% tidak, 6,59% ragu-ragu.</li>
</ol>
<p>Data yang diperoleh dalam survey ini menunjukkan, meskipun UU Perlindungan Anak belum tersosialisasi ke seluruh kalangan, kesadaran masyarakat untuk memenuhi hak-hak anak cukup tinggi. Masyarakat tidak rela jika identitas anak yang berhadapan dengan hukum diungkap di media massa, karena sadar akan menimbulkan dampak negatif bagi anak-anak.</p>
<p>Bagaimana seharusnya pemberitaan seputar anak yang baik tanpa melanggar hak-haknya? Prasetyo Sudrajat, Perwakilan IJTI yang ikut berorasi dalam Aksi Damai ini, mengatakan, “Pemberitaan terhadap anak-anak itu jangan dieksplorasi secara vulgar, yang dieksplorasi itu kontennya, jangan identitas. Eksplorasi harus tetap ada, tapi segi identitas diri harus tetap dijaga. Misalnya ada anak yang melakukan pelanggaran hukum, itu bagus dieksplorasi dari segi konten untuk pembelajaran, tapi jangan dieksplorasi identitasnya. Jangan sampai jatidiri anak itu disampaikan secara utuh. Misalnya dengan meliput lingkungan sekolah atau alamat rumah. Itu tidak boleh. Nama dan alamat harus tersamar.”</p>
<p>Mantan Wakil Ketua KPI, Fetty Fejriati mempermaklumkan kondisi yang telah terjadi. Fetty Fejriati berharap agar KPI mendengar dan menindaklanjuti amanah yang disampaikan dalam Aksi Damai ini, meski harus terhambat karena belum adanya turunan dari UU Pers. “Pada tahun lalu kita tidak sempat membuat turunan dari pasal-pasal UU Pers. Ini adalah ‘pe er’ dari teman-teman yang ada di KPI saat ini,” aku Fetty Fejriati.</p>
<p>Ketua Yayasan SEJIWA, Diena Haryana menaruh harapan akan profesionalisme para jurnalis. Dalam orasinya, dengan lantang Diena mengatakan, “Kita akan terus menyuarakan pada semua pihak, agar para jurnalis melakukan penyiaran secara professional. Kita harus respek pada anak-anak kita. Kita harus melindungi hak-hak mereka. Pada pers kita, teruskan menyiarkan kekerasan yang ada, karena ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua. Kita harus tahu apa yang harus diperbaiki. Tanpa disuarakan media massa, kita tidak tahu apa yang terjadi. Tapi tolong, ketika menyuarakan harus lebih peka terhadap psikologi anak.”</p>
<p>Aksi Damai ini berhasil menelorkan kesepakatan dalam bentuk pernyataan sikap terkait perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum terhadap pemberitaan identitas di media massa, yang dibacakan secara bergiliran oleh Diena Haryana dan Prasetyo Sudrajat, yaitu:</p>
<ol>
<li>KPI, Dewan Pers, organisasi media, dan para jurnalis hendaknya memberikan kesadaran pada publik tentang perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum dari pemberitaan identitas di media massa.</li>
<li>KPI dan Dewan Pers hendaknya mengontrol media massa agar mematuhi UU Pers dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, khususnya dalam pemberitaan terhadap anak, dengan tidak meliput/menyiarkan pemberitaan yang mengarah pada identitas dan labelisasi anak.</li>
<li>Para Jurnalis sebagai profesi beretika, dalam kinerjanya wajib mematuhi prinsip-prinsip etika untuk ikut melindungi kepentingan anak dan kepekaan terhadap psikologi anak dengan tetap mengedepankan profesionalisme.</li>
</ol>
<p>Pernyataan Sikap ini ditandatangani oleh Ketua Yayasan SEJIWA Diena Haryana, Ketua KPAI Hadi Supeno, Ketua Komnas Anak Seto Mulyadi, perwakilan dari IJTI Prasetyo Sudrajat, mantan Wakil Ketua KPI Fetty Fejriati, dan Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Fariz Arif.</p>
<p>Sebelum Aksi Damai dibubarkan, peserta membubuhkan tanda tangannya di spanduk dukungan. Tidak hanya peserta aksi, bahkan perwakilan dari Kepolisian Polda Metro Jaya pun ikut menorehkan dukungannya.</p>
<p>Aksi damai ini dihadiri oleh Ketua Komnas Anak Seto Mulyadi, Ketua KPAI Hadi Supeno, mantan Wakil Ketua KPI Fetty Fajriati, Anggota Dewan Pers, Pengurus IJTI, dan Mahasiswa Pers dari beberapa Perguruan Tinggi di Jakarta (UIN, UI, Univ. Mercu Buana, Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Univ. Budi Luhur, dan Politeknik Swadharma) serta diliput oleh jurnalis televisi, radio, media cetak dan online, serta media kampus.[]</p>
<p>Koordinator	: Emilia Bassar (0816 190 4994, emiliabassar@yahoo.com)<br />
Humas		: Joni Sujono (0856 753 3020, joni.sujono@sejiwa.org)</p>
<p>SEJIWA<br />
Jl. Rawa Bambu No. 14C<br />
Pasar Minggu Jakarta Selatan 12520<br />
T.: 021-78843283, F.: 021-7811058<br />
Website: www.sejiwa.org E-mail: antibullying@sejiwa.org</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-caring-old">
<ul class="socials">
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://sejiwa.org/hasil-aksi-damai-sejiwa/&amp;t=Hasil+Aksi+Damai+SEJIWA" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Hasil+Aksi+Damai+SEJIWA+-+http://b2l.me/522dq&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
		<li class="shr-blogger">
			<a href="http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t&amp;u=http://sejiwa.org/hasil-aksi-damai-sejiwa/&amp;n=Hasil+Aksi+Damai+SEJIWA&amp;pli=1" rel="nofollow" class="external" title="Blog this on Blogger">Blog this on Blogger</a>
		</li>
		<li class="shr-yahoomail">
			<a href="http://compose.mail.yahoo.com/?Subject=Hasil+Aksi+Damai+SEJIWA&amp;body=Link: http://sejiwa.org/hasil-aksi-damai-sejiwa/ (sent via shareaholic)%0D%0A%0D%0A----%0D%0A %E2%80%9CStop%20Ungkap%20Identitas%20Anak%20yang%20Berhadapan%20dengan%20Hukum%20di%20Media%21%E2%80%9D%0D%0AJakarta%2C%204%20Mei%202010%2C%20SEJIWA%E2%80%94Kenyataan%20dilapangan%2C%20masih%20banyak%20media%20massa%20yang%20menampilkan%20kasus%20anak%20secara%20vulgar%2C%20meskipun%20sudah%20ada%20UU%20Pers%20serta%20Kode%20Etik%20Jurnalistik.%20Dalam%20meliput%20kasus%20anak%20yang%20berhadapan%20dengan%20huk" rel="nofollow" class="external" title="Email this via Yahoo! Mail">Email this via Yahoo! Mail</a>
		</li>
		<li class="shr-tumblr">
			<a href="http://www.tumblr.com/share?v=3&amp;u=http%3A%2F%2Fsejiwa.org%2Fhasil-aksi-damai-sejiwa%2F&amp;t=Hasil+Aksi+Damai+SEJIWA" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Tumblr">Share this on Tumblr</a>
		</li>
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://sejiwa.org/hasil-aksi-damai-sejiwa/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-plurk">
			<a href="http://www.plurk.com/m?content=Hasil+Aksi+Damai+SEJIWA+-+http://sejiwa.org/hasil-aksi-damai-sejiwa/&amp;qualifier=shares" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Plurk">Share this on Plurk</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejiwa.org/hasil-aksi-damai-sejiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
