“SAYA ANAK INDONESIA. SAYA BISA MENJADI PEMIMPIN DUNIA!”
Wisma Kinasih, 05 Juli 2010—Musik adalah ungkapan jiwa, jauh sebelum manusia mengenal bahasa. Ketika nada-nada terangkai dalam kesatuan irama, ia akan mampu menggetarkan serabut-serabut syaraf manusia. Pada detik awal, mungkin kita akan manggut-manggut, detik berikut tubuh kita perlahan menggeliat, hingga akhirnya bergoyang mengikuti irama. Bayangkan jika hal ini terjadi pada lebih dari 200 orang dalam satu ruangan. Sangat meriah.
Begitulah gambaran singkat acara pembukaan Forum Pemimpin Muda Nasional (FPMN) di Wisma Kinasih, Cibinong, Jawa Barat yang diselenggarakan oleh World Vision Indonesia dan mitra kerja utamanya Wahana Visi Indonesia. Dua ratus anak dengan didampingi para pendamping World Vision Indonesia masing-masing daerah, mewakili 40 kabupaten di 10 provinsi berkumpul dan berpartisipasi pada forum ini. Mereka didorong untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan, serta difasilitasi untuk terus mengelola potensi diri dan berani menyuarakan hak-haknya. Acara ini diperuntukkan dalam rangka perayaan 50 tahun pelayanan World Vision di Indonesia juga untuk menyongsong peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 23 Juli mendatang.
Antusiasme peserta demikian menggelora, tak terbendung keinginan untuk segera menampilkan berbagai kesenian daerahnya masing-masing, mulai dari musik, tari-tarian, puisi, dan berpantun ria. Dengan bangga mereka memakai pakaian adat lengkap dengan aksesoris khas daerahnya. Pembukaan acara pun dimulai pada pukul 16.00 – 18.00 WIB.
FPMN ini adalah yang kelima kalinya diselenggarakan sejak tahun 2000 oleh Worl Vision Indonesia. Tema yang diambil dalam FPMN kali ini adalah, “Saya anak Indonesia. Saya bisa menjadi pemimpin dunia!” Selain diharapkan memberi manfaat terbesar bagi anak-anak, forum ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman dan peningkatan komitmen bersama dalam mengupayakan pemenuhan hak anak kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat luas.
“Dalam Forum ini, para pemimpin muda akan difasilitasi untuk mengetahui, memahami, menyajikan dan membagi keberhasilan dan tantangan pemenuhan hak anak dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka juga akan bertemu dengan berbagai tokoh-tokoh nasional yang melakukan terobosan dalam bidang masing-masing, baik dalam pemerintahan, pendidikan, pertanian, maupun budaya,” ujar Direktur Nasional World Vision Indonesia, Trihadi Saptoadi, di sela-sela acara pembukaan.
Tiap peserta dalam forum ini telah mengikuti proses seleksi intensif di 40 wilayah program kerja World Vision Indonesia dan Wahana Visi Indonesia. Mereka menjadi Duta Pemimpin Muda dari daerahnya masing-masing. Para duta ini dipilih oleh sesama anak di wilayahnya karena mereka aktif menyuarakan aspirasi dan hak-hak anak di lingkungan mereka, seperti di sekolah dan di kampung.
Acara yang direncanakan berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 5-10 Juli 2010 ini diikuti oleh anak-anak dengan rentang usia 12-17 tahun, dan berasal dari berbagai provinsi mulai dari Aceh, Nias, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, NTT, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, hingga Papua. Mereka akan saling berinteraksi, berbagi pengalaman lewat diskusi dan kegiatan-kegiatan pengembangan potensi, serta kegiatan yang mendorong pemahaman hak-hak anak dan tanggung jawab atas diri sendiri, keluarga, masyarakat, juga negara.
Ketua Panitia, Pitoyo Susanto, dalam kata sambutannya mengatakan, “Selama enam hari berkumpul di sini, adik-adik duta pemimpin muda akan saling berbagi cerita dan bertukar pengalaman tentang kegiatan-kegiatanmu bersama dengan kelompok atau organisasimu, berpendapat tentang kondisi anak-anak di daerahmu masing-masing, belajar bersama untuk menyampaikan cerita kepemimpinan remaja, dan harapan-harapanmu kepada anggota DPR, kementrian kabinet yang bidangnya berhubungan dengan anak.”
“Dan yang paling penting dari semuanya, ekspresikan dirimu dan ceritamu dan teman-temanmu dengan senang dan bergembira,” ujar Pitoyo lebih lanjut.
Setalah makan malam, acara dilanjutkan dengan latihan teater bagi anak-anak peserta yang dipandu oleh seniman teater kondang , Jose Rizal Manua, sedang di ruang terpisah para pendamping peserta mendapat pengarahan dari ketua panitia penyelenggara tentang tata tertib dan teknis acara. Jam 21.30 seluruh peserta harus masuk kamar untuk beristirahat dan bangun jam 05.00, karena acara dimulai jam 07.00 esok pagi.[dj]





save as PDF