HARI ANAK NASIONAL 2020

Hari Anak Nasional 2020: Anak Terlindungi, Indonesia Maju

 

Hallo Sahabat SEJIWA, Wah, tahun ini Hari Anak Nasional dirayakan lagi dengan tema baru. Sahabat SEJIWA penasaran nggak, sih, dengan proses penetapan tanggal perayaan Hari Anak Nasional? Kira-kira apa alasan dibuatnya peringatan Hari Anak Nasional, ya?  Nah, kalau begitu, kita lihat lebih dulu sejarah munculnya peringatan Hari Anak Nasional, yuk!

Seperti  yang Sahabat SEJIWA ketahui, Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli. Ternyata, sebelum penetapan tanggal tersebut, Hari Anak Nasional sudah mengalami beberapa kali pergantian tanggal perayaan. Gagasan awal untuk peringatan Hari Anak Nasional dicetuskan oleh organisasi kaum perempuan Indonesia bernama Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Dalam sidang yang dilaksanakan oleh Kowani pada 1951, dibuatlah beberapa kesepakatan yang salah satunya adalah mengupayakan penetapan Hari Kanak-Kanak Nasional.

 

 

Kowani pun memulai langkah untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut dengan menggelar Pekan Kanak-Kanak pada 1952. Acara tersebut juga dihadiri oleh Presiden Soekarno. Pada 1953, sidang Kowani memutuskan untuk membuat acara ini sebagai acara rutin yang dilaksanakan tiap akhir bulan Juli atau liburan kenaikan kelas. Akhirnya pada 1959, pemerintah menetapkan tanggal 1 – 3 Juni sebagai peringatan hari anak di Indonesia, bersamaan dengan Hari Anak Internasional pada 1 Juni. Sayangnya, acara ini dinilai tidak memiliki makna historis karena tidak merujuk pada momen tertentu di negara kita. Kowani pun mengadakan sidang lagi di Jakarta (24 – 28 Juli 1964) untuk membahas tanggal peringatan hari anak di Indonesia. Mempertimbangkan bahwa Presiden Soekarno selalu hadir dalam perayaan hari anak, Kowani pun mengusulkan untuk menetapkan tanggal 6 Juni sebagai Hari Kanak-Kanak Indonesia. Salah satu alasannya adalah tanggal tersebut berdekatan dengan hari lahir Presiden Soekarno.

Peringatan hari anak Indonesia mengalami perubahan lagi karena pergantian kepemimpinan. Memasuki era Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto, segala kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya dihapuskan, termasuk tanggal peringatan Hari Kanak-Kanak Indonesia. Pada akhirnya, penetapan tanggal hari anak pun mencapai titik terang. Dikeluarkannya Keputusan Presiden (Keppres) No. 44/1984 oleh Presiden Soeharto mendukung keputusan bahwa Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli. Alasannya? Pada 23 Juli 1979 juga merupakan tanggal pengesahan Undang-Undang Kesejahteraan Anak.

Sampai  saat ini, peringatan Hari Anak Nasional dilaksanakan oleh semua tingkat pemerintahan (pusat dan daerah) dengan tujuan untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang ramah anak. Pada 2020, Hari Anak Nasional mengusung tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”. Tema ini sebenarnya didasarkan pada upaya pemenuhan dan perlindungan hak anak yang mengalami kendala dalam masa pandemi COVID-19.  Pada masa ini, banyak anak yang mengalami kekerasan baik verbal maupun nonverbal, serta berkurangnya kesempatan untuk bermain, belajar, dan berkreasi di luar rumah yang dapat menghambat tumbuh-kembang anak secara optimal. Dengan demikian, Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Indonesia (2020) menjelaskan, tujuan peringatan Hari Anak Nasional tahun 2020 adalah untuk menghormati, menghargai, dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi, serta memastikan segala hal yang terbaik untuk tumbuh-kembang anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa, juga dengan kolaborasi dari orangtua, keluarga, masyarakat, media massa, dan pemerintah.

Mengingat  kondisi saat ini masih dalam pandemi, bentuk perayaan Hari Anak Nasional (HAN) akan dilaksanakan secara virtual. Tagline acara peringatan HAN tahun 2020 ini adalah #AnakIndonesiaGembiradiRumah. Dengan pelaksanaan secara online, diharapkan HAN tahun ini bisa menjangkau lebih banyak anak dari seluruh provinsi di Indonesia. Bentuk perayaan puncak HAN akan dilaksanakan melalui aplikasi ZOOM pada Kamis, 23 Juli 2020 pukul 09.00-10.30 WIB oleh KemenPPPA dan Dinas terkait. Dalam acara puncak ini, akan ada konser musik oleh perwakilan anak dari seluruh provinsi di Indonesia, dialog interaktif, dongeng, video edukasi, dan acara menarik lainnya.

Sebagai pesan penutup,  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, Ibu I Gusti Ayu Bintang Darmawati, menyampaikan bahwa meskipun perayaan HAN tahun ini dilaksanakan secara online, diharapkan kondisi ini tidak mengurangi makna perayaan HAN, yaitu sebagai bentuk kepedulian Bangsa Indonesia terhadap anak agar memiliki tumbuh kembang yang optimal dengan mendorong keluarga Indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan anak. Semoga anak Indonesia tetap bisa gembira di rumah dengan lebih banyak aktivitas menyenangkan bersama orang tua. Jangan lupa untuk tetap bijak menggunakan internet dan gawai, ya!

 

Salam Damai,

Yayasan SEJIWA

“Service for Peace”

 

Referensi

Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Indonesia. (2020). Pedoman pelaksanaan hari anak nasional 2020. Diakses dari https://kemenpppa.go.id/index.php/page/read/30/2745/panduan-hari-anak-nasional-han-2020

Nancy, Y., & Raditya, I. N. (2019). Sejarah hari anak nasional & alasan diperingati setiap 23 juli. Tirto. Diakses dari https://tirto.id/sejarah-hari-anak-nasional-alasan-diperingati-setiap-23-juli-eeSs