Penyampaian Aspirasi Anak kepada Pengelola Negara
“Berbicara masalah fasilitas kesehatan, jangankan di daerah luar Jawa, sedang di daerah saya, Muara Angke, yang termasuk wilayah DKI, fasilitas kesehatan kurang memadai. Bahkan kalau saya boleh jujur, di daerah Muara Angke tidak ada fasilitas kesehatan. Ini yang ingin saya sampaikan kepada Menteri Kesehatan,” kata seorang pesertas FPMN duta DKI dalam diskusi persiapan jumpa pengelola negara di Aula Wisma Kinasih, Cibinong yang diselenggarakan oleh World Vision Indonesia dan mitra utamanya, Wahana Visi Indonesia.
Wisma Kinasih, 8 Juli 2010—Setelah para duta FPMN (Forum Pemimpin Muda Nasional) mendapatkan pembekalan dari para narasumber seputar perlindungan dan pengembangan potensi anak selama 3 hari, tibalah saatnya menyampaikan aspirasi mereka kepada para pengelola negara. Agar aspirasi mereka serempak didengar, 200 duta dengan didampingi para pendamping masing-masing daerah memecah diri menjadi 6 kelompok untuk bertemu dengan lembaga negara yang berhubungan dengan anak secara paralel.
Apa yang mereka sampaikan bukan hanya mewakili daereh masing-masing, apalagi sekadar kepentingan pribadi, namun para duta ini menyampaikan permasalahan seputar perlindungan dan pengembangan potensi anak secara nasional. Aspirasi yang mereka sampaikan adalah hasil perumusan dari diskusi 200 duta FPMN yang mewakili 10 provinsi di wilayah pelayanan Wahana Visi Indonesia, meliputi Aceh, Nias, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, NTT, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua.
Rumusan aspirasi tersebut disampaikan di empat kementerian negara, yaitu Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Aspirasi ini juga disampaikan kepada lembaga negara perlindungan anak, KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), juga pada Komisi DPR yang menangani tenaga kerja dan transmigrasi, kependudukan dan kesehatan, yaitu Komisi IX DPR.
Dalam penyampaian aspirasi tersebut, tiap kelompok diwakili oleh 2 juru bicara yang secara bergantian mempresentasikan hasil diskusi di depan menteri beserta stafnya. Setalah mendapat tanggapan langsung dari menteri atau yang mewakili, para duta juga diberi kesempatan untuk berdiskusi.
Tanggapan dari lembaga kementerian sungguh luar biasa. Dengan bangga dan ramah, para pemangku lembaga negara ini menyambut kunjungan para duta. Para duta menangkap kesan ini misalnya dari penyambutan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dalam kesempatan ini, Ibu Linda Amalia Sari sebagai menteri di lembagai ini secara langsung menyambut, menerima aspirasi, berdialog, dan menyempatkan bercengkerama serta berfoto ria dengan para duta.
Setelah para duta melakukan kunjungan ke beberapa lembaga negara tersebut, mereka pun harus kembali ke Wisma Kinasih, Cibinong untuk berbagi pengalaman masing-masing kelompok kepada seluruh peserta FPMN serta merumuskan tindak lanjutnya.[dj]





save as PDF
