Artikel

Mendidik Anak di Era ‘Screen Time’

Pada era ‘Screen time’ ini orang tua mempunyai tantangan tersendiri dalam mendidik anak-anak. Teknologi digital berbasis visual mempunyai daya tarik yang besar bagi anak-anak pada saat ini. Hal ini bisa menjadi sesuatu yang positif ataupun dapat berbalik menjadi sesuatu yang negatif bilamana tidak digunakan dengan bijak dan sesuai. Tentunya hal ini harus menjadi perhatian bagi orangtua dalam memberikan akses pada anak untuk menggunakan teknologi digital ini.

Pada Oktober 2016, American Academy Pediatrics (AAP) merilis anjuran atau petunjuk penggunaan teknologi digital berbasis visual bagi anak-anak dan remaja. Berikut adalah rekomendasi penggunaan teknologi digital berbasis visual bagi anak-anak berdasarkan usia:

  • Anak usia 0 -18 bulan, sangat dianjurkan untuk tidak menggunakan teknologi digital sama sekali. Pengecualian bilamana penggunaannya digunakan untuk video jarak jauh berkomunikasi dengan keluarga.
  • Anak usia 18 bulan – 2 tahun. Pada usia ini anak mulai boleh diperkenalkan dengan teknologi digital. Namun perlu untuk amat sangat diperhatikan kualitas program dalam teknologi tersebut. Sangat dianjurkan program yang diperkenalkan ialah program dan teknologi yang dapat membantu interaksi antar anggota keluarga.
  • Anak usia 2 – 5 tahun , maksimum penggunaan teknologi digital, sangat direkomendasikan maksimal penggunaannya adalah 1 jam perhari.
  • Anak usia di atas 5 tahun, dianjurkan maksimal ialah 2 jam perhari.
sumber: lifestyle.okezone.com

Akibat dari penggunaan media teknologi digital yang berlebihan pada anak:

  1. Obesitas (kegemukan). Hasil dari penelitian mengungkapkan anak yang memilik ketergantungan pada media mempunyai kemungkinan untuk obesitas dikarenakan kurangnya aktivitas. bergerak.
  2. Hasil penelitian lainnya, pola tidur anak akan terganggu. Anak yang memiliki ketergantungan, mempunyai potensi untuk kekurangan waktu tidur dari yang seharusnya ia dapatkan. Sehingga pada akhirnya hal ini akan menyebabkan kelelahan pada anak
  3. Secara sosial ketergantungan anak pada media akan mengurangi waktu yang berkualitas bersama keluarga, pada akhirnya kebutuhan sosial dan kognitif anak menjadi tidak terpenuhi.

Namun dari hal-hal buruk yang dapat terjadi dapat dicegah bilamana penggunaan teknologi digital terhadap anak digunakan secara bijak dan efisien. Penggunaan teknologi digital yang baik dan bijak akan berdampak positif pada anak. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Anak dapat mengaplikasikan ilmu yang ia dapat dari teknologi tersebut untuk digunakan dalam kehidupannya sehari-hari. Termasuk dalam ilmu – ilmu sederhana seperti matematika dan perilaku manusia.
  2. penggunaan teknologi digital yang baik terbukti dapat meningkatkan kemampuan anak untuk belajar khususnya di bidang sains dan matematika.

Ada beberapa pertanyaan refleksi yang dapat dilakukan oleh orang tua apakah penggunaan media elektronik berdampak baik atau buruk bagi anaknya. Berikut adalah pertanyaannya.

  1. Apakah anak saya sehat secara fisik dan cukup tidur?
  2. Apakah anak saya terhubung secara sosial dengan keluarga dan teman (dalam bentuk apapun)?
  3. Apakah anak saya berprestasi di sekolah?
  4. Apakah anak saya mempunyai ketertarikan dengan minat dan hobi (dalam bentuk apapun)?
  5. Apakah anak saya bersenang-senang dan belajar menggunakan media digital mereka?

Dari pertanyaan ini, jika jawaban anda adalah “iya”, maka anda tidak perlu khawatir. Artinya anda telah menggunakan teknologi digital secara bijak. Jika jawaban anda adalah “tidak” maka anda perlu untuk melakukan beberapa hal untuk memperbaikinya.

 

Berikut adalah hal – hal yang dapat dilakukan oleh orang tua sebagai pemberi edukasi penggunakan teknologi digital bagi anak:

  1. Jadilah Contoh: Anak-anak belajar dengan observasi dan tujuh puluh persen anak-anak saat ini merasa orang tua mereka terlalu banyak di layar mereka. Gunakan waktu anda untuk banyak melakukan interaksi dengan keluarga, dibandingkan dengan media digital anda. Sehingga anak akan mencontoh perilaku tersebut
  2. Membuat Kegiatan Prioritas: Sebagai keluarga, buatlah daftar semua aktivitas yang tidak dapat dinegosiasikan vs aktivitas yang diinginkan. Isi kalender harian dengan kegiatan yang tidak dapat dinegosiasikan seperti waktu sekolah, waktu makan, waktu tidur, waktu bermain di luar ruangan, kegiatan ekstra kurikuler dan waktu mengerjakan pekerjaan rumah. Kemudian Anda dapat mengalokasikan sejumlah waktu untuk penggunaan media digital, mengikuti panduan yang disarankan oleh AAP.
  3. Ajarkan etika penggunaan teknologi: ajarkan etika menggunakan teknologi. Misalnya tidak menggunakan teknologi digital ketika sedang berinteraksi dengan orang lain.
  4. Tetapkan peraturan media yang tegas: Jauhkan komputer dan laptop dari kamar tidur anak-anak dan simpan di area keluarga.

 

Sumber artikel: https://www.edtechteam.com/blog/2017/06/parenting-in-screen-time-era/