What to do?
Bila Anak/Siswa Anda Korban Bullying
Yang perlu dilakukan :
- Cermati gejala perubahan anak baik dalam hal fisik, kebiasaan, perilaku, keluhan, dll
Misalnya:
v Sering beralasan untuk tidak masuk sekolah
v Meminta pindah sekolah tanpa alasan yang jelas
v Mengurung diri
v Prestasi belajar menurun
v Suka membawa barang-barang tertentu sesuai permintaan pelaku
v Ekspresi emosi yang tidak biasa: sering menangis, marah-marah, uring-uringan, gelisah, cemas, dll
v Memar, lebam di tubuh
v Tidak bersosialisasi, punya sedikit teman
- Segeralah lakukan pendekatan padanya. Tumbuhkan rasa nyaman dan percayanya pada diri anda
- Tenanglah dalam bertindak
- Yakinkan anak bahwa ia telah mendapat perlindungan dari perilaku bullying mendatang
- Laporkan kepada guru atau pihak sekolah untuk segera dilakukan penyelidikan
- Ajarkan anak kita untuk mengelola emosinya. Dorong dan bimbing anak agar tetap tenang serta percaya diri dalam keseharian terutama ketika bertemu lagi dengan pelaku. Hal ini dikarenakan reaksi anak dapat menjadi penguat untuk terulangnya bullying di kemudian hari.
- Ajarkan anak menolak permintaan bully secara tegas dan asertif
Yang sebaiknya dihindari :
- Hindari untuk bergegas mencari pelaku bullying dan melakukan tindakan kepadanya. Dalam keadaan emosional, otak cenderung tidak dapat berpikir jernih sehingga tindakan kita seringkali menjadi tidak rasional dan berpotensi menimbulkan masalah yang baru.
- Mengatakan pada anak untuk melawan tindakan bullying yang dilakukan oleh temannya. Membalas perbuatan bullying dengan perbuatan yang sama tidak akan pernah dapat menyelesaikan masalah.
- Menekan dan memaksa anak untuk memberi informasi sebanyak-banyaknya mengenai kasus bullying yang tengah ia hadapi pada satu kesempatan.
Bila Anak/ Siswa Anda Pelaku
- Ajaklah anak untuk berbicara. Hadapi anak dengan tenang dan sabar
- Tetap pelihara harga diri anak dan perlakukan dengan respek.
- Tanyakan mengenai apa yang telah ia lakukan pada anak lain.
- Sampaikan bahwa anda tahu secara pasti bahwa ia telah melakukan bullying, terutama bila anak mengelak. Sampaikan faktanya. Misalnya anda melihat sendiri, ada orang dewasa (guru, staf sekolah) yang melihat atau ada laporan saksi yang dapat dipertanggungjawabkan.
- Hindari menuduh dan menyudutkan anak
- Tumbuhkan empati anak. Diskusikan dengan anak bagaimana perasaan korban saat menerima perlakuan bullying.
- Cari tahu minat dan bakat anak. Arahkan anak untuk menyalurkan energi, waktu dan perhatiannya pada kegiatan positif yang ia minati (misalnya kegiatan kreasi musik dan seni, olahraga, dll)
- Jaga kerahasiaan nama saksi dan pelapor yang menjadi sumber informasi guru dan orang tua tentang kasus bullying.
Sumber:
Sejiwa, Yayasan. (2008). Bullying: Mengatasi Kekerasan di Sekolah dan Lingkungan Sekitar Anak. Jakarta: PT Grasindo.





save as PDF