Panduan “Screen-Time” untuk Mengurangi Pengaruh Gadget pada Anak Usia Dini

Hallo Sahabat Sejiwa, Teknologi yang terus berkembang menyebabkan media sebagai bagian dari perkembangannya juga ikut berkembang. Penggunaan media pada anak mengalami perubahan dari zaman dahulu dan sekarang. Pada tahun 1970, anak-anak mulai teratur menonton televisi di usia 4 tahun. Berbeda dengan zaman sekarang, Anak-anak generasi masa kini merupakan generasi digital native, yaitu mereka yang sudah mengenal media elektronik dan digital sejak lahir. Bayi usia 4 bulan sudah mulai terpapar oleh televisi di rumahnya. Sama halnya dengan penggunaan gadget termasuk handphone. Pada tahun 2018, penelitian menunjukkan 25,2% anak usia 5-9 tahun pada penetrasi dalam penggunaan internet.1

Gadget sebagai salah satu media informasi memiliki keuntungan dan kerugian bagi penggunanya. Keuntungan penggunaan gadget antara lain adalah timbulnya ide-ide baru yang segar, meningkatnya arus informasi dan kepedulian terhadap berita terbaru. Selain itu, media dapat digunakan sebagai sarana untuk mempromosikan kesehatan dan informasi terbaru tentang penyakit serta penanganannya. Namun, media juga memiliki efek buruk terutama pada anak-anak yang menggunakannya.

Did you know?

“Hindari penggunaan screen time untuk anak berusia dibawah 2 tahun dan batasi penggunaan screen time tidak lebih dari 2 jam sehari untuk anak berusia lebih dari 2 tahun. Gunakan waktu tersebut untuk membaca, bermain, dan bereksplorasi di luar rumah, sehingga tumbuh kembang anak tetap optimal.”dr Vicka Farah Diba Msc SpA

Pengaruh gadget dan media (handphone/televisi) terhadap perkembangan anak usia dini antara lain:

  1. Meningkatnya kemungkinan anak terpapar terhadap konten dewasa/kekerasan, sehingga akan berpengaruh terhadap perilakunya.
  2. Berkurangnya interaksi antara orang tua dan anak karena waktu anak banyak fokus kepada media yang dia gunakan.
  3. Perilaku anak yang sering terpapar gadget akan lebih agresif, temperamental dan bermasalah dalam mengendalikan kontrol emosinya.
  4. Meningkatnya risiko terhadap obesitas, risiko kardiovaskular, depresi, dan gangguan tidur pada anak.
  5. Penggunaan gadget saat belajar dapat menyebabkan keterlambatan belajar pada anak.2,3

Screen time adalah waktu yang digunakan untuk menggunakan komputer, menonton televisi, ataupun bermain video games.4 American Academy of Pediatric (AAP) tidak merekomendasikan penggunaan media pada anak kurang dari 2 tahun karena anak sedang mengalami perkembangan di bidang kognitif, bahasa, sensorik-motorik, dan kemampuan sosial emosional mereka. Pada usia ini, anak memerlukan praktek langsung dan interaksi dari orang tuanya agar perkembangan mereka optimal.

Berbagai ahli juga menganjurkan screen time tidak lebih dari 2 jam setiap hari untuk anak yang berusia lebih dari 2 tahun. Makin banyak waktu yang dihabiskan anak di dunia maya, makin besar peluang untuk terpapar materi yang tidak sesuai usia atau mengalami perlakuan salah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Remaja, seperti orang dewasa, dengan cepat dapat mengalami adiksi terhadap internet. Hal ini tidak sehat, dan waktu yang dihabiskan dengan menyendiri memandangi layar komputer lebih baik digunakan untuk bergaul dengan teman sebaya ataupun melakukan aktivitias fisik.6

AAP merekomendasikan beberapa hal terkait dengan “screen time” pada anak, antara lain:4,5

  1. Anak usia kurang dari 18 bulan tidak direkomendasikan untuk terpapar gadget dan media kecuali video chatting
  2. Orang tua yang memiliki anak usia 18-24 bulan dan ingin mengenalkan media ke anaknya, disarankan untuk memilih program/aplikasi yang memiliki kualitas yang baik serta pendampingan terhadap anak dalam menggunakannya
  3. Orang tua sebaiknya tidak membiarkan anak kurang dari 2 tahun untuk menonton televisi tapi lebih baik untuk mendorong anak melakukan kegiatan atau aktivitas yang lebih interaktif yang akan menstimulasi perkembangan otak misalnya berbincang, bermain, bernyanyi, dan membaca bersama.4
  4. Bagi anak usia lebih dari 2 tahun, batasi waktu menonton TV dan video game, maksimal 2 JAM/hari
  5. Hindari penggunaan gadget pada saat makan, pada saat mengerjakan PR dan satu jam sebelum tidur
  6. Pilih program TV yang edukatif, informatif dan tidak mengandung kekerasan. Dampingi anak ketika menonton televisi dan beri edukasi mengenai yang ditonton
  7. Matikan TV/media lain apabila tidak digunakan
  8. Hindari penggunaan media/gadget untuk menenangkan anak yang sedang menangis atau rewel karena akan berpengaruh pada perkembangan pengendalian emosi mereka
  9. Tetapkan waktu tanpa media/gadget (misalkan saat makan malam dengan keluarga) dan lokasi-lokasi tertentu bebas media elektronik (misalkan di kamar tidur)
  10. Jangan meletakkan TV di kamar agar tidak menganggu kebiasaan tidur anak
  11. Atur waktu untuk aktivitas fisik dan olahraga bersama keluarga secara teratur
  12. Biasakan si Kecil untuk melakukan aktivitas-aktivitas lain, seperti membaca, olah raga, hobi, dan permainan kreatifl ainnya

Jadilah Orangtua teladan (AAP, 2001):4

  • Berikan contoh pada si kecil dengan mengurangi screen time Anda
  • Atur waktu Anda untuk aktivitas fisik dan olahraga bersama keluarga
  • Lakukan perubahan bertahap untuk anak dengan cara perbanyak aktivitas fisik, kurangi menonton TV dan game

Agar tidak membawa dampak buruk bagi anak, aturan screen time yang perlu diketahui para orang tua. Setelah mengetahui screen time yang baik bagi anak berdasarkan umurnya, lantas bagaimana cara penerapannya? Nah, Anda bisa mulai dari memerhatikan waktu anak di depan layar gadget, baik sedang di rumah maupun di tempat lainnya. Pastikan bahwa waktu aktivitas fisik anak lebih banyak dibandingkan screen time-nya.

Cara lain yang dianggap efektif dalam membatasi screen time adalah dengan tidak menjadikan teknologi sebagai solusi. Beberapa orang tua memberikan gadget ketika anaknya sedang nangis, tak mau makan atau ketika anak tak bisa tidur. Tanpa disadari, hal ini akan membuat anak sangat bergantung pada perangkat digital. Sebagai solusinya, para orang tua hanya perlu melihat titik awal alasan mengapa anak menangis, alih-alih membungkamnya dengan perangkat digital.

Sumber:

  1. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia [APJII]. (2018). Profil Pengguna Internet Indonesia. Jakarta: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia
  2. AAP Council on Communications and Media. Media used in school-aged children and adolescents. Pediatrics.2016;138(5): e20162592.
  3. AAP Council on Communications and Media. Media and young minds Pediatrics.2016;138(5): e20162591.
  4. Children, Adolescents, and Television, Pediatrics;2001;107;423-426
  5. Media Violence, Pediatrics; 2009;124;1495
  6. Rosary, Soebadi A. KEAMANAN MENGGUNAKAN INTERNET BAGI ANAK. IDAI 2014. Available from : http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/keamanan-menggunakan-internet-bagi-anak

Created By:

Andika Zakiy, Lindia Fauziah, dan Suwartiningsih