Peringatan Hari Anak Nasional 2010 di Aceh Besar

Anak Aceh Bisa Sehat, Berpendidikan, Kreatif dan Sejahtera!

Lhoknga, 29 Juli 2010 Peringatan Hari Anak Nasional 2010 di Aceh Besar dilakukan dalam serangkaian kegiatan anak yang memadukan kreativitas, seni dan kecerdasan dalam acaraPameran Seni dan Budaya Anak Aceh Besar.” Kegiatan ini dilangsungkan oleh World Vision Indonesia pada tanggal 29-31 Juli 2010 bertempat di Lapangan Desa Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Kab Aceh Besar. Dengan mengambil tema ”Lihat Aku, Aku Bisa” diharapkan agar melalui kegiatan ini dapat memberikan ruang agar anak mampu mengekspresikan kreatifitas sekaligus bermain dan belajar.

Pameran Seni dan Budaya Anak Aceh Besar yang sarat informasi ini dibuka dengan pembacaan Hak-hak Anak oleh Cut Maisarah, siswi kelas 1 SMA 1 Lhoknga dan Muhibbur Akbar siswa kelas 1 MsTN Meuraksa. Keduanya dengan lantang mengingatkan kembali semua pihak akan Hak-hak Anak yang tercantum dalam Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia melalui Kepres No. 36 tahun 1990. Sekitar 300 anak terlibat dalam perlombaan kreativitas dan seni seperti baca puisi, tarian, pidato dan cerdas cermat maupun tersedianya stan-stan pameran edukatif di bidang pendidikan, kesehatan dan peningkatan ekonomi.

World Vision Indonesia sebagai organisasi yang berfokus pada anak, berkomitmen dalam mendukung pemenuhan hak-hak anak, baik itu untuk mendapatkan pendidikan yang layak, akses terhadap fasilitas kesehatan, hidup secara layak dan terjamin, maupun hak untuk bermain dan berkreasi. “Kegiatan perayaan HAN 2010 hari ini dan 2 hari kedepan merupakan sarana untuk memberikan ruang kreatifitas pada anak yang merupakan hak anak, disamping untuk menumbuhkan rasa percaya diri, semangat berkompetisi dan keberanian pada anak untuk tampil dan berekspresi melalui perlombaan dan kreatifitas seni budaya,” ujar Nurliza sebagai Area Development Program Manager Aceh Besar, World Vision Indonesia.

Di dalam sambutannya, Liza juga menjelaskan bahwa perayaan ini merupakan rangkaian dari tiga sektor yang menjadi fokus kegiatan World Vision dalam pendampingan masyarakat di Aceh Besar, yaitu bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Ketiganya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak Aceh Besar.

Perdamen Sagala, Regional Operation Manager World Vision Indonesia wilayah Sumatera mengingatkan semua komponen masyarakat, tentang pentingnya pemenuhan hak anak-anak Aceh Besar akan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak. “Berdasarkan data kesehatan Aceh tahun 2005, hanya 9%  bayi di bawah 6 bulan yang mendapatkan ASI ekskusif. Hal ini disebabkan masih berkembangnya kepercayaan di masyarakat bahwa pisang dan madulah yang paling cocok untuk bayi dibandingkan ASI ekslusif.” Pardamen juga menambahkan di pedesaan masih sedikit ibu-ibu yang membawa anak mereka ke Posyandu untuk diimunisasi dan mengutip Laporan UN Office for Recovery Coordination 2007 dimana hanya 49% anak di bawah 1 tahun yang menerima paket imunisasi lengkap.

Untuk kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat, dalam pameran ini disediakan sudut sehat dimana terdapat pelayanan gratis bagi ibu hamil dan balita, mobil pelayanan kesehatan dan konsultasi KB serta layanan kesehatan gigi yang bekerjasama dengan Yayasan Cinta Madani. Sebuah program “Logam untuk Gizi Anakku” diluncurkan untuk mengajak ibu-ibu menyisihkan sebagian uang mereka dan menabung untuk peningkatan asupan gizi. Program ini dimaksudnya untuk meningkatkan kemandirian masyarakat untuk lebih peduli dengan kesehatan dan dimulai dari hal-hal kecil. Tak lupa diputar film “IBU SEHAT GENERASI KUAT” yang diharapkan dapat mengedukasi masyarakat menuju masyarakat yang sehat dan kuat.

Dibidang pendidikan juga tersedia sudut baca yang dilengkapi dengan perpustakaan keliling dari Pemerintah Aceh Besar. Diharapkan keberadaan sudut  baca ini dapat digunakan oleh anak-anak untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan minat baca. Dibidang ekonomi tersedia ruang bagi Kelompok Swadaya Masyarakat dampingan untuk memamerkan dan mempromosikan produk unggulannnya. Dengan adanya kelompok-kelompok industri rumah tangga ini diharapkan akan berdampak dalam meningkatkan perekonomian keluarga terutama bagi pemenuhan pendidikan dan kesehatan anak.

Peringatan Hari Anak Nasional harus dimaknai sebagai tekad seluruh bangsa Indonesia, secara nyata mengupayakan perlindungan dan pemenuhan hak- hak anak untuk tumbuh dan berkembang sebagai insani yang utuh. Komitmen nyata dan dukungan kita semua akan membuat terwujudnya anak Aceh yang sejahtera dan berkualitas. Anak-anak sudah seharusnya mendapat tempat dan menjadi prioritas utama dalam kehidupan bangsa.[]

Leave a Reply