Permainan Digital dan Agresivitas Anak

Posted on Posted in Artikel

Beberapa hasil penelitian menunjukkan durasi bermain video games yang mengandung kekerasan dapat mempengaruhi tingkat agresivitas anak. Semakin tinggi durasi bermain video games, semakin tinggi pula tingkat agresivitas anak. Dari hasil penelitian ini, terdapat banyak hal yang dapat  kita sama-sama amati dari fenomena ini. Mari kita telaah lebih lanjut.

Saat ini, dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, anak dengan mudah bisa bermain permainan digital. Beragam permainan digital dapat ditemui anak seperti Playstation, permainan di komputer rumah, laptop, tablet dan smatphone. Kemudahan akses pada permainan digital ini tentunya mendatangkan kekhawatiran bagi orang tua, karena sangat banyak jenis permainan yang bisa anak mainkan. Mungkin saja konten permainan tidak sesuai dengan usia anak, atau berisi konten yang negatif. Misalnya mengandurng kekerasan atau pornografi.

Saat ini, sangat banyak permainan digital yang kontennya mengandung aktivitas kekerasan, seperti perkelahian dan perusakan fasilitas. Hal ini tentu saja bisa berdampak negatif dan memunculkan agresivitas. Agresivitas adalah tindakan yang bertujuan untuk menyakiti orang lain, baik secara fisik, maupun non fisik.

Anak dengan agresivitas yang tinggi dapat menjadi seorang yang melakukan tindak kekerasan kepada orang lain. Dalam lingkup pertemanan misalnya, anak dengan tingkat agresivitas yang tinggi dapat memukul dan menyakiti temannya dengan tujuan mendapatkan perhatian.

Lalu apa yang bisa dillakukan kita, sebagai orang dewasa lakukan untuk mencegah anak agar jauh dari tingkah laku agresif? Tentu saja dengan mengontrol anak pada aktivitas bermain permaianan digital:

  1. Kenali judul permainan yang anak mainkan. Dengan begitu, anda jadi bisa mengetahui lebih jauh, apakah permaian tersebut layak dan sesuai untuk usia anak anda. Selain itu, anda juga bisa mengetahui, jenis permaianan seperti apa yang anak anda mainkan. Apakah memiliki konten yang negatif atau tidak. Salah satu judul permaianan yang mengandung kekerasan yaitu GTA.
  2. Batasi durasi anak dalam bermain permainan digital. Dalam memberi durasi, berdiskusilah dengan anak agar anak anda juga dapat mengemukakan pendapatnya. Selain itu, cobalah untuk memberi syarat, sebelum memperbolehkan anak anda bermaian permainan digital. Misalnya, setelah selesai mengerjakan tugas sekolah, atau kewajiban rumah, dan hanya boleh satu jam dalam sehari.
  3. Perhatikan anak saat sedang bermain permainan digital. Terkadang, terdapat iklan berkonten pornografi yang muncul saat anak bermain secara online.