Seruan Direktur Nasional World Vision Indonesia menyambut Hari Anak Nasional 2010

Anak Indonesia yang Sehat, Berpendidikan dan Sejahtera adalah Potret Kemakmuran Indonesia di Masa  Depan !

Hari Anak Nasional sepatutnya digunakan sebagai momentum untuk mengingatkan semua komponen masyarakat akan pentingnya pemenuhan hak anak-anak Indonesia akan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak. Tekad Pemerintah Indonesia untuk memenuhi hak anak diwujudkan dengan meratifikasi Konvensi Hak Anak pada tahun 1990. Bahkan lebih dari itu, beberapa undang-undang yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak telah disahkan. Namun kita semua menyadari, jalan panjang menuju cita-cita luhur tersebut masih terbentang dan menantang dihadapan kita.

Kemiskinan menjadi salah satu masalah yang paling sulit untuk dipecahkan. Dari 74.481.000 anak di Indonesia, 32 juta anak tinggal dalam keluarga miskin. Kondisi seperti ini berpengaruh terhadap beberapa aspek kehidupan anak. Banyak anak dari keluarga miskin sulit mengakses pelayanan kesehatan serta pendidikan yang memadai.

Setiap tahun 13 juta anak Indonesia mengalami malnutrisi. Sekitar 7,6 juta anak di bawah umur 5 tahun – atau 1 dari 3 anak – terhambat pertumbuhannya yang kemudian dapat mengganggu perkembangan mereka. Yang membuat kita prihatin, lebih dari 500 anak Indonesia meninggal setiap harinya sebelum mencapai usia lima tahun akibat kasus yang dapat dicegah, seperti diantaranya komplikasi saat kelahiran dan kehamilan, radang paru akut serta diare. Dampak buruk dialami juga oleh anak-anak Indonesia dalam proses pendidikannya. Sebanyak 2,5 juta anak berusia 7 – 15 tahun tidak memperoleh hak untuk pendidikan dasar 9 tahun karena berbagai alasan ( sumber KomNas PA – catatan 2009), dan 486.426 anak putus sekolah pada jenjang pendidikan SD/MI. (Depdiknas, 2007)

Beberapa ancaman lain terhadap kehidupan anak, diantaranya lewat tindakan kekerasan terhadap anak. Sebanyak 2,3 juta anak menjadi korban kekerasan, bahkan 61,4% pelaku kekerasan terhadap anak adalah orangtuanya. Perlakuan terhadap anak seperti ini, akan meninggalkan trauma dan mengganggu perkembangan kepribadian anak. Ancaman lain yang mungkin luput dari pengamatan kita, adalah ancaman HIV dan AIDS terhadap anak. Ribuan kasus AIDS pada usia 18-25 tahun, membuktikan bahwa penularan sudah terjadi pada masa anak-anak dan remaja. Suatu fakta yang tentunya mengejutkan kita.

Mari kita renungkan sejenak beberapa fakta kehidupan anak-anak Indonesia, generasi penerus bangsa tercinta ini. Harus kita akui, pemenuhan hak anak Indonesia masih terpinggirkan dan kehidupannya masih jauh dari sejahtera. Padahal apabila kita tidak menginvestasikan waktu, tenaga, dan uang kita bagi kesehatan, pendidikan dan perlindungan mereka, kita sedang membahayakan potensi bangsa ini untuk menjadi bangsa yang makmur. Anak Indonesia yang sehat, berpendidikan dan sejahtera adalah potret kemakmuran Indonesia di masa depan. Oleh sebab itu sudah selayaknya Hari Anak Nasional tidak hanya diperingati secara seremonial bahkan ritual semata.

Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2010 harus  dimaknai sebagai tekad seluruh bangsa Indonesia, secara nyata mengupayakan perlindungan dan pemenuhan hak- hak anak untuk tumbuh dan berkembang sebagai insani yang utuh. Saat ini, lebih dari 100.000 orang dari 19 negara secara aktif melalui World Vision berkontribusi untuk menjadikan anak Indonesia lebih sejahtera. Ini adalah panggilan bagi kita sebagai bangsa untuk mengupayakan kesejahteraan anak-anak kita sebelum orang lain mengambil bagian. Jadikan mereka generasi penerus yang tangguh dan berkualitas dengan karakteristik sehat, jujur, cerdas, berprestasi, serta berakhlak mulia.

Di tengah situasi yang sulit ini, semangat juang bangsa Indonesia semakin teruji untuk menciptakan kehidupan sejahtera bagi anak-anak Indonesia. Situasi yang sulit justru memaksimalkan kreatifitas akan keterlibatan kita mulai dari hal-hal yang kecil sesuai kapasitas yang kita miliki.

Setiap kita memiliki peluang untuk berperan nyata sesuai dengan bidang dan potensi kehidupan yang kita miliki, untuk meningkatan kehidupan yang lebih baik bagi anak Indonesia. Tidak hanya ketika kita memperingati Hari Anak Nasional, tetapi disetiap kesempatan yang kita miliki. Hanya dibutuhkan sedikit waktu untuk menjadi relawan dan membagikan ilmu bagi anak-anak yang tidak dapat mengecap pendidikan formal serta mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk meningkatkan status kesehatannya. Hanya perlu sedikit kepedulian untuk menyisihkan buku, pakaian, makanan serta obat-obatan yang kita miliki untuk anak-anak yang membutuhkan. Hanya dibutuhkan sedikit kesabaran untuk memperlakukan anak-anak tanpa kekerasan dan menempa mereka dengan ajaran perilaku dasar yang sarat akan nilai-nilai kejujuran dan berakhlak mulia.

Komitmen nyata dan dukungan kita semua akan membuat terwujudnya anak Indonesia yang sejahtera dan berkualitas bukan hanya sekedar angan saja. Anak Indonesia harus mendapat tempat dan menjadi prioritas utama dalam kehidupan bangsa.

Maju terus anak-anak Indonesia. ! Jadilah anak Indonesia yang sehat, berpendidikan dan sejahtera demi kemakmuran Indonesia di masa depan !

Jakarta, 23 Juli 2010

Amelia Merrick
Pejabat Direktur Nasional World Vision Indonesia

Leave a Reply