Young Hearts: Pelajar Se-Jabodetabek Bersuara Melawan Bullying di Sekolah
DEPOK, 13 November 2008. Kekerasan di sekolah terus terjadi. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat siswa sekolah untuk terus aktif mencari solusi. Sekitar 150 siswa sekolah menengah (SLTP dan SLTA) se-Jabotabek berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan kampanye anti kekerasan (bullying) di sekolah. Partisipasi mereka diwujudkan dalam penciptaan media seni (musik, poster, foto, puisi) dalam Program Young Hearts. Selama tiga hari, 13-15 November 2008, karya cipta seni para siswa ditingkatkan mutu dan penampilannya dan dipagelarkan di Wisma Makara, Universitas Indonesia, Depok.
Selama tiga hari tersebut, para peserta mendapatkan pelatihan intensif oleh sejumlah tenaga profesional di bidang seni. Mereka diajak untuk mendalami permasalahan kekerasan di sekolah dan menggali pesan-pesan positif untuk menghentikan kekerasan disekolah. Para siswa ini adalah mereka yang karya seninya terpilih selama periode seleksi program Young Hearts pada bulan Agustus-September 2008 lalu.
”Program Young Hearts ini berupaya mendorong partisipasi siswa sekolah dalam mencari solusi terhadap kenyataan kekerasaan di sekolah-sekolah. Mereka pasti pernah menyaksikan atau menjadi korban atau mungkin pernah menjadi pelaku kekerasan. Pengalaman-pengalaman tersebut dituangkan dalam media seni seperti lagu, puisi, poster atau foto dan dijadikan alat kampanye bersama,” ungkap Paulan Aji, manajer komunikasi Plan International Indonesia.
Young Hearts diprakarsai oleh Plan Internasional dan dilaksanakan di 6 negara di Asia, yaitu Indonesia, Filipina, Bangladesh, Thailand, India, dan Vietnam. Untuk Program Young Hearts di Indonesia, Plan bermitra dengan Yayasan SEJIWA dan melibatkan pula Departemen Pendidikan Nasional, praktisi media seni dan musik, kalangan akademisi seperti Universitas Paramadina, Universitas Negeri Surabaya dan sekolah menengah, media massa dan pemerhati pendidikan. Rangkaian program Young Hearts ini telah dimulai sejak bulan Juni 2008.
”Kekerasan di sekolah harus dihentikan karena akan menimbulkan trauma berkepanjangan bagi siswa, lingkaran kekerasan tanpa ujung dan penurunan kualitas prestasi anak didik. Karya seni yang dihasilkan adik-adik siswa ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran di antara siswa, guru dan orang tua untuk menghentikan kekerasan melalui cara-cara yang menyenangkan dan kreatif di sekolah-sekolah,” kata Diena Haryana, Ketua Yayasan SEJIWA. Penulis lirik lagu Stop Bullying ini juga menambahkan bahwa kegiatan musik dan seni seperti ini akan sangat menstimulasi kerja otak kanan untuk membangkitkan empati, kepedulian, dan kehalusan budi, sehingga ajang seperti ini pasti akan mengurangi bullying di sekolah-sekolah. Para guru pun juga dapat meningkatkan komunikasi dengan anak-anak didik kita dalam proses pembinaan dan supervisi kegiatan-kegiatan kreatif ini, sehingga suasana damai dan menyenangkan tercapai di sekolah.
Program Young Hearts dilaksanakan di 3 kota besar yaitu Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya. Karya-karya berupa lagu, puisi, poster dan foto telah dihasilkan dan akan dijadikan media kampanye anti kekerasan di sekolah. Selain itu, dari 3 kota besar itu, satu karya lagu/musik terbaik akan mewakili Indonesia dalam Festival Internasional Anti Kekerasan di Bangkok pada bulan Mei 2009.
Selain meningkatkan partisipasi anak-anak muda dalam menanggapi permasalahan di sekitar mereka, Young Hearts membantu anak-anak muda menciptakan kreasi musik dan seni berkualitas. Kreasi musik dan seni berkualitas ini diharapkan dapat menggugah kesadaran pemerintah dan kalangan pendidikan untuk menghentikan kekerasan/bullying di sekolah dan meningkatkan sistem pendidikan yang ramah. Hal ini sejalan dengan Konvensi PBB artikel 12, 13, dan 29 tentang hak anak, yang mendukung penggunaan media seni/ musik sebagai cara efektif dalam meningkatkan kesadaran akan isu penting yang dihadapi oleh anak-anak dan membantu mereka menganalisa dan mengekspresikan isu tersebut.
“Diharapkan melalui kegiatan kampanye ini, anak-anak akan dapat memiliki kesadaran dan kepercayaan diri untuk terlibat menangani permasalahan dan memberi solusi alternatif atas kekerasan yang terjadi di sekitar mereka. Plan di Indonesia merasa perlu mendukung upaya peningkatan kualitas sekolah dan penciptaan sekolah yang menyenangkan yang memungkinan siswa-siswa belajar tanpa rasa takut dan bertumbuh kembang secara sehat,” lanjut Paulan Aji.
Kampanye Young Hearts didorong oleh temuan survey yang dilakukan Plan dan SEJIWA pada Mei 2008 di Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya tentang kekerasan di SD, SMP dan SMA. Survey yang melibatkan hampir 1.500 siswa (dari 11 SD, 6 SMP, 7 SMA) dan 75 guru tersebut menemukan bahwa terjadi kekerasan verbal dan psikologis (bullying), fisik oleh guru terhadap siswa (corporal punishment), kekerasan antar siswa (geng anak muda), pelecehan seksual dan penggunaan senjata. Dari jawaban kuesioner yang disebarkan di SMP dan SMU, 66.1% siswa SMP dan 67.9% siswa SMA menilai terjadi kekerasan disekolah. Pelaku kekerasan umumnya adalah teman, kakak kelas, adik kelas, guru, kepala sekolah, dan ’preman’ disekitar sekolah. Hal ini juga diperparah oleh temuan survey tentang reaksi siswa dan guru terhadap kekerasan di sekolah. 31.3% siswa SMP dan 27.9% siswa SMA akan ikut melakukan kekerasan atau 24.1% siswa SMP dan 25.4% siswa SMA mengambil sikap diam saja (bystander) jika mendapati adanya kekerasan. Beberapa guru tidak tahu berbuat apa, sementara sebagian besar akan memanggil pelaku dan melaporkan ke guru BP hingga kepala sekolah.
***
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi:
Diena Haryana
Ketua Yayasan SEJIWA
HP: 08159500216
http://www.sejiwa.org
http://cahayasejiwa.blogspot.com
Paulan Aji
Manajer Komunikasi Plan Indonesia
HP: 0811144240
Catatan untuk Editor:
1. Proyek Young Hearts dimulai pada bulan Mei 2008 dengan kegiatan Pengenalan program dan Sosialisasi Anti Kekerasan di 3 kota (Jakarta, Yogyakarta, Surabaya). Pada periode Juni-Agustus 2008, para siswa-siswa SLTP dan SLTA di 3 kota tersebut membuat karya pilihan mereka (lagu, puisi, poster, atau puisi). Pada bulan September 2008, tim juri Young Hearts menyeleksi karya yang masuk dan memilih 10 lagu dari 10 group musik, 10 puisi, 10 poster dan 10 foto dari 3 kota. Pada bulan Oktober-November 2008, dilakukan pelatihan dan seleksi atas 10 karya dari 4 kategori seni di setiap kota. Pada tahap ini, akan dipilih 3 karya terbaik dari masing-masing kategori. Pada Januari 2009 Program Young Hearts akan menggelar karya-karya seni terbaik dari 3 kota dan akan memilih 1 group musik terbaik dari 9 group musik untuk mewakili Indonesia di Festival Internasional Anti Kekerasan di Bangkok.
2. Plan adalah lembaga pengembangan masyarakat dan kemanusiaan internasional yang berfokus pada kesejahteraan anak. Plan bekerja di 66 negara di dunia untuk memberikan kesempatan kepada anak – anak dapat merealisasikan seluruh potensi mereka. Setiap tahunnya, diseluruh dunia, Plan menyentuh lebih dari 1,5 juta anak yang diantaranya sekitar 55.000 anak – anak dari Indonesia.
3. SEJIWA adalah LSM lokal yang dalam 2 tahun ini bergerak dalam mengkampanyekan anti bullying melalui program Guru Penyemai Potensi di sekolah–sekolah di Indonesia. Diharapkan melalui kampanye nasional ini, Program Youngh Hearts dapat mendorong terjadinya sekolah ramah berbasis ”Belajar Tanpa Rasa Takut”.





save as PDF