Anak-Anak Terlibat dalam Momentum Bersejarah

Dalam Pembuatan Optional Protocol Baru terkait Konvensi PBB atas Hak-Hak Anak

5 perwakilan anak dari berbagai belahan dunia telah berkumpul di PBB, yang dianggap
sebagai momentum bersejarah ketika untuk pertama kalinya suara anak didengarkan dalam
upaya pembuatan perjanjian international Optional Protocol atas Konvensi PBB tentang
Hak-hak Anak, terkait hak-hak anak untuk mendapatkan “Free Pre-Elementary and
Secondary Education bagi anak-anak di dunia”.

B 2


Sesi yang melibatkan anak-anak, bertemakan: “Partisipasi Anak: Perspektif dan
Rekomendasi Anak”, yang menampilkan 4 anak yang hadir di PBB: 1, Sania: Indonesia; Lana:
Croatia; Karen: Mexico; Robert: Scotland; dan 1 anak yang hadir secara online: Roberto
(Liberia), yang tak dapat hadir karena permohonan visanya tidak berhasil didapatkan. Sesi
tersebut diselenggarakan pada 1 dan 2 September 2025.
Ini adalah kali yang pertama anak-anak diajak untuk terlibat secara langsung dalam
menyampaikan aspirasi anak-anak dari negara masing-masing. Sebagian besar dari para
diplomat yang mewakili negara masing-masing serta ahli-ahli Pendidikan yang hadir,
menyampaikan dukungan mereka atas dibentuknya Optional Protokol baru atas Konvensi
PBB terkait Hak-Hak Anak terkait Hak-Hak Anak untuk Mendapatkan “Free Pre-elementary
and Secondary Education bagi Anak Anak di dunia”. Ada beberapa perwakilan negara-
negara yang mempertanyakan apa pentingnya “Optional Protocol” baru ini untuk dibuat.


Beberapa perwakilan menyampaikan oposisi mereka. Apa yang akan terjadi selanjutnya
terkait pembuatan optional protocol baru ini, akan merupakan proses yang akan berjalan
sesuai dengan mekanisme kerja di dalam PBB, yang bisa jadi akan memakan waktu tahunan.
Sania adalah salah satu Champion Muda SEJIWA yang mewakili Indonesia dalam
pertemuan di atas.

Sania menyampaikan bahwa:
“Partisipasi anak ini adalah langkah yang tepat, dimana anak-anak dari berbagai
belahan dunia bisa menyampaikan hal-hal penting atas kehidupan mereka, juga atas
harapan dan impian-impian mereka. Anak-anak dapat menyampaikan apa saja yang
belum baik yang terjadi di sekeliling mereka, serta apa rekomendasi mereka untuk
perbaikannya. Mendengarkan suara anak tidak akan pernah sia-sia, karena
keputusan-keputusan penting oleh para “state leaders” yang akan diambil akan
sesuai dengan apa yang sungguh-sungguh mereka butuhkan untuk perbaikan
kehidupan mereka kini, dan masa depan mereka”.

Berita selengkapnya di sini: https://www.ohchr.org/en/stories/2025/09/children-plead-early-childhood-care-and-education-be-part-right-education

Bagikan artikel ini ke:

Facebook
Twitter
LinkedIn